Tuesday, November 04, 2008

Global Warming, Global Warning!!


Ngelihat film "The Day After Tomorrow" (yang sebenernya udah sering aku tonton) aku jadi keinget masalah global warming yang harusnya diinget terus untuk kemudian dilakukan tindakan. Bumi saat ini udah semakin panas, panas disini bukan maksudnya tambah keren tapi bener-bener panas. Lapisan Ozon di atmosfir udah semakin tipis dan efek rumah kaca semakin dirasakan. Diramalkan pada beberapa tahun ke depan kejadian yang ada di film "The Day After Tomorrow" bakalan bener-bener terjadi. So, this movie is no longer science fiction.

Beberapa waktu yang lalu aku sempet pula menonton film dokumenter Al Gore tentang bahaya Global Warming, "An Inconvinient Truth". Dari film itu maka bulu kuduk penontonnya akan dibuat bergidik oleh kenyataan-kenyataan yang dipaparkan mengenai kondisi bumi kita saat ini. Berbeda dengan "The Day After Tomorrow" film ini bukan fiksi ilmiah, tapi adalah fakta ilmiah. Al Gore menyatakan bahwa bumi saat ini sudah rusak, penampakan bumi pada tahun 80an bahkan tidak sama lagi seperti saat ini. Begitu banyak es kutub yang mencair, spesies yang punah, dan pencemaran lingkungan yang terjadi. Hal-hal itu memacu perubahan iklim yang perlahan-lahan mulai terasa. Al Gore mengibaratkan perubahan iklim itu dirasakan manusia seperti katak yang direbus di dalam tungku yang dipanaskan perlahan-lahan. Pada awalnya perubahan iklim ini tidak dirasakan sampai akhirnya sudah terlambat untuk menyadarinya.


Global warming (pemanasan global) pada dasarnya adalah peningkatan suhu rata-rata dari atmosfer, laut dan dataran bumi. Fenomena ini terjadi akibat meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca (Uap air, karbon dioksida, metana, nitrogen oksida, dll) di atmosfer. Meningkatnya gas-gas tersebut menimbulkan efek yang disebut efek rumah kaca, yaitu proses dimana atmosfer memanaskan sebuah planet. Prosesnya adalah ketika radiasi panas matahari memasuki permukaan bumi melalui atmosfer, oleh permukaan bumi dipantulkan kembali ke luar angkasa. Namun tidak semua radiasi ini dikembalikan ke luar angkasa, akan tetapi atmosfer menghambat sebagian radiasi sehingga tertahan diantara atmosfer dan permukaan. Pada keadaan normal, efek rumah kaca dibutuhkan bumi agar temperatur bumi tetap terjaga pada malam hari ketika matahari tidak lagi menyinari bumi. Akan tetapi meningkatnya efek rumah kaca menimbulkan akibat yang parah, yaitu bumi menjadi semakin panas.

Begitu banyak kegiatan manusia yang tidak ramah lingkungan. Membuang emisi gas yang beracun (gas rumah kaca), menebang pohon-pohon (yang sebenarnya dapat menetralisir emisi gas beracun) di hutan-hutan seluruh penjuru dunia dan penggunaan bahan-bahan yang mampu meracuni bumi (laut, tanah, dan udara). Peningkatan panas bumi saat ini mencapai 0,1-0,7 derajat celsius dalam 100 tahun terakhir. Bagi orang yang optimis mungkin angka ini terlihat kecil, tapi dampaknya sangat mengerikan. Cuaca yang berubah-ubah secara ekstrim, bencana alam yang sering terjadi, pulau-pulau yang mulai tenggelam karena naiknya permukaan laut, juga curah hujan yang tinggi. Keadaan ini akan semakin parah dari tahun ke tahun, sehingga suatu saat bumi tidak lagi menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali. Nasib manusia dan mahluk bumi lainnya telah ada di ujung tanduk karena sementara ini hanya ada satu bumi untuk ditinggali.


Banyak reaksi yang dialamatkan untuk mencegah efek dari pemanasan global untuk tidak menjadi semakin parah. Salah satunya adalah Protokol Kyoto yang disetujui oleh sebagian besar negara di dunia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu ada juga Konfrensi Pemanasan Global di Bali bulan Desember 2007 lalu. Akan tetapi semua ini hanya akan berakhir sebagai perjanjian konyol saja bila tidak ada tindakan lebih lanjut untuk menyelamatkan bumi dari masing-masing individu. Oleh karena itu sebaiknya setiap individu menyadari dengan sungguh-sungguh untuk bahwa bumi sedang dalam bahaya dan memerlukan perawatan. Salah satunya yang bisa dilakukan adalah:

  1. Menghemat kertas - Selembar kertas mungkin mewakili sebatang pohon yang ditebang di hutan-hutan penjuru dunia. Semakin sedikit pohon yang tersisa maka penetralisir gas rumah kaca semakin hilang, akibatnya atmosfer bumi akan semakin tebal oleh gas tersebut.
  2. Mengurangi emisi gas rumah kaca - Jangan gunakan mobil maupun kendaraan bermotor lainnya bila memungkinkan, budayakan bersepeda yang selain lebih sehat juga ramah lingkungan. Sementara ini bahan bakar kendaraan bermotor masih menghasilkan buangan gas yang beracun bagi bumi.
  3. Hemat listrik, dengan menghemat listrik maka akan semakin sedikit bahan bakar yang diperlukan untuk menghidupkan generator pembangkit listik. Beberapa pembangkit listik masih menggunakan bahan bakar fosil sebagai tenaga pembangkitnya.

Itu adalah contoh kecil dari usaha penyelamatan bumi. Semakin kita memikirkan dampak dari perbuatan yang kita lakukan bagi kesehatan bumi, maka kita akan semakin sadar untuk lebih menyayangi bumi. Masih banyak lagi yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan bumi. Saat ini mungkin bumin telah sakit parah, akan tetapi kita masih bisa mencegah untuk tidak semakin parah. Yang aku lakukan saat ini hanyalah menjadi penyambung lidah para penyelamat bumi. Mungkin beberapa pembaca sudah bosan atas pesan-pesan anti global warming. Tapi hanya itulah yang bisa manusia lakukan untuk tetap bisa tinggal di bumi yang memang hanya satu-satunya ini. Menyelamatkan bumi harus dimulai dari diri sendiri.

Sebagai bahan renungan saksikan juga film dokumenter terbaru "Earth" yang soundtracknya dibawakan dengan apik oleh Anggun berjudul "World", dengerin sountracknya disini.

Lebih lanjutnya kunjungi:
Greenpeace Indonesia
ClimateCrisis.com

Sumber foto: Corbis & Wikipedia

Monday, November 03, 2008

Foods That Looks Bizarre


Terakhir kali aku nonton acara TV yang menarik, kebetulan sewaktu aku nonton channel Discovery Channel Travel & Living lewat Indovision. Acara itu judulnya "Bizarre Foods with Andrew Zimmern" dan ditayangin sekitar jam 19.00 WIB. Asli, acara itu benar-benar menarik buatku, seorang bule keliling-keliling negara Asia Tenggara buat cobain bizarre exotic foods mereka. Sekilas memang mirip dengan "Wisata Kuliner"-nya Bondan Winarno, tapi yang ini lebih unik dengan kuliner ajaib dari masing-masing negara. Nilai lebih dari acara ini adalah format penyajiannya. Melihat episode Bizarre Foods aku tidak merasa melihat sesuatu yang menjijikkan, bahkan malah terlihat menarik. Pemandu acara sukses membawa penontonnya dalam pengalaman kuliner yang luar biasa dan menantang. Kebetulan waktu itu aku pas kebagian episode di Philipina dan Vietnam. Episode itu bener-bener breath-taking deh buat aku. Sayang nggak setiap saat aku bisa lihat, sebab waktu itu cuma numpang nonton di rumah temen. Hiks.


Kuliner di Philipina pada dasarnya nggak begitu aneh-aneh. Mungkin yang agak menarik adalah waktu si bule (Andrew Zimmern) mencoba es krim aneh yang dimasukin dalam burger bun. Atau sewaktu dia mencoba makan cacing kayu yang disajikan mentah. Ada juga yang unik dari kuliner Philipina yaitu salah satunya mereka menyajikan masakan unggas dan turunannya dengan cara berbeda. Di Philipina anak ayam (yang masih kecil sekali) biasa disajikan marinated (diasinkan/diungkep) dan digoreng untuk kemudian dimakan beserta tulang-tulangnya. Selain itu juga jangan kaget ketika mencoba fertilized duck egg alias telur bebek yang didalamnya ada anak bebeknya, ngeri banget deh. Kayaknya kejam ya, tapi itulah bagian dari budaya kuliner Philipina. Kuliner Philipina pada dasarnya dipengaruhi oleh budaya Spanyol dan Amerika

Untuk Vietnam akan lebih ekstrim lagi. Vietnam, negara republik sosialis bekas jajahan Perancis ini memiliki caranya sendiri untuk menyajikan kuliner mereka. Varian kulinernya adalah perpaduan dari kuliner Cina dan Perancis. Mulai dari restoran serba ular, speciality salad dan spring roll yang bisa ditemui di pasar, dan juga pilihan aneka seafood mereka yang beragam. Untuk masalah seafood, Vietnam adalah negara eksportir kecap spesial yang namanya fish sauce (kecap ikan). Kecap yang dibuat layaknya wine ini adalah kecap yang enak banget. Fish sauce adalah ikan yang difermentasikan dengan garam, konon mencapai waktu 1 tahun. Setiap pabrik fish sauce di Vietnam punya kecap ikan jenis mereka masing-masing, yang rasanya lain-lain. Harga fish sauce rata-rata adalah $1. Di Vietnam kecap ini dikenal sebagai nước mắm. Indonesia memiliki jenis makanan agak mirip, yaitu terasi kita yang juga tersohor.

Kalau dilihat dan dirasa-rasain, memang kuliner itu membawa pengaruh budaya yang kuat. Bisa jadi kuliner yang menurut bangsa lain bizarre, jadi biasa-biasa aja untuk bangsa pencipta kuliner itu. Sekali lagi, bicara masalah kuliner adalah masalah pembiasaan. Di Vietnam memakan ular atau meminum wine ular adalah biasa, di Philipina memakan cacing kayu mangrove bukan sesuatu yang harus dianggap aneh untuk penduduk pesisir atau mungkin di Indonesia memakan buah durian bisa dianggap lezat. Andrew Zimmern sendiri berkata pada setiap akhir acaranya "If It Looks Good, Eat It", alias "Kalau misalnya kelihatan menarik, makan saja". Tapi tentunya yang dimaksud menarik itu berbada pada masing-masing individu. Jargon acara ini memang dimaksudkan agar penontonnya lebih bisa melakukan revolusi dalam pola kuliner mereka, tinggalkan McDonald dan coba jenis makanan baru. Bila kuliner lebih ditelusuri secara mendalam, maka akan ditemukan berbagai manfaat di dalamnya. Sumber gizi yang dibutuhkan tubuh sehari-harinya dapat terpenuhi oleh makanan yang mungkin terasa asing dan aneh.


Aku sendiri selalu tidak segan untuk mencoba-coba kuliner baru yang menurutku Looks Good. Karena aku muslim maka aku menghindari makanan yang tidak halal. Tapi toh masih banyak makanan lainnya yang halal. Contohnya adalah sewaktu aku ke Kedai Nusantara, disana ada speciality food "Nila Roro Jonggrang". Rasanya jangan tanya, it looks and tastes good, nilanya begitu crispy dan bumbunya spicy. Kalo aku berkesempatan dan ada duit, tentunya nggak sayang untuk nyoba kuliner lainnya. Sementara coba untuk menelusuri kuliner Jogja, disana masih banyak kuliner spesial yang belum pernah aku coba. Tinggal tunggu saja tanggal mainnya.

Pranala luar:
Bizarre Foods with Andrew Zimmern - TV Show -Travel Channel
Fish Sauce - Wikipedia, the free encyclopedia

Sumber gambar dari sini dan koleksi pribadi

Saturday, November 01, 2008

Railfan : The Iron Horses Lover


Beberapa waktu yang lalu aku sempat posting tulisan mengenai sepasang railfan yang menikah diatas lokomotif yang berjalan lambat dari Stasiun Tugu ke Stasiun Lumpayangan di Yogyakarta. Komunitas railfan memang begitu eksentrik dan unik dalam mengekspresikan kecintaan mereka terhadap kereta api. Bahkan ada yang berjam-jam menunggu kereta api lewat di perlintasan rel hanya untuk mengagumi keberadaannya. Untuk yang satu ini aku memang pernah mengalaminya. Waktu kecil dulu, aku adalah seorang railfan sejati. Setiap pagi buta aku selalu merenget pada kakekku tercinta untuk diantar melihat kereta api melintas di bawah fly-over Lempuyangan.

Sejak mesin uap pertama kali ditemukan oleh James Watt dan lokomotif bermesin uap ditemuka oleh George Stephenson, kereta api telah menjadi sarana transportasi masal yang menyita perhatian. Alat transportasi yang terdiri dari lokomotif berserta rangkaian gerbong dan berjalan pada jalur rel ini langsung menjadi sarana yang efektif pada awal kemunculannya. Kereta api bahkan merupakan sarana yang membantu mobilitas bangsa Belanda untuk menaklukan tanah jajahannya, termasuk Indonesia ini. Seringkali aku memperhatikan banyak bekas jalur kereta yang nggak dipakai lagi di Jogja ini. Itu adalah bukti bahwa jaman dulu, kereta api itu fungsi dan perannya sangat besar.


Para pecinta kereta api biasanya memiliki alasanya sendiri-sendiri untuk hobinya ini. Secara gamblang, kecintaan mereka ini dapat diungkapkan melalui kegemaran memotret kereta api, melihat kereta api dan membuat model miniatur kereta api. Mereka sering juga mengunjungi bekas-bekas jalur kereta, menonton lokomotif bekas, dan ada pula yang gemar mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan kereta api, misalnya sejarah dan konstruksinya untuk kemudian didiskusikan bersama. Ferroequinology (ferro: besi, equino: kuda, logy: ilmu) adalah istilah yang merujuk pada ilmu yang mempelajari perkeretaapian, khususnya lokomotif, para pembelajarnya disebut ferroequinologist. Di Indonesia sendiri Museum Kereta Api Ambarrawa merupakan surga bagi para railfan. Cukup unik memang melihat tingkah para railfan, kadang terkesan childish. Salah satu varian railfan adalah metrophile yang secara spesifik lebih cenderung pada subway atau kereta api bawah tanah. Menurut Wikipedia, ada seseorang metrophile bernama Darius McCollum yang berani untuk menyamar menjadi pegawai subway New York hanya untuk bisa mengemudikan kereta, memperbaikinya, dan membantu pekerja subway lain. Karena melanggar hukum akhirnya dia dipenjarakan.


Bagaimanapun juga hobi ini perlu mendapatkan aprsiasi. Menurutku orang yang dapat mengekspresikan ketertarikan dan minatnya adalah orang yang paling bahagia. Dan menjadi railfan aku rasa akan sangat seru dan menyenangkan. Railfan tidak berbeda dengan para pendaki gunung yang mencintai alam pegunungan. Mereka sama-sama memiliki ketertarikan yang sulit dipahami oleh pandangan awam. Apalagi jika mereka sampai mau mengeluarka berpuluh-puluh bahkan ratusan juta untuk membeli dan menyusun model kereta api yang mereka gemari. Tapi menurutku ini wajar saja kok, bila bicara masalah hobi, tidak ada hal yang terasa kelewatan. Vive Ferroequinophile!

Sumber gambar Corbis dan koleksi pribadi