Wednesday, November 05, 2008

Album Baru Anggun, Elevation


Setelah sukses dengan album Luminescense-nya, Anggun, penyanyi internasional dari Indonesia yang mengharumkan nama tanah air ini meluncurkan album terbarunya yang bertajuk Elevation tanggal 20 Oktober lalu. Album ini mengusung jenis musik yang tidak dipersembahkan Anggun sebelumnya. Sentuhan RNB, techno, dan hip hop mewarnai album yang diliris dalam versi bahasa Inggris dan Perancis ini. Sepertinya ini memang momen yang begitu membahagiakan bagi Anggun, Wikipedia menyebutnya sebagai Elevation Era. Setelah sebelumnya melahirkan anaknya yang bernama Kirana 8 November 2007 lalu, suasana mellow dan sedih tidak lagi mewarnai album ini seperti album-album sebelumnya. Bahkan pada album Elevation versi bahasa Perancis, Anggun menyertakan track interlude "Selamat Tidur" yang didedikasikan untuk anaknya, Kirana.

Sebelumnya Anggun sempat pula meliris album BestOf-nya untuk pasar Indonesia dan Italia. Dia juga meliris single berjudul "Tonight" kolaborasi dengan band Jerman, Reamonn. Selain itu diliris pula "Pour Que Tu Sois Libre" yang merupakan proyek amal bersama beberapa musisi wanita Perancis. Sedangkan album baru Anggun ini telah lama menjadi buah bibir dan didiskusikan pada forum Internasional penggemar Anggun, Anggunworld. Judul pastinya sendiri baru diumumkan beberapa waktu sebelum peluncuran resminya. Single "Si Tu l'Avoues/Crazy" diluncurkan 2 bulan sebelum Elevation diedarkan.


Aku sendiri saat ini baru berkesempatan untuk menikmati lagu-lagu pada album Elevation setelah mendapatkan filenya dari Rapidshare. Maaf karena sudah membajak (tapi aku kan cuma download), tapi ini semata-mata kulakukan karena sulit sekali untuk mendapatkan CD albumnya di Jogja entah kenapa. Sementara album bajakan ini aku gunakan untuk mereview album Anggun saja. Kualitas lagu download-an ini juga lumayan bahkan sangat bagus. Tetapi dibandingkan dengan CD tentunya sangat berbeda, untuk itu aku sarankan membeli album aslinya bila nantinya sudah tersedia ya. Selain kualitasnya lebih baik, juga menghargai hak cipta sang musisi sendiri.

Nikmati track akustik yang begitu apik disajikan dalam "Eden In Her Eyes". Dalam track yang begitu easy listineng ini Anggun mengisahkan begitu bahagianya dirinya menatap mata anaknya yang tercinta. Untuk pop etnik khas Anggun dapat ditemui di track "Hymne à la vie / Seize The Moment", lagu ini adalah lagu favoritku selain "Eden In Her Eyes". Pop RnB dan Hiphop disajikan Anggun diantaranya pada track "J'ignorais tout / A Change", "Si je t'emmène / My Man", dan "Le Temps Perdu /Divine" . Track melankolis ada pada "Rien à écrire / No Song". Sedangkan single andalannya "Si tu l'avoues /Crazy" lebih pada genre techno disco ala "Crush"nya Jennifer Paige.


Secara keseluruhan album ini adalah album yang manis dan terlihat dewasa. Nuansa melankolis yang lebih dikurangi sebenarnya malah menghilangkan ciri khas Anggun yang terkenal dengan pop romantic-nya. Sejujurnya album ini lebih terasa komersil dan ada sedikit Rihanna dan Britney Spears-fascia didalamnya. Mungkin di album berikutnya, Anggun bisa lebih mempertahankan ciri khasnya. Sebagian besar tema album ini kurang cocok dengan pembawaan vokal dan karakter Anggun. Menurut saya 3 album terdahulu lebih memiliki karakter Anggun, apalagi album "Au Nom De La Lune / Snow On The Sahara".

Elévation (French Edition) track list
  1. J'ignorais tout (feat. SINIK)
  2. Si tu l'avoues
  3. Hymne à la vie
  4. Rien à écrire
  5. Le bluffeur (interlude)
  6. Si je t'emmène
  7. Plus forte
  8. Cette nuit
  9. Tentation
  10. Le temps perdu
  11. Est ce un hasard
  12. Selamat tidur (interlude)
  13. Eden in her eyes
  14. Un jour sur terre (OST Un Jour Sur Terre documentary)
Elevation (English Edition) track list
  1. A Change
  2. Crazy
  3. Seize The Moment
  4. No Song
  5. My Man
  6. Stronger
  7. Give It To Love
  8. Hide & Run
  9. Divine
  10. Is It A Sign ?
  11. World (OST World documentary)
  12. Si Tu L’Avoues (Laurent Wolf Radio Edit)
  13. Si Tu L’Avoues (Tomer G & Roi Tochner Radio)

Sumber gambar: Anggun Official Site

If The World Could Vote


Baru saja seluruh warga negara Amerika Serikat dari berbagai negara bagian melaksanakan pemilihan presiden mereka yang ke-56. Pemilihan presiden Amerika Serikat telah lama menjadi buah bibir oleh banyak negara di penjuru dunia. Memang tidak ada yang lebih menghebohkan selain pemilihan presiden Amerika Serikat. Sebab Amerika Serikat dan presidennya memiliki peran besar terhadap percaturan politik dunia dan banyak bidang lain yang juga terpengaruh. Sejak lama prediksi, debat capres, juga opini masyarakat Amerika Serikat dipantau oleh banyak stasiun TV dunia. Pemilihan itu berkaitan dengan calon presiden dari dua partai berpengaruh di Amerika Serikat, yaitu partai Republik dan partai Demokrat.

Dalam pemilihan presiden Amerika Serikat kali ini ada sesuatu yang berbeda. Untuk pertama kalinya, seorang kulit hitam mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat. Calon presiden itu bernama Barrack Obama, seorang blasteran kulit hitam yang memiliki keterkaitan dengan Islam, Indonesia dan bangsa kulit putih. Dilahirkan di Hawaii oleh ayah keturunan Kenya dan ibu orang kulit putih Amerika, Obama sempat pula dibesarkan di Indonesia, meskipun sebagian besar pendidikannya ditempuh di Amerika Serikat. Sejak lama pencalonan diri Obama telah mengundang kontroversi, diantaranya adalah banyak orang mempertanyakan latar belakang agamanya dan keterkaitannya dengan Islam. Isu rasis juga menyertai pencalonan diri Obama, yang berdarah campuran dan berkulit hitam.


Namun belakangan banyak orang yang memprediksikan Obama sebagai calon kuat presiden Amerika Serikat. Krisis global yang turut membawa nama buruk bagi pemerintahan Bush dan partai Republik memberikan keuntungan tersendiri bagi Obama. Prediksi suara yang akan didapat Obama meningkat pesat. Aspirasi masyarakat untuk memilih Obama menjadi semakin tinggi. Tidak hanya di Amerika Serikat, popularitas Obama telah melanglang buana di seluruh belahan dunia. Dengan itu, peluang Obama untuk duduk sebagai presiden Amerika terbuka semakin lebar.

Belakangan banyak media Internet yang ikut mempromosikan Obama. Setelah Plurk yang memberikan layanan Plurk The Vote-nya. Kali ini aku menemukan lagi portal yang memfasilitasi seluruh warga dunia untuk ikut memilih presiden Amerika Serikat. Portal itu bernama If the world could vote?. Tentu saja seluruh warga dunia tidak benar-benar ikut memilih. Namun melalui situ ini dapat dilihat bagaimana antusias warga dunia terhadap pemilihan presiden Amerika Serikat juga untuk memilih calonnya sendiri. Melalui situs tersebut terlihat bahwa Obama mendapatkan suara terbesar oleh setiap negara di dunia. Apakah ini berarti Obama akan menang? Bisa jadi iya, apalagi jika seluruh dunia dapat benar-benar ikut memilih. Siapa tahu suatu saat Amerika Serikat mengijinkan setiap warga dunia ikut memilih.


Waktu tulisan ini dibuat, mungkin panitia pemilu sedang menghitung jumlah suara Obama dan McCain. Seluruh warga Amerika Serikat sedang berharap-harap cemas apakah calon presiden pilihannya dapat menang. Aku sendiri juga ikut cemas, tapi aku lebih cemas lagi atas nasib dunia saat ini. Semoga saja siapapun presiden Amerika Serikat yang terpilih dapat memberikan perubahan positif bagi Amerika Serikat maupun dunia. Jika memang benar Barrack Obama yang terpilih maka ia akan didampingi oleh Joe Biden dalam memimpin gedung putih. Ya semoga saja lah!

Sumber foto: Corbis dan IfTheWorldCouldVote.com


Udah Bokek Apa-apa Naek bikin Hoek


Krisis global yang dialami oleh sebagian besar negara di dunia memang dampaknya sangat menjengkelkan dan menyedihkan. Begitu juga di Jogja kampung halamanku yang tercinta ini. Sekarang untuk beli segala sesuatu musti merogoh kocek yang lebih dalam. Aku yang saat ini jadi pengangguran (kuliah aja nggak pake part time) jadi kalang kabut. Sumber dana harian hanya dari ibu dan sumbangan sukarela temen-temen yang aku bantuin sesuatu. Padahal kebutuhanku nggak bisa dibilang sedikit (walaupun nggak bisa dibilang banyak). Walhasil sekarang aku jadi lebih banyak gigit jari.

Nilai tukar dollar terhadap rupiah saat tulisan ini ditulis mencapai Rp.11.102/$1 (sumber: Bank Indonesia). Akibat angka keramat itu, seluruh barang-barang naik harganya secara berjamaah. Telur yang dulu sebutir cuma Rp.1000 sekarang mencapai Rp.1300. Angkot yang dulunya cuma Rp.2000 sekarang Rp.2500. Dan yang lebih parah lagi, warnet Groovy Concat yang dulu happy hournya cuma Rp.1000 per jam, sekarang naik 150% alias jadi Rp.2500 per jam. Semua ini benar-benar menyengsarakanku yang biarpun bukan anak kost tapi kondisi dompetnya seperti anak kost pada umumnya.


Akibat tarif warnet yang naik, aku jadi perlu pikir-pikir 2 sampai 10 kali. Tapi toh akhirnya dengan susah payah aku memaksakan untuk ngenet juga. Ngenet adalah kebutuhan mendasarku selain makan dan minum (duh lebay banget). Tanpa ngenet badanku bisa gatel-gatel dan meriang. Daripada lebih menderita jadinya aku tetep ngenet dengan harga yang aduhai itu. Selain itu tetep aku harus melek tengah malam biar tetep dapat tarif yang katanya murah (padahal mahal). Semoga aja perjuangan ini ada artinya. I'm blogging for living.

Krisis global, bagaimanapun harus dihadapi. Manusia itu tidak selamanya berada di comfortable zone, sehingga manusia yang beruntung adalah yang mampu mempersiapkan apapun yang terjadi. Tuhan kalau memberikan cobaan itu nggak akan lebih dari kemampuan ciptaannya. Jadi kalo sekarang aku diuji harus menghadapi harga-harga yang naik, maka Dia tahu bahwa aku itu orang yang kuat dan mampu mengatasinya. Yang bisa aku lakuin sekarang cuma berdoa agar nantinya krisis mereda dan semua kembali normal. Juga agar aku bisa cepet lulus dengan nilai baik dan dapat kerjaan layak. Jadi mahasiswa itu semacam tekanan batin, di satu sisi aku bukan lagi anak-anak, tapi di sisi lain kadang aku masih merasa seperti anak-anak. Remaja nanggung seperti aku dituntut untuk bisa mempersiapkan hidup layaknya manusia dewasa.


Lupakanlah krisis global, yang bisa dilakuin adalah berpikir kreatif. Misalnya bener-bener bokek, aku bisa nebeng laptop temen untuk bisa wifi gratis di kampus. Atau misalnya bener-bener nggak ada motor dan naik angkot mahal, aku harus bisa jalan kaki misalnya ke kampus (dengan resiko betis bengkak). Pokoknya harus seperti bunglon yang dapat menyesuaikan diri pada kondisi apapun. Semakin bisa menyesuaikan diri maka akan semakin bisa fleksibel bahkan dalam kondisi ekstrim seperti apapun. Kemauan itu harusnya berbanding lurus dengan kemampuan. Bila saat ini memang belum mampu, maka tabahkan hati jika hanya harus memimpikannya. Namun jangan jadikan mimpi itu menyakiti hati dan membuat putus asa. Tapi jadikanlah mimpi sebagai pemacu diri untuk berusaha meraihnya. Mau krisis global atau krisis moneter, yang jelas dunia nggak pernah menyediakan sesuatu bagi penghuninya dengan mudah. It's not a first class hotel, it's a wild jungle.

Another post of Kyai Djarkoni (iso ujar ra iso nglakoni)

Sumber foto: Corbis and [modified from] MyGroovy