Thursday, October 30, 2008

You Give Me Something


Saat tulisan ini dibuat, postingan pada blog aku tercinta ini udah mencapai 50 post walaupun ada banyak juga draft post yang akhirnya nggak di publish. Pada tulisan ke-50 ini aku pengen meninjau blog aku lagi untuk kemudian membuatnya lebih baik lagi. Karena dengan peninjauan ini, di masa mendatang aku dapat menyusun tulisan, foto, meterial pendukung, link-ling dan template blog yang lebih menyamankan dan memenuhi kebutuhan pengunjung blogku yang tercinta.

Biarpun selama ini masih sedikit pengunjung blog yang bersedia mampir, aku mencoba bersikap optimis saja. Yang penting sekarang adalah bagaimana menciptakan blog yang baik, tanpa harus rewel soal ini itu. Jangan meminta sesuatu yang lebih ketika kau tidak memberikan apa-apa, ungkapan itu sebaiknya lebih aku pahami lagi.


Pada awal mulanya aku memakai fasilitas blog pada Google Blogger, ada dua versi blog yang aku miliki. Versi itu adalah versi bahasa Indonesia (itisrama-id.blogspot.com) dan Inggris (itisrama.blogspot.com). Namun pada perkembangannya, terasa repot juga untuk mengelola dua blog untuk seorang newbie seperti aku yang baru belajar nulis, apalagi kemampuan bahasa Inggris aku juga pas-pasan (kok jadi minder ya?).

Akhirnya aku putuskan untuk melakukan merger pada dua blog ini menjadi blog yang saat ini ada. Paska keputusan itu aku menjadi semakin rajin posting dan tidak merasa terbebani. Namun yang menjadi masalah, blog ini menjadi semakin didominasi oleh tulisan berbahasa Indonesia. Tapi sudahlah, sementara ini aku mencoba menciptakan environment menulis yang lebih ringan karena sejujurnya menulis dengan English itu terasa berat bagiku (selalu merasa takut akan grammar dan tenses). Konsekuensinya adalah belakangan ini aku merasa kemampuan bahasa Inggris yang semakin menurun.


Dalam menulis aku menciptakan situasi yang sebebas-bebasnya. Tidak ada lagi batasan tema, I just write that I think. Seringkali aku membuat tulisan yang begitu pribadi tapi juga kerap menulis yang bersifat umum. Sumber bacaanku terutama dari Wikipedia (versi Indonesia atau Inggris) juga artikel-artikel yang ter-crawl oleh Google. Untuk sumber foto aku selalu setia memakai Corbis, karena selama ini Corbis merupakan portal yang serba komplit untuk masalah materi foto.

Foto yang ditampilkan dalam blog aku sebisa mungkin aku hindari untuk menampilkan orang-orang bule. Hal sepele ini sebenarnya akibat trauma ketika aku lomba presentasi di kampus Kedokteran UGM. Oleh jurinya aku dikritik karena banyak menampilkan gambar orang bule sebagai foto pendukung materi. Aku rasa hal itu ada benarnya juga. Masyarakat umumnya menyukai hal yang bersifat lokal, itu lebih memberikan rasa kedekatan.

En Rollercoaster adalah nama blog ini ketika awal diciptakan dan sampai saat ini tidak dirubah. Nama ini merupakan gabungan kata Inggris dan Prancis yaitu En (Prancis: di dalam) Rollercoaster (Inggris: wahana halilintar). Lagu Ronan Keating yang berjudul Life is a Rollercoaster merupakan inspirasi terbesar dari pemilihan nama ini. Jadilah aku memilih En Rollercoaster untuk menggambarkan tulisan-tulisanku yang menjadi representasi hidup yang selalu naik turun seperti jalur rollercoaster dan manusia berada pada kereta rollercoaster yang nantinya akan berhenti pada waktunya.

Themes (tampilan design) blog ini hanyalah modifikasi kode CSS dari theme Minima Black bawaan dari Blogger. Untuk backgroundnya, dulu aku mengunduh dari DeviantArt, tapi aku lupa alamat pastinya dan siapa pembuat originalnya (maaf seribu maaf, saat itu masih cupu). Sebenarnya aku masih merasa kurang terus pada tampilan design blog aku ini. Beberapa kali aku melakukan modifikasi sidebar, logo, header, dll. Rencananya aku akan membuat themes yang lebih mencerminkan isi blog ini, dan tentunya tidak lupa untuk lebih menghormati hak cipta. Doakan saja itu dapat segera terealisasi.


Ada beberapa rencana yang aku siapkan untuk blog ini, diantaranya adalah mempersiapkan private hosting. Untuk mesinnya aku akan mengambil dari Wordpress.org, karena mesin ini adalah yang paling baik menurutku. Mesin Blogger memiliki banyak keterbatasan dan rentan dihapus oleh Google (semoga ini tidak terjadi!). Tapi rencana ini aku rasa baru akan terealisasi saat blog ini sudah benar-benar bisa lebih baik lagi perkembangannya. Saat ini aku juga masih belajar untuk lebih mengenali sistem Wordpress agar nantinya ketika diluncurkan, blog baruku akan benar-benar matang penggarapannya.

Selama ini aku merasa blog sudah benar-benar memberikan begitu banyak ruang bagiku untuk mengekspresikan diri. Tanpa blog, rasanya semakin lama aku semakin menjadi katak dalam tempurung. Lewat blog aku belajar untuk mengapresiasi, mengungkapkan sesuatu, menghargai karya orang lain dan banyak hal postif lainnya. Teknologi ini memfasilitasiku dan menjadi oase bagi krisis eksistensi.

2 comments:

  1. Hoi, saya lihat sih banyak sekali kemajuan dalam struktur dan content dari blog kamu. Isinya makin mantap dan mungkin blog memang selalu ada "personal touch" nya jadi pendapat atau pengalaman pribadi biasanya menjadi bagian dari isi blog tersebut.

    Saya setuju lebih baik fokus pada "blog development" dahulu. BAru ditahap berikut dipikirkan cara bagaimana mempromosikan blog ini supaya dikenal masyarakat virtual internet. Di internet ada jutaan blog dan mempromosikan blog mestinya merupakan suatu tantangan juga ya.

    Semoga maju terus dan bersemangat terus karena pada akhirnya kepuasan diri itu yang paling utama ya....

    ReplyDelete
  2. @duco
    terima kasih, meskipun ada kemajuan tp yg menjadi penting adalah bagaimana blog ini tetep maju. untuk itu saya mohon dukungannya ya.
    makasih banyak!

    ReplyDelete