Showing posts with label psychology. Show all posts
Showing posts with label psychology. Show all posts

Saturday, November 08, 2008

Mister Insomnia


Insomnia, kebiasaan burukku yang lama-lama jadi aku benci. Aku itu manusia, dan manusia itu seharusnya adalah mahluk diurnal yang beraktivitas di siang hari. Tapi anehnya lama-lama aku jadi mahluk nocturnal yang betah melek di waktu malam ketika semua orang sedang tidur. Yang aku bisa lakuin paling cuma nonton TV, baca buku, dengerin radio, ke burjo, atau ke warnet. Aktivitas itu lama-lama membosankan dan membuat aku nggak bisa prima dalam menjalani aktivitas siang hari yang mau nggak mau tetep harus ada.

Aku udah mencoba untuk tidur pada waktu ideal. Hari ini aku tidur jam 9 malam, tapi menyebalkannya aku bangun tepat pas Cinderella berubah wujud, alias jam 12 malam. Kayaknya waktu bilogisku udah kacau banget. Abis bangun itu mau tidur udah susahnya minta ampun. Bolak-balik posisi tidur, gonta-ganti bantal sama sekali nggak membantu. Mata masih tetap saja terpejam. Pikiran berkelana kemana-mana, apa aja jadi perhatian. Bahkan suara cicitan tikus yang biasanya emang selalu ada terasa sangat mengganggu. Dengerin radio, lagunya udah bukan selera semua. Mau ke burjo duit kok udah abis, dan hari ini udah makan 2 mie instan. Mau baca buku, kok mata lelah banget. Liatin TV kok udah banyak yang nggak siaran, yang tersisa cuma kuis SMS yang nggak jelas. Pilihan satu-satunya hanya ke warnet, dan itu artinya aku harus nodong ibuku yang malang lagi.


Sebenernya rutinitas ke warnet pada tengah malam terasa sangat menjemukan bagiku. Yang kulakukan di warnet kalo nggak ngeblog, ya facebook-an atau browsing wikipedia dan artikel-artikel lainnya. Kadang aku merasa waktu paling produktifku itu di malam hari. Tapi sebagai mahasiswa yang baik, aku nggak selamanya bisa menjalani kehidupan sebagai mahluk nocturnal. Itu antara lain karena kuliah, belajar kelompok, bikin tugas, dll dilakukan di siang hari. Kalau aku nggak tidur malam hari itu sama aja bunuh diri. Karena nanti siangnya pasti aku udah kayak kehabisa batere dan susah nyambung. Saat seperti itu yang bikin aku ingin sekali menyudahi kehidupan nocturnal ini.

Mungkin pikiran yang berkelana kemana-mana ini yang jadi biang masalahnya. Ketika akan tidur sharusnya pikiran dibuat menjadi rileks dan tenang. Aktivitas otak yang berat hanya akan membebani organ ini sehingga susah sekali untuk merilekskannya dan mengistirahatkannya. Apa inilah yang disebut masalah psikologis yang kudengar banyak dialami oleh pekerja kantoran yang banyak beban pikiran? Tapi aku kan bukan pekerja kantoran dan idealnya beban hidupku nggak banyak. Wah, apa ini berarti aku punya masalah yang serupa tapi tak sama dengan pekerja kantoran? Yang jelas aku merasa bahwa diriku ini orang yang ribet dan suka memikirkan banyak hal-hal yang nggak penting. Sesegera mungkin aku harus melakukan clean-up pada otaku ini. Jangan samapai hal ini berlarut-larut.


Inilah kiat-kiat yang aku rencanakan:
  • Untuk memperbaiki siklus biologisku, aku akan menghindari tidur siang terlalu lama (yang biasanya dilakukan untuk balas dendam karena begadang).
  • Jangan minum kopi, energi drink atau minuman lainnya yang mengandung kafein di sore atau malam hari.
  • Coba untuk minum teh atau susu dan jangan biarkan perut kosong ketika akan tidur.
  • Bisa juga ditambah dengan ritual mandi sebelum tidur, yang akan menciptakan perasaan bersih dan nyaman. (hiks, aku tuh kan jarang mandi)
  • Ketika akan tidur di malam hari aku coba untuk mendengarkan musik yang menenangkan, bisa dari radio atau MP3 player (hiks MP3 Playerku rusak, HP multimedia udah dijual, cuma tinggal radio).
  • Mencoba memeluk guling atau bantal dan mengkosongkan pikiran sewaktu akan tidur di malam hari.
  • Siang hari coba untuk mengikuti aktivitas yang bisa menarik perhatianku, sehingga nggak kepikiran untuk tidur siang (ke mall, ke toko buku, ke cafe atau warnet) kalo bisa jangan sendirian.
  • Mencoba untuk melatih untuk mengendalikan emosi, sehingga nantinya dapat mengontrol pikiran dilematis, melankolis, emosional, dll.
  • Mencoba berdoa sebelum tidur, berdoa bisa menciptakan perasaan aman, terlindungi, tenang, dan rileks.
  • Jangan pusatkan perhatian pada indera pendengar dan indera penglihat. Gunakan selalu indera pencium untuk menikmati udara segar atau wangi yang bisa menambah ketenangan tidur (bisa gunakan wangi-wangian alami atau buatan).
  • Hindari pikiran yang bisa mengacaukan suasana nyaman saat tidur, seperti lupa mengunci pintu, lupa ganti baju, lupa naruh ini naruh itu. Lakukan semua yang dapat menggangu pikiran itu sebelum mulai untuk tidur.
Yah, moga-moga nantinya ini dapat membantuku untuk tidur. Dan semoga pikiran mengganggu itu segera lenyap. Biarkan saja, apa yang terjadi pasti akan terjadi. Jalani hidup seperti adanya saja, jangan terlalu memaksakan diri. Toh hidup itu hanya sebentar, sayang sekali jika nggak dijalani dengan kegembiraan.

Friday, November 07, 2008

My Name Is...


Barusan iseng-iseng mampir ke blognya Ivana dan nemuin kuis yang seru banget di Blogthings.com. Kuis itu tentang maksud tersembunyi dari namamu. Iseng-iseng saja aku masukin nama asliku (yang tentunya bukan Ramon Belloua). Dan keluarlah hasil yang nggak bisa langsung aku pahami (karena masih dalam bahasa Inggris. Berkat bantuan dari Sederet.com dan Urban Dictionary, akhirnya bisa juga aku terjemahkan. Ketika baca hasilnya aku benar-benar terkejut! Kenapa? Simak aja arti dari namaku ini:
Kamu berjiwa bebas dan merasa jengkel ketika seseorang mencoba membatasimu. Kamu tidak bisa ditebak, petualang, dan selalu memiliki sedikit kejutan. Kamu tertinggal bukan karena berdiam diri, tetapi karena terlalu sibuk untuk bersenang-senang.

Kamu adalah orang yang begitu beruntung. Sesuatu selalu berjalan sesuai maumu. Dan karena kamu sangat beruntung, kamu tidak punya banyak kecemasan. Kamu hanya berharap yang terbaik dalam hidup. Kadang kamu sedikit merasa bersalah karena serakah. Oleh karena itu sebarkan keberuntunganmu pada orang-orang yang membutuhkannya.

Kamu seimbang, tertatur dan tertata. Kamu ingin bebek-bebekmu tetap pada barisan. Kamu berenegi dan kompeten, khususnya di tempat kerja. Orang-orang akan merasa kamu itu keras kepala dan berkepala batu. Itu karena kamu punya kepribadian dominan.

Kamu benar-benar orang yang orisinil. Kamu punya ide menakjubkan dan kekuatan untuk mewujudkannya. Kesuksesan datang agak mudah bagimu khususnya dalam bisnis dan akademis. Beberapa orang berpikir kamu mementingkan diri sendiri dan sedikit suka menguasai. Itu karena kamu orang yang keras.

Kamu cenderung sedikit latah. Mudah sekali membuatmu bergairah... yang bisa jadi hal yang baik atau buruk. Kamu punya antusias yang tinggi, tapi dapat luntur dengan cepat. Kamu nggak bisa bertahan pada satu hal untuk waktu yang lama. Kamu punya dorongan untuk menyelesaikan banyak hal dalam waktu singkat. Masalah terbesarmu adalah memastikanmu untuk menyelesaikan rencana yang kamu mulai.

Kamu ada dalam satu kemasan; ramah, menggairahkan, cerdas dan keras. Kamu ingin dunia ada dalam kendalimu, dan kamu bisa mempengaruhi hampir setiap orang yang kamu kenal. Kamu nggak selalu bisa menahan naluri untuk menindas yang lemah. Cuma ingatlah saja, mereka nggak punya cukup banyak hal untuk diri mereka seperti yang kamu punya.

Kamu adalah seorang pencari. Kamu selalu merasa gelisah dan punya banyak pertanyaan tentang hidup. Kamu cenderung gemar bepergian ke tempat-tempat secara acak. Kamu paling merasa nyaman ketika jauh dari rumah. Kamu sangat bernafsu dan mudah sekali tergoda. Dorongan-doronganmu kadang membawamu dalam masalah.

Kamu liar, gila dan pemberontak besar. Kamu selalu merasa berkuasa atas sesuatu. Kamu punya berton-ton energi, dan kebanyakan orang tidak bisa menanganimu. Kamu sangat bersemangat. Kamu benar-benar tidak bisa dikendalikan, dan cenderung terjebak dalam masalah. Tapi jenis masalah yang kamu hadapi penuh dengan keasyikan.

Biasanya kamu selalu hebat dalam segala hal... kamu selalu berusaha menjadi sempurna. Kamu percatya diri, otoriter dan agresif. Kamu punya kepribadian klasik "Tipe A".

Kamu orang yang percaya diri, punya keyakinan diri dan cakap. Kamu tidak mudah digertak. Kamu dapat dengan mudah menguasai banyak ketrampilan. Kamu nggak perlu banyak bekerja keras atas apa yang kamu inginkan. Kamu membuat hidupmu seperti apa yang kamu inginkan. Dan kamu akan menghalau setiap orang yang berusaha menghalangimu!

Kamu sangat intuitif dan bijak. Kamu memahami dunia lebih baik dari kebanyakan orang. Kamu juga punya imajinasi yang begitu aktif. Kamu sering terbuai dalam pikiranmu. Kamu cenderung paranoid dan pencemburu. Kamu kadang terlalu jauh untuk menafsirkan pertanda-pertanda.

Ngeri juga sih baca penjelasan lengkap yang mengandung makna tersembunyi dari namaku. Entah program maupun algoritma apa yang dirancang untuk nampilin hasil ini. Yang jelas, percaya atau nggak 90% dari pernyataan-pernyataan ini benar adanya terjadi padaku. Coba saja kamu baca postingan-postinganku, sedikit banyak mungkin kamu akan setuju. Semakin lama aku jadi semakin sadar kalo aku udah kayak monster. Seperti Hitler model baru, ngeri kan. Meskipun begitu aku merasa banyak hal dalam hasil ini yang dilebih-lebihkan. Tapi tetap aja aku percaya kalo 90% adalah benar. hebat ya yang buat program. Aku nggak usah bikin autobiografi udah dibikinin. Hehehe.

Kalo kalian juga mau coba silahkan saja masuk ke link ini.
Lihat hasil aslinya dalam bahasa Inggris disini.

Thursday, November 06, 2008

Rien à écrire...


Ketika nulis postingan ini aku bingung banget mau nulis apa. Mood aku baru nggak cocok buat nulis. Kayaknya perasaan baru campur aduk dan susah untuk dideskripsikan. Begitu banyak hal yang kurindukan. Begitu ingin aku lebih nyaman menjalani hidup. Tapi entah kenapa kok semakin hari rasanya semakin gelap saja. Padahal di luar sana banyak hal yang berkilauan dan menyilaukan. Entah apa namanya rasa ini. Yang jelas rasanya aneh dan menyebalkan.

Aku sadar aku bukanlah satu-satunya yang merasakannya. Mungkin begitu banyak orang-orang yang bahkan setiap hari merasakannya. Sampai akhirnya semuanya semakin terpuruk di dalam lubang tak berdasar. Dan ketika menyadarinya, terasa sulit lagi untuk merangkak naik. Bahkan lebih parahnya lagi, bisa saja aku akan terbiasa menjalaninya. Kegelapan total dalam hati dan pikiran yang hanya menambah hidup semakin kelabu.


Tidak ada gunanya mengeluh. Semakin sering mengeluh, maka kekuatan akan semakin lemah. Padahal untuk menggapai permukaan butuh usaha dan tenaga yang maksimal. Kilau cahaya yang memendar di atas sedang menunggu untuk melenyapkan segala kegelapan dalam hati dan pikiran. Tapi itu sangatlah tidak mudah dan nyaris mustahil. Untuk itulah perlu keyakinan bahwa suatu saat aku akan mampu untuk mengakhiri segala kegelapan ini. Bila semua sudah dilakukan lalu yang bisa kulakukan hanyalah menunggu bagaimana waktu akan menjawabnya. Aku sadar bahwa aku ini lemah, tapi aku harus kuat.

Di akhir tulisan aku hanya bisa berharap untuk tidak terlalu terlena dalam perasaan ini. Aku harus segera sadar secepat mungkin. Waktu berlalu begitu cepat. Bila yang kulakukan hanyalah meratap dan meratap, maka semuanya hanyalah akan berlalu tanpa arti. Tidak ada gunanya mengasihani diri. Dunia ini kejam, jika aku berhenti maka sesuatu di belakang akan menelindasku. Siapa yang kuat dia yang menang.

Aku harus kuat

Wednesday, November 05, 2008

Udah Bokek Apa-apa Naek bikin Hoek


Krisis global yang dialami oleh sebagian besar negara di dunia memang dampaknya sangat menjengkelkan dan menyedihkan. Begitu juga di Jogja kampung halamanku yang tercinta ini. Sekarang untuk beli segala sesuatu musti merogoh kocek yang lebih dalam. Aku yang saat ini jadi pengangguran (kuliah aja nggak pake part time) jadi kalang kabut. Sumber dana harian hanya dari ibu dan sumbangan sukarela temen-temen yang aku bantuin sesuatu. Padahal kebutuhanku nggak bisa dibilang sedikit (walaupun nggak bisa dibilang banyak). Walhasil sekarang aku jadi lebih banyak gigit jari.

Nilai tukar dollar terhadap rupiah saat tulisan ini ditulis mencapai Rp.11.102/$1 (sumber: Bank Indonesia). Akibat angka keramat itu, seluruh barang-barang naik harganya secara berjamaah. Telur yang dulu sebutir cuma Rp.1000 sekarang mencapai Rp.1300. Angkot yang dulunya cuma Rp.2000 sekarang Rp.2500. Dan yang lebih parah lagi, warnet Groovy Concat yang dulu happy hournya cuma Rp.1000 per jam, sekarang naik 150% alias jadi Rp.2500 per jam. Semua ini benar-benar menyengsarakanku yang biarpun bukan anak kost tapi kondisi dompetnya seperti anak kost pada umumnya.


Akibat tarif warnet yang naik, aku jadi perlu pikir-pikir 2 sampai 10 kali. Tapi toh akhirnya dengan susah payah aku memaksakan untuk ngenet juga. Ngenet adalah kebutuhan mendasarku selain makan dan minum (duh lebay banget). Tanpa ngenet badanku bisa gatel-gatel dan meriang. Daripada lebih menderita jadinya aku tetep ngenet dengan harga yang aduhai itu. Selain itu tetep aku harus melek tengah malam biar tetep dapat tarif yang katanya murah (padahal mahal). Semoga aja perjuangan ini ada artinya. I'm blogging for living.

Krisis global, bagaimanapun harus dihadapi. Manusia itu tidak selamanya berada di comfortable zone, sehingga manusia yang beruntung adalah yang mampu mempersiapkan apapun yang terjadi. Tuhan kalau memberikan cobaan itu nggak akan lebih dari kemampuan ciptaannya. Jadi kalo sekarang aku diuji harus menghadapi harga-harga yang naik, maka Dia tahu bahwa aku itu orang yang kuat dan mampu mengatasinya. Yang bisa aku lakuin sekarang cuma berdoa agar nantinya krisis mereda dan semua kembali normal. Juga agar aku bisa cepet lulus dengan nilai baik dan dapat kerjaan layak. Jadi mahasiswa itu semacam tekanan batin, di satu sisi aku bukan lagi anak-anak, tapi di sisi lain kadang aku masih merasa seperti anak-anak. Remaja nanggung seperti aku dituntut untuk bisa mempersiapkan hidup layaknya manusia dewasa.


Lupakanlah krisis global, yang bisa dilakuin adalah berpikir kreatif. Misalnya bener-bener bokek, aku bisa nebeng laptop temen untuk bisa wifi gratis di kampus. Atau misalnya bener-bener nggak ada motor dan naik angkot mahal, aku harus bisa jalan kaki misalnya ke kampus (dengan resiko betis bengkak). Pokoknya harus seperti bunglon yang dapat menyesuaikan diri pada kondisi apapun. Semakin bisa menyesuaikan diri maka akan semakin bisa fleksibel bahkan dalam kondisi ekstrim seperti apapun. Kemauan itu harusnya berbanding lurus dengan kemampuan. Bila saat ini memang belum mampu, maka tabahkan hati jika hanya harus memimpikannya. Namun jangan jadikan mimpi itu menyakiti hati dan membuat putus asa. Tapi jadikanlah mimpi sebagai pemacu diri untuk berusaha meraihnya. Mau krisis global atau krisis moneter, yang jelas dunia nggak pernah menyediakan sesuatu bagi penghuninya dengan mudah. It's not a first class hotel, it's a wild jungle.

Another post of Kyai Djarkoni (iso ujar ra iso nglakoni)

Sumber foto: Corbis and [modified from] MyGroovy

Saturday, November 01, 2008

Railfan : The Iron Horses Lover


Beberapa waktu yang lalu aku sempat posting tulisan mengenai sepasang railfan yang menikah diatas lokomotif yang berjalan lambat dari Stasiun Tugu ke Stasiun Lumpayangan di Yogyakarta. Komunitas railfan memang begitu eksentrik dan unik dalam mengekspresikan kecintaan mereka terhadap kereta api. Bahkan ada yang berjam-jam menunggu kereta api lewat di perlintasan rel hanya untuk mengagumi keberadaannya. Untuk yang satu ini aku memang pernah mengalaminya. Waktu kecil dulu, aku adalah seorang railfan sejati. Setiap pagi buta aku selalu merenget pada kakekku tercinta untuk diantar melihat kereta api melintas di bawah fly-over Lempuyangan.

Sejak mesin uap pertama kali ditemukan oleh James Watt dan lokomotif bermesin uap ditemuka oleh George Stephenson, kereta api telah menjadi sarana transportasi masal yang menyita perhatian. Alat transportasi yang terdiri dari lokomotif berserta rangkaian gerbong dan berjalan pada jalur rel ini langsung menjadi sarana yang efektif pada awal kemunculannya. Kereta api bahkan merupakan sarana yang membantu mobilitas bangsa Belanda untuk menaklukan tanah jajahannya, termasuk Indonesia ini. Seringkali aku memperhatikan banyak bekas jalur kereta yang nggak dipakai lagi di Jogja ini. Itu adalah bukti bahwa jaman dulu, kereta api itu fungsi dan perannya sangat besar.


Para pecinta kereta api biasanya memiliki alasanya sendiri-sendiri untuk hobinya ini. Secara gamblang, kecintaan mereka ini dapat diungkapkan melalui kegemaran memotret kereta api, melihat kereta api dan membuat model miniatur kereta api. Mereka sering juga mengunjungi bekas-bekas jalur kereta, menonton lokomotif bekas, dan ada pula yang gemar mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan kereta api, misalnya sejarah dan konstruksinya untuk kemudian didiskusikan bersama. Ferroequinology (ferro: besi, equino: kuda, logy: ilmu) adalah istilah yang merujuk pada ilmu yang mempelajari perkeretaapian, khususnya lokomotif, para pembelajarnya disebut ferroequinologist. Di Indonesia sendiri Museum Kereta Api Ambarrawa merupakan surga bagi para railfan. Cukup unik memang melihat tingkah para railfan, kadang terkesan childish. Salah satu varian railfan adalah metrophile yang secara spesifik lebih cenderung pada subway atau kereta api bawah tanah. Menurut Wikipedia, ada seseorang metrophile bernama Darius McCollum yang berani untuk menyamar menjadi pegawai subway New York hanya untuk bisa mengemudikan kereta, memperbaikinya, dan membantu pekerja subway lain. Karena melanggar hukum akhirnya dia dipenjarakan.


Bagaimanapun juga hobi ini perlu mendapatkan aprsiasi. Menurutku orang yang dapat mengekspresikan ketertarikan dan minatnya adalah orang yang paling bahagia. Dan menjadi railfan aku rasa akan sangat seru dan menyenangkan. Railfan tidak berbeda dengan para pendaki gunung yang mencintai alam pegunungan. Mereka sama-sama memiliki ketertarikan yang sulit dipahami oleh pandangan awam. Apalagi jika mereka sampai mau mengeluarka berpuluh-puluh bahkan ratusan juta untuk membeli dan menyusun model kereta api yang mereka gemari. Tapi menurutku ini wajar saja kok, bila bicara masalah hobi, tidak ada hal yang terasa kelewatan. Vive Ferroequinophile!

Sumber gambar Corbis dan koleksi pribadi

Thursday, October 30, 2008

Halloween Creepy Time


Bulan Oktober memang bulannya Halloween. Halloween atau All Hallow Eve adalah festival yang lazin dirayakan di Amerika Utara khususnya Amerika Serikat. Biasanya Hallowen dirayakan setiap tanggal 31 Oktober atau malam sebelum hari raya Katolik yaitu Hari Semua Orang Kudus (All Hollow), dari situlah asalah nama Halloween. Asalnya Halloween merupakan tradisi paganis untuk merayakan musim panen yang dibawa oleh orang Celt dari Irlandia, Britania dan Perancis. Halloween selalu identik dengan mahluk menyeramkan dari dunia barat, seperti penyihir, goblin, setan, monster, dll. Labu Jack O'Lantern adalah simbol yang identik Halloween. Di Indonesia sendiri Halloween kurang dikenal namun mulai diperkenalkan melalui penyebaran pengaruh kebudayaan Amerika. Contohnya dapat dilihat saat ini, banyak TV yang mulai menjadikan Halloween sebagai tema tayangannya.

Malam ini seperti biasa aku gelisah menunggu jam tengah malam untuk bisa ke warnet dan menikmati happy hournya yang super murah. Sembari menunggu tengah malam aku biasa nonton tayangan film di TV untuk membunuh waktu. Tapi tayangan malam ini bener-bener menyebalkan. Setelah bosan menonton sinetron di RCTI, aku pindah channel ke Trans TV yang ternyata menyajikan film horror. Film horror adalah genre film yang sangat aku benci. Selain membuat penontonnya ketakutan, film horror tidak memberikan apa-apa lagi yang bermanfaat. Balik lagi pindah ke RCTI yang kali ini menayangkan juga film monster, yang bikin aku ngeri dan jijik. Jadi malam ini, mau tak mau aku harus menikmati sajian film yang hanya bikin aku ngeri untuk keluar rumah.


Begitu menyebalkannya cara merayakan Halloween seperti ini. Mungkin di negara asalnya Halloween diperingati dengan trick or threat, labu Jack O'Latern, pesta kostum, dll itu bisa terasa meriah dan seru. Tapi kalo dirayakan dengan tayangan seram kayak gini jelas-jelas aku nggak setuju. Sejujurnya aku bukan tipe orang penakut. Tapi aku paling tidak suka ditakut-takuti. Perasaan takut seperti ini hanya membuat aku kehilangan pikiran rasional. Kehilangan pikiran rasional membuat aku menjadi takut keluar rumah walaupun ingin. Dan akhirnya aku cuma bisa misuh-misuh sambil memaksa untuk pergi ke warnet.

Nonton film horror sebenernya kayak buah simalakama. Ketika belum mulai nonton memang kayaknya males banget dan begitu kuhindari. Namun begitu sudah mulai melihat sedikit tayangannya, timbul juga rasa penasaran ingin tau ceritanya. Wah, kalo udah gini rasanya seperti tersihir dan tidak mau beranjak. Sesudah menonton biasanya aku cuma bisa menyesal, karena yang tersisa cuma rasa takut. Aku juga heran, kenapa sih manusia senang menakut-nakuti diri sendiri. Sepertinya film horror sudah seperti candu yang mematikan saja. Yang namanya candu memang suka sesal di belakang. Itulah yang buat aku begitu menghindari film horror. Tapi kalo memang udah nggak ada yang lain buat dikerjakan atau ditonton ya apa boleh buat. Kacau besar lah pokoknya kalo udah di situasi ini.


Akhirnya jarum jam nunjukkin juga pukul 12 malam. Itu artinya aku harus keluar rumah kalo ingin ke warnet dengan happy hour price. Ya, akhirnya aku ambil pilihan untuk keluar biarpun dengan resikp ketakutan. Jam segitu di komplek aku kebanyakan udah pada tidur dan suasana malam menjadi mencekam. Malam-malam seperti ini biasanya tidak begitu mempengaruhiku. Aku yang memang sudah terbiasa keluar malam tidak pernah mempedulikan betapa mencekamnya suasana tengah malam itu. Tapi lain sekali malam ini, sehabis nonton dua tayangan bioskop Trans TV, yaitu Darkness Fall dan Tales From The Crypt pikiran irrasionalku mulai menguasai. Jangan-jangan ini, jangan-jangan itu, perasaan was-was akan sesuatu yang nggak perlu dicemaskan memang menyebalkan. Namun toh aku pergi dan sampai ke warnet juga. Dengan itu terbuktilah bahwa sebenernya rasa takut hanyalah bagian dari imajinasi. Aku akui setan itu memang ada, tapi setan bunuh orang rasanya kok masih sulit ya buat percaya.

Bahan bacaan:
Halloween - Wikipedia Indonesia
Halloween - Wikipedia English

Sumber foto: Corbis, Marion Raven

Tuesday, October 28, 2008

Paedofilia Berkedok Agama


Sudah dengar berita tentang Syekh Puji (45 tahun!) yang nekat menikahi Ulfa, gadis (atau anak-anak ya?) berumur 12 tahun. Kejadian ini sontak langsung memicu amarah masyarakat, rohaniawan dan kaum feminis dan langsung menentang pernikahan (atau perkawinan sih?) yang sebenarnya akan membatasi hak-hak anak untuk bergaul dan tumbuh seperti anak-anak lain pada umumnya. Tapi yang ditentang untuk ternyata malah balik menantang dan merasa yang dilakukannya itu merupakan hal yang benar karena agama memperbolehkannya. Waduh kacau berat nih.

Syekh Puji merupakan pengusaha kaya raya dan tokoh rohani yang terpandang di Semarang. Mobilnya saja sudah puluhan belum lagi propertinya. Selain itu dia juga sudah punya istri yang katanya lebih mengutamakan urusan agama dan sedang fokus mengurus pondok pesantren. Alasan inilah yang membuat beliau ini nekat melakukan audisi mencari bakat-bakat gadis muda untuk dinikahi. Tidak hanya muda, kyai paedofil ini mencari anak dibawah umur untuk dinikahi. Menurut beliau, setelah dinikahi, maka anak kecil itu akan dididik untuk mengurus perusahaan besarnya. Sepertinya alasan ekonomi memang menjadi faktor yang mendorong terjadinya pernikahan paedofil ini.


Tapi menurut orang tua anak dibawah umur tersebut, pernikahan itu terjadi semata-mata atas keinginan si anak sendiri. Masalah ekonomi menurutnya sama sekali bukan faktor yang menjadi dasar keputusan. Oleh sang orang tua, Kyai Paedofil itu dianggap sebagai pendidik spiritual dan pengusaha sukses yang mampu membahagiakan Ulfa, anak berumur 12 tahun itu. Setelah dinikahi, katanya Ulfa akan disekolahkan manajemen dan seluruh kebutuhannya akan dipenuhi. Padahal Syekh Puji sendiri berkomentar bahwa untuk menjadi istrinya, Ulfa tidak perlu sekolah lagi karena beliau nggak perlu ijazah. Satu lagi hak anak untuk memperoleh pendidikan dicederai. Parah bener nih orang!

Menurut Syekh Puji, nikah di bawah umur tidak dilarang oleh agama. "Nabi Muhammad sendiri menikahi Siti Aisyah sewaktu berumur 9 tahun" alasannya. Tapi MUI sendiri mengatakan bahwa tindakan Rasulullah tidak bisa sembarangan ditiru oleh manusia biasa, apalagi yang merasa sudah banyak tahu tentang agama. Untuk bisa menikah dibawah umur harus diputuskan oleh pengadilan. Syekh Puji menantang bagi siapun yang menentangnya untuk menunjukkan dalil hukum syariah Islam yang tidak membenarkan tindakannya, sekali lagi terlihat wujud kesombongannya yang merasa hidup di negara Islam dan tidak menghormati hukum yang berlaku di Indonesia yang jelas-jelas menentang seorang wanita untuk menikah dibawah umur 16 tahun.

BKKBN sendiri menganjurkan bagi wanita untuk menikah diatas umur 20 tahun. Sebab sebelum umur 20 tahun, organ reproduksi wanita belum terbentuk dengan matang. Selaput pada mulut rahim yang masih tipis akan sangat rentan untuk menimbulkan penyakit kanker mulut rahim. Kemungkinan timbulnya penyakit kanker mulut rahim akan semakin besar jika dilakukan hubungan intim sebelum umur 20 tahun. Peradangan pada selaput di mulut rahim akan memicu sel-sel kanker untuk terbentuk. Dan siapa lagi yang akan menderita selain anak-anak lugu yang menjadi korban para paedofil ini. Sungguh malang memang nasib mereka.

Untuk itulah para orangtua seharusnya mampu melindungi anak-anak gadisnya agar tidak menjadi korban praktek paedofil. Janganlah menjadikan agama sebagai payung hukum. Sebab saya rasa Islam sendiri mengajarkan untuk tidak melakukan sesuatu yang sebenarnya dapat untuk dihindari dan bukan sesuatu yang darurat seperti pernikahan paedofil misalnya. Jika memang tujuan Syekh Puji adalah untuk menjadikan istri pilihannya sebagai pemimpin perusahaan, mengapa tidak memilih istri muda yang telah cukup umur saja. Beliau memang sudah benar-benar gendeng, melihatnya saja aku sudah gedeg. Kabarnya kyai paedofil ini akan menikahi anak-anak dibawah umur lainnya. Sebaiknya memang pemerintah dan masyarakat lebih tegas untuk bertindak. Jangan sampai hal ini sampai terulang lagi. Hormatilah hak anak dan wanita, jangan jadikan kekuasaan, harkat dan martabat sebagai sarana untuk menindas orang lain.

Update:
Dikabarkan Syekh Puji membatalkan (atau menceraikan sih?) pernikahannya dengan Luthfiana Ulfa setelah mendapat kecaman keras dari komnas perlindungan anak dan dilaporkan perbuatannya ke kantor polisi. Kuasa hukum dari Syekh Puji meminta agar setelah Ulfa diceraikan, maka tidak ada lagi tuntutan hukum yang dialamatkan pada Syekh Puji (duh, enak banget ya!). Namun beberapa pihak menuntut agar Syekh Puji memberikan ganti rugi atas derita psikologis Ulfa paska diceraikan. Lebih menggembirakan lagi, sekolah Ulfa dengan senang hati menerima kembali gadis itu untuk kembali bersekolah. Di sekolah Ulfa termasuk anak yang berprestasi dan cerdas, begitu menurut pengakuan salah seorang temannya. Yah, semoga kasus yang super ribet ini nggak terjadi lagi deh.

Wednesday, October 22, 2008

Tetraphobia, Sebuah Tahayul


Sebagai warga Jogja aku memang sudah terlalu lama tinggal di Jogja. Suatu ketika aku dapat kesempatan berkunjung ke Jakarta dan diajak berkeliling melihat gedung-gedungnya yang tinggi. Saat memasuki salah satu gedung apartemen di kawasan Jakarta Barat aku agak terheran-heran melihat angka-angka lantai pada elevatornya. Pada elevator itu angka 4, mengandung angka 4 dan kelipatannya juga angka 13 hilang. Kemanakah raibnya angka-angka ini. Selama ini seumur-umur di Jogja aku hanya menemui elevator dengan angka lantai B, LG, G, 1, 2, dan 3, tidak pernah sampai angka empat. Aku akui memang aku itu ndeso. Heheheh

"Kok aneh sih, elevator ini tidak ada tombol untuk menuju lantai 4 dan kelipatannya" tanyaku heran.
"Angka empat itu menurut kebudayaan Cina berarti mati, jadinya seluruh bangunan tinggi di Asia menghindari penamaan lantai yang mengandung angka empat" jelas seorang wanita Tionghoa disamping aku.
"Oh gitu"

Karena masih saja penasaran aku coba tanya mbak Wikipedia, dan pernyataan itu dibenarkan oleh beliau. Menurut mbak Wikipedia, hal itu disebut Tetraphobia alias ketakutan terhadap angka 4. Kepercayaan tahayul ini banyak muncul di negara-negara Asia Timur seperti Cina, Jepang, Korea dan Taiwan. Tetraphobia dipicu oleh kesamaan bunyi bahasa Mandarin dari kata "empat" (四, pinyin: sì) dengan kata "mati" (死, pinyin: sǐ). Begitu pula dengan bahasa-bahasa Asia Timur lainnya, kata "empat" selalu berbunyi mirip kata "mati".


Memang yang namanya phobia apalagi tahayul itu sulit untuk dipikir secara logis. Bagaimana mungkin sebuah angka dapat menentukan nasib buruk atau bahkan kematian seseorang? Rasanya memang tidak masuk diakal. Tapi bagi yang mempercayainya, hal (tahayul) itu dapat dengan mudah untuk dibuktikan kebenarannya. Aku jadi inget waktu nonton The Skeleton Key ada tag yang lumayan kena banget yaitu "Fearing is Believing". Ketakutan itu akan selalui menghantui ketika seseorang mempercayainya. Mungkin itulah yang disebut sugesti alam bawah sadar kali ya.

Ada juga cerita lain waktu ibuku memutuskan hari untuk pulang setelah satu minggu lebih dirawat di RS akibat Typus. Beliau bilang kalo sebaiknya jangan pulang hari (Selasa ato Rabu ya?) sebab bisa bikin bala. Aku belum pernah denger tahayul itu sih cuek aja. Menurut aku tidak ada hubungannya dan tidak ada alasan rasional untuk menjelaskan tahayul itu. Apa yang membuat hari yang disebutkan beliau itu mampu mendatangkan musibah? Ya balik lagi sih, percaya nggak percaya aja.


Di jaman serba modern ini memang makin banyak aja orang yang tidak percaya tahayul seperti aku ini (ato makin berkurang ya?). Boleh aja sih nggak percaya, tapi bukan berarti bertindak gegabah. Tahayul aku rasa adalah bagian dari suatu budaya. Dan menghormati budaya lebih banyak mendatangkan manfaat dibanding kerugian. Jangan mentang-mentang nggak percaya tahayul terus cuek aja gitu pipis di Lawang Sewu. Wah, kalo kesambet nggak nanggung ya. Hehehehe

Oh iya, selain Tetraphobia ada juga Triskaidekaphobia yaitu takut terhadap angka 13. Ketakutan ini berkaitan dengan Jumat ke-13 (Friday 13th) dan lantai ke-13 (13th Floor). Tahayul memang tidak ada habisnya di dalam hiruk pikuk kehidupan di dunia ini. Mengenai Tetraphobia atau Triskaidekaphobia hanyalah secuil dari berbagai jenis phobia dan tahayul yang dialami manusia. Menurut mbak Wikipedia masih ada 90-an lebih jenis phobia dan mungkin ribuan lagi jenis tahayul. Wow!

Tuesday, October 21, 2008

Quick Post


Nggak terasa rasanya udah 6 hari semenjak postingan terakhir. Berada dalam situasi malas seperti ini memang kadang membuat keterusan sampai akhirnya menyadari banyak hal yang terlewat. Kalau sudah kayak gitu biasanya hanya bengong atau mulai bingung. Apa daya sesuatu yang terlewat memang tidak bisa dikembalikan lagi. Jadinya yang bisa dilakuin cuma mengais-ngais apa saja yang belum terlewat untuk kemudian dimanfaatkan sebaik-baiknya. Lebih baik terlambat daripada tidak pernah sama sekali. Tapi tentunya akan lebih baik lagi jika tidak pernah sampai terlambat.

Ngomong apa sih tadi barusan? Yang jelas selama 6 hari ini aku banyak disibukkan oleh berbagai kegiatan nggak penting. Tidak post bukan berarti tidak online. Hampir setiap hati aku online cuma tidak punya ide untuk posting, bahkan hari ini. Kerasa banget deh rasanya kalo bener-bener butuh banget yang namanya komputer. Disaat punya ide, tiba-tiba saja bisa menguap kalo nggak segera direalisasikan. Tapi apapun itu, jangan sampai keterbatasanku mampu membatasiku lebih jauh lagi. Sekarang itu waktunya bangkit untuk mencari sesuatu yang belum ada, bukan untuk menyesali apa yang tidak ada. Fasilitas memang membantu terciptanya kreativitas, namun bukan menjadi candu kreativitas.

Omong-omong seneng juga nie, akhirnya aku dapat awardku yang pertama dari mbak Astrid as Friendly Blogger. Berlebihan nggak sih sebenernya? Sebagai blogger aku tidak cukup rajin untuk blogwalking dan berkenalan dengan temen blogger lainnya. Cukup friendly-kah aku? Hehehe, aku rasa masih jauh lah. Positive thinking-nya moga-moga dengan award ini aku bisa semakin friendly, baik di dunia maya maupun nyata. Biarpun nggak ada kewajiban untuk nerusin ke banyak orang, tapi aku akan coba untuk nerusin award ini buat pak'deku sendiri dan Antown. Monggo diambil ya, itulah susahnya kalo nggak cukup friendly, dikasih award gini bingung mau kirim balik ke siapa.

Setelah berkali-kali gonta-ganti logo, akhirnya aku nemu juga logo dan tagline yang cocok buat blog ini. Logo ini tipografinya terinspirasi dari album-art Womanizer-nya Brtiney Spears. Bahkan aku memakai jenis font yang sama, moga-moga saja nggak dikatakan plagiat. Ya kata orang sih terinspirasi itu lebih terhormat daripada plagiat. Gimana menurut kisanak logo baruku ini? Hope got a good respond. itung-itung belajar desain lah. Sudah lama vakum soalnya.


Cukup banyak sebenarnya rencanaku ke depan yang udah aku pikirkan. Salah satunya adalah untuk bisa kerja part time. Saat ini memang aku butuh penghasilan untuk bisa menebus notebook dambaan. Selain itu aku juga pengen lebih serius kuliah. Belakangan ini aku merasa begitu ketinggalan dan tambah geblek. Kalo ingin masa depan yang lebih baik seharusnya aku mampu merubah semua kebiasaan buruk itu. Hilangkan sifat malas dan semakin semangat. Kesuksesan hanya menunggu untuk diraih kok sebenernya.

Hari ini juga adikku Sinta berangkat ke Bandung buat acara lomba bahasa Mandarin. Moga-moga dia bisa sukses disana dan mendapat juara. Melihat usahanya yang gigih untuk belajar dan latihan bahasa Mandarin selama setahun ini rasanya cukup pantas dia mendapatkannya. Tapi tentunya keputusan juri dan kehendak Tuhan yang menentukkan segalanya. Lagi-lagi sebagai manusia cuma bisa menerima segala pemberian Tuhan sebagai anugerah. Bila pandai bersyukur pasti akan mendapat lebih.

Seperti biasa gambar bersumber dari Corbis

Monday, October 13, 2008

19 and Counting


serpihan hati ini kupeluk erat
akan kubawa sampai kumati
memendam rasa ini sendirian
ku tak tau mengapa
aku tak bisa melupakanmu…
Kebiasaan buruk aku kambuh lagi. Selalu terbawa perasaan, padahal itu nggak perlu. Kadang-kadang hanya gara-gara lagu ato film bisa jadi mellow-mellow nggak jelas gini. Seperti tanda-tanda orang gila. Semua kerjaan jadi kacau, tugas laporan praktikum linux juga kacau belum aku kerjain sama sekali. Materi buat ikutan lomba nulis juga belum dibuat sama sekali gara-gara penyakit yang sering kambuh ini. Aku nggak tau tuh, seharusnya aku tuh nyaman-nyaman aja ngejomblo tanpa ada rasa yang aneh-anaeh gini. Selama ini kan aku menganut motto "Be Single and Happy Forever". Tapi aneh, kalo emang gitu kenapa harus ada rasa mellow kayak orang kesepian gini ya.

Aku sering dibuat frustasi karenanya. Sering tiba-tiba penegen begadang di warnet meskipun uang menipis. Susah tidur dan mulai ngebayangin dan mikirin apa-apa yang harusnya dihapus saat mau tidur. Punya keinginan ini itu yang memenuhi otak. Tapi keinginan itu sebatas hanya bisa memenuhi otak saja, karena untuk merealisasikannya aku tuh omdo (omong doang). Itulah yang bikin aku benci banget ama diri sendiri. Mau jadi apa aku ini kalo terus seperti ini. Semuanya kan nggak bisa semata-mata jatuh dari langit. Kalo nggak ada usaha meraihnya semuanya bakalan terlewat begitu saja.


Apa sih perkembanganku sejauh ini? Umur aku 19 and counting and counting. Waktu terasa begitu cepat berlalu serasa naik Rollercoaster. Buku-buku udah aku buka dan aku tutup. Dan begitu aku sadar nantinya aku sudah akan menutup buku terakhirku? Apakah sisa hidupku yang bisa berarti untuk ditinggalkan nantinya. Semuanya cuma omong kosong dan lelucon. Akhirnya nantinya aku cuma akan dilupakan dan terhapus dari sejarah. Nggak pernah ada catatan untuk mengingat sesuatu yang merujuk pada aku. Aku cuma satu dari sekian orang biasa-biasa aja yang nggak penting bagi dunia ini.

Aku rasa feeling mellow gitu ada benarnya juga. Udah saatnya aku mulai sadar dan berbenah diri. Saat ini bukan lagi saatnya meratapi nasib dan mempersalahkan takdir. Udah waktunya untuk berbenah diri untuk memperbaiki nasib dan bersahabat dengan takdir. Bukan lagi memikirkan apa yang tidak dimiliki tapi mulai merencanakan apa yang akan dimiliki. Hidup adalah perjuangan yang tiada henti. Bila tidak mau berjuang hanya akan jadi asap yang hilang ditengah kabut tebal. Aku nggak mau jadi asap seperti itu. Walaupun hidup manusia itu singkat tapi adalah abadi segala sesuatu yang diwariskannya kelak. Sia-sia aja kalo hidup hanya mikirin diri sendiri.

All images provided by Corbis
Quote by Utopia - Serpihan Hati

Sunday, October 12, 2008

Krismon, Panas dan Wordpress


Kayaknya hari ini aku bakalan banyak ngeluh. Aku tau ngeluh itu nggak baik, tapi sudahlah yang penting enak. Nggak seperti dua hari yang lalu, kemarin dan hari ini Jogja panas abis. Hari ini kuawali dengan bangun siang dan mendapati suasana di dalam rumah seperti di dalam microwave oven raksasa. Panasnya katanya mencapai 35 derajat celcius, seperti umroh saja rasanya. Aku yang kecapekan begadang kemarin malam masih tidur dengan pakaian lengkap, jeans panjang dan kaos. Otomatis badanku jadi sedikit dehidrasi. Orang-orang rumah panik waktu lihat aku bangun dengan mulut berdarah akibat panas dalam. Sepeti Sumanto yang abis makan korbannya aja.

Panas Jogja kali ini memang sulit untuk ditolerir. Tidak ada satupun yang bisa mengurangi penderitaan panas di rumah. Kipas angin menghembuskan angin panasnya, kulkas menyediakan freezer kosong tanpa es batu. Dan silahkan nikmati hidangan air putih panas beserta rice cooker yang kosong tanpa nasi. Kacau pisan deh keadaan hari ini, perut mana udah keroncongan sebab tadi pagi lupa makan. Kami sekeluarga menikmati panas ini dengan bergeletakan di lantai dingin seperti dendeng yang baru dijemur. Kipas angin oh kipas angin kenapa kau malah meniupkan angin panas kepada kami semua.


Seperti tidak cukup penderitaan kali ini. Situasi rumah sedang mengikuti tren Amerika baru-baru ini, krismon - krisis moneter (baca: dompet kosong, nggak bisa jajan). Hampir seluruh anggota rumah dilanda krismon. Mama aku yang biasa royal mendadak pelit abis. Pelitnya mungkin karena krismon itu juga. Ya, semenjak lebaran memang job mamaku jadi sepi. Owh, so sad deh... begitu pula aku. Setelah kemarin lebaran berboros-boros ria, mendadak semuanya jadi serba terbatas. Tapi aku masih bersyukur kok, masih bisa makan walopun cuma indomie. Sabar... sabar, badai pasti berlalu. Shock juga sih, sebab krismon ini ternyata udah menjadi tren bagi orang-orang disekitar aku. Beli pulsa susah, ke warnet susah, ke burjo susah. Duit seribu aja berasa jadi berharga banget. Oh Amerika, lain kali kalo nyebarin tren yang enakan dikit napa. Aku yang tidak berdosa ini kan jadi kena imbasnya.

Dua hari ini aku nggak posting tulisan baru. Aku sedang sibuk mengerjakan blog aku yang rencananya mau aku host sendiri dengan private domain pake mesin Wordpress. Sebelum itu aku coba untuk buat themes yang bagus untuk dipasang di Blog Wordpress aku. Ternyata susahnya gila deh, berkali-kali aku nyoba tetep aja akhirnya nyerah. Kode css Worpress menurutku rumit pisan. Aku udah coba baca-baca tutorial dari so-called expert di rimba Google, tapi kebanyakan kok malah menyesatkan. Ato ini emang dasarnya aku yang nggak gampang mudeng ya? Entahlah yang jelas itu cukup membuatku frustasi dan begadang berhari-hari menunggu pencerahan. Worpress cukup sukses buat aku jadi melewatkan banyak hal, postingan aku yang berharga ini salah satunya. Sudahlah, akhirnya aku memutuskan untuk belajar CSS Wordpress sedikit demi sedikit. Tetep semangat aja pokoknya, pasti ada suatu waktu nanti aku keluar dari jaman jahiliyah ini.


Lepas dari segala problem yang ada, hari ini aku juga mendapatkan bala bantuan dari adikku yang paling kecil. Nisa yang memang pandai berhemat dan menyimpan uang itu menawarkan untuk membayari ongkos warnet buat aku. Tapi ada syaratnya juga, dia minta diajarin main internet olehku. Dasar Nisa, masih kecil saja rasa ingin tahunya tak terbatas. Otomatis aku terima saja tawaran itu kan, lumayan bisa posting baru. Nisa adikku itu memang hemat, tapi nggak pelit. Aku rasanya tambah sayang ama dia. Sekarang dia sedang makan es krim disamping aku. Dia beli pake uangnya sendiri lho.

Sumber gambar dari sini dan dari sini

Monday, October 06, 2008

Mudik Lebaran


Lebaran memang selalu menjadi saat yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga. Pada momen ini keluarga berkumpul untuk saling memaafkan dan mendekatkan silaturahmi. Seperti layaknya perayaan Thanksgiving yang lazim dirayakan di Amerika Serikat, perayaan lebaran rasanya memang tidak afdol jika tidak berkumpul dengan keluarga. Ada energi tersendiri ketika kembali pulang ke kampung halaman setelah berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun merantau di kota orang. Beberapa kerabatku, diantaranya tante dan pak'deku sendiri menceritakan bagaimana nikmatnya mudik ke kampung halaman. Rasanya seperti menemukan oase di padang pasir.

Memang rasanya begitu indah momen mudik dan lebaran ini ya? Namun jadi tidak indah lagi bila ternyata ini hanya membawa musibah. Sudah tak terhitung berapa banyak korban kecelakaan akibat fenomena mudik setiap tahunnya. Berbondong-bendong orang mudik tanpa mempedulikan keselamatan diri. Ketika terjadi kecelakaan lalu lintas yang fatal bahkan sampai merenggut jiwa. Bukan lagi kesempatan untuk bertemu keluarga yang diperoleh, namun musibah yang tentunya akan membuat keluarga di kampung halaman menjadi sedih dan terpukul.


Sore ini kebetulan aku menonton acara berita di televisi. Hampir kebanyakan membicarakan tentang korban mudik, entah itu kecelakaan atau kesedihan lainnya. Aku sendiri heran mengapa di momen lebaran yang harusnya diisi dengan semangat kemenangan dan kebahagiaan, jutru masih banyak orang yang tidak lepas dari belenggu kesedihan. Dari berita para TKI yang tenggelam di perairan Port Klang Selangor Malaysia yang disambut isak tangis kesedihan keluarga, nenek lanjut usia yang tewas setelah berdesak-desakan di stasiun kereta api yang ditayangkan di Reportase Trans TV, juga berbagai kecelakaan yang selalu membuat hati miris abis. Memang tidak bisa dipungkiri, kemiskinan selalu mendorong seseorang berbuat nekat. Namun menurutku, kemiskinan bukan menjadi alasan untuk mempertaruhkan nyawa demi sesuatu yang tidak lebih berharga dari itu.

Okelah, bagi sebagian orang, mudik itu sangat perlu dan wajib dilaksanakan tiap tahun. Mungkin aku kurang mengerti dan hanya bisa omong doang tentang bagaimana rasanya orang mudik (kuakui aku sendiri memang belum pernah mudik). Tapi apapun itu, jangan sampai acara mudik ini justru akan menimbulkan kerugian bagi diri sendiri, keluarga atau orang lain. Jika memang tidak memungkinkan untuk mudik, tentunya masih bisa lewat telepon atau mengambil cuti pulang di kesempatan lain. Kedekatan dengan keluarga sebetulnya kan bisa dilakukan kapanpun tanpa harus ada kewajiban untuk hanya dilakukan saat lebaran. Pertimbangkan untuk mudik dengan bijaksana, sehingga dapat sampai di kampung halaman dengan selamat dan bahagia.

Sumber gambar:
Wikipedia
Corbis

Lost and Found


Nampaknya beberapa hari ini bisa dikatakan hari sialku. Setelah tragedi blender yang bikin rumah kotor semua dan bikin aku jadi harus bersih-bersih rumah, giliran flash disk aku yang tiba-tiba hilang data. Ya, beneran hilang, dan yang tersisa hanyalah karakter huruf aneh berbentuk folder-folder dan nggak bisa diakses. Istilah kerennya, kondisi ini dinamakan Partition Lost and Misread dan apapun itu udah sukses buat aku uring-uringan, kalut, dan marah-marah seharian. Setelah dipikir-pikir apa ya gunanya itu? Buang-buang energi aja.

Semenjak nemuin flash disk aku yang bermasalah ini aku mencoba postive thinking, yah mungkin aja drive usbnya baru error bentar. So, aku coba di komputer lain dan hasilnya sama, saat itulah aku mulai panik. Harus gimana nieh? Data penting semua ada disitu. Aku akhirnya cari akal dan coba pinjam program unerase di rental disk. Hasilnya semua nihil, program-program nggak ada yang bisa ngobatin flash disk aku tersayang ini. Aku makin putus asa, aku coba untuk kerahin segala yang aku tahu. Dan aku sadar mendadak jadi geblek dan itu menyakitkan sekali. Kejadian kayak gini udah pernah aku alami dulu sebelumnya, cuma aku lupa cara ngobatinnya.


Setelah segala macam program aku instal dan segala jenis command aku ketik nggak ada hasilnya semua, aku mulai bener-bener putus asa. Stres udah sampai diubun-ubun kepala, tinggal menunggu meledak. Bodohnya aku juga sih, belum sempat backup semua data ke CD. Memang sampai saat ini keadaanku yang belum punya komputer menjadi hambatan dan ancaman terbesar dari keselamatan data-data pentingku. Dulu, pamanku pernah dengan sengaja menghapus hampir seluruh data penting berikut dokumen-dokumen penelitian yang seluruhnya aku simpan di komputernya. Karena peristiwa itu aku selalu paranoid, dan my biggest fear terjadi hari ini. Flash disk, satu-satunya media penyimpanan yang aku andalkan tiba-tiba nggak mau berkompromi dan dengan seenaknya ngambek.

Emosi yang udah diubun-ubun kepala udah meledak. Siapa aja jadi sasaran, dan mendadak aku nggak mau ada orang dideketku. Ketika udah mulai dingin emosinya aku putuskan untuk mandi, setelah seharian nggak mandi (jorok!). Mandi memang membuat pikiran jernih dan emosi turun, sekarang tinggal rasa sedihnya. Cara mengatasinya yang mencoba ikhlas aja dan merelakan apa yang datang untuk hilang atau pergi. Ya itulah hidup, selalu datang dan pergi, nggak ada yang abadi. Sejujurnya kehilanganku saat ini masih bukan apa-apa dibanding apa yang dirasain orang-orang yang kehilangan sesuatu yang lebih besar.

Ternyata keikhlasan menerima sesuatu membuahkan hasil. Malamnya ketika buka internet, aku coba masukin keyword ke Google "flash disk data hilang fat12 recovery" dan voilà aku menemukan blog yang membahas masalah yang sama sepertiku. Dalam blog itu dijelaskan manfaat dan keunggulan dari program "Power Data Recovery" yang mampu membackup seluruh file yang terkena corrupt pada berbagai jenis partisi. Feeling aku program ini mampu menjadi superheroku, dan ternyata feeling itu benar. Aku coba versi trial program ini dan bekerja dengan bagus, hampir seluruh file yang corrupt dapat ditampilkan dan disimpan kembali. Gimana nggak seneng coba? Memang sesuatu yang diatasi dengan kepala dingin pasti akan mudah menemukan jalannya. Hari ini memang bener-bener pelajaran yang berharga buat aku. Moga-moga lain kali aku bisa lebih bijak.

PS: Buat temen-temen dan adik-adikku yang sempet aku omelin, mohon maaf ya atas kekhilafanku.

Wednesday, October 01, 2008

Anak Kecil Tau Internet Juga?


Siang ini habis halal bi halal dan ketemu banyak keluarga untuk saling maaf memaafkan, tiba-tiba adikku yang berumur 5 tahun mengejutkanku. Tiba-tiba saja dia minta diajak ke warnet untuk main internet.

"Mas, kamu suke ke internet ya?"
"Iya, mang kenapa Nis?"
"Mas, aku mau ikut ke internet"
"Memangnya kamu bisa main internet nis? Kamu mau ngapain?"
"Mbak Lia katanya bisa lihat kuntilanak di internet.."
"...."

Hehehe, tenyata dia kepingin lihat kuntilanak di Intenet. Wajar aja sih, anak umur segitu emang tertarik lihat hantu-hantuan. Dan begitu tau kalo internet menyediakan fasilitas untuk melihat hantu, maka ia jadi begitu tertarik. Kakaknya yang lebih besar memang sudah tau internet, mungkin dia cerita padanya tentang kehebatan internet. Anak jaman sekarang ya, sudah bisa melihat internet sebagai fasilitas yang menguntungkan buat dia. Bagus lah, pengenalan internet memang seharusnya sejak kecil. Aku jadi ingat iklan telkom tentang internet yang masuk desa, dimana banyak orang yang begitu antusias dengan kehadiran internet tanpa tahu apa sesungguhnya internet itu.

Tapi tentunya aku dan mamaku harus lebih perhatian. Jangan sampai anak-anak kecil ini menggunakan internet untuk memenuhi rasa penasarannya yang berbahaya. Wah, memang seperti buah simalakama ya kemunculan internet itu. Di satu sisi internet menyediakan sarana untuk mengakses ilmu pengetahuan bagi anak-anak, tapi disisi lain internet juga mampu menyediakan akses untuk konten yang tidak pantas dikonsumsi oleh anak-anak, seperti pornografi misalnya. Untuk itulah perlu bimbingan dan pendampingan dari orang tua, agar nantinya anak-anak dapat menggunakan internet dengan tepat

Setelah beberapa waktu, Nisa adikku terlihat puas. Selama di warnet dia mengoceh terus, tanya ini tanya itu. Geli aku melihat rasa keingintahuannya yang begitu besar. Semoga saja di masa mendatang dia menjadi anak yang cerdas.

Membedah Mata


Mata itu cerminan hati, ungkapan ini memang aku akui kebenarannya. Melalui mata manusia mampu melihat apa yang ada dibalik hati seseorang. Hal ini mungkin akan menjadi mengerikan atau menguntungkan bagi sebagian orang. Mata memang sulit sekali berbohong. Untuk itu seringkali aku melihat di televisi para penjahat menutupi wajah atau matanya karena merasa takut untuk orang lain melihat suatu kebenaran yang terpancar melalui matanya. Kekuatan mata memang begitu fantastis, ia adalah pintu gerbang dari segala sesuatu yang bersifat visual, letaknyapun berada di area otak.

Beberapa orang mampu untuk melihat seseorang itu berbohong melalui gerak-gerik bola mata. Konon katanya orang yang berbohong bola matanya cenderung ke arah kanan. Bola mata ke arah kanan menunjukkan seseorang sedang berusaha untuk menciptakan atau memikirkan hal-hal yang baru, oleh karena itu banyak seniman maupun ilmuwan yang bola matanya condong ke kanan saat sedang berpikir. Sinar mata juga merupakan suatu sarana untuk melihat maksud dan niat dari seseorang. Konon ada semacam kekuatan dan energi yang terpancar dari sinar mata manusia. Energi ini dapat berupa energi positif maupun negatif, orang yang bermaksud untuk berbuat kejahatan biasanya pancaran sinar matanya negatif. Memang begitu hebat kekuatan dari mata itu.


Mata juga merupakan alat komunikasi non-verbal yang efektif. Melalui kontak mata seseorang akan mampu menyampaikan maksud dan tujuannya kepada orang lain. Tidak ada bahasa yang secara spesifik menjelaskan bagaimana suatu kontak mata dapat menjelaskan sesuatu. Segalanya terjadi secara naluriah dan tanpa disadari, seperti ada kamus yang telah terekam di dalam otak manusia. Aku mengalaminya sendiri, saat sedang berkomunikasi dengan seseorang, ia mampu mengerti maksudku dengan jelas melalui kontak mata.

Banyak orang menganggap, memiliki organ penglihatan berupa mata adalah sebuah anugerah terbesar dari Sang Pencipta. Begitu banyak hal yang mampu dilakukan dengan bantuan penglihatan mata, bahkan hampir seluruh aktivitas manusia bergantung pada penghlihatan. Namun tak sedikit pula yang menganggap ini sebuah kutukan. Melalui mata terkadang manusia melihat suatu keburukan, pornografi misalnya. Orang yang buta semenjak lahir mungkin tidak akan pernah bisa membayangkan tubuh molek telanjang seorang wanita atau tubuh kekar seorang lelaki yang tanpa busana. Ya, itu hanya salah satu sisi saja, masih banyak keburukan-keburukan lain yang bisa dilihat melalui mata.

Pada salah satu episode "Para Pencari Tuhan Jilid 2" aku teringat ketika ada seorang buta ditanyai oleh dua orang wanita, "Bagaimana sih rasanya menjadi buta?". Dengan bangganya seorang buta menjawab, "Saya merasa begitu bersyukur menjadi buta, karena dengan itu saya telah terhindar dari segala macam dosa yang berhubungan dengan mata, saya telah terhindar dari tanggung jawab manusia untuk memiliki suatu penglihatan". Sungguh memang segala sesuatu itu memiliki tanggung jawab. Untuk itu pergunakanlah apa yang menjadi tanggung jawab itu dengan sebaik-baiknya.

Sumber Gambar:
DeviantArt
Corbis