Showing posts with label religion. Show all posts
Showing posts with label religion. Show all posts

Tuesday, October 28, 2008

Paedofilia Berkedok Agama


Sudah dengar berita tentang Syekh Puji (45 tahun!) yang nekat menikahi Ulfa, gadis (atau anak-anak ya?) berumur 12 tahun. Kejadian ini sontak langsung memicu amarah masyarakat, rohaniawan dan kaum feminis dan langsung menentang pernikahan (atau perkawinan sih?) yang sebenarnya akan membatasi hak-hak anak untuk bergaul dan tumbuh seperti anak-anak lain pada umumnya. Tapi yang ditentang untuk ternyata malah balik menantang dan merasa yang dilakukannya itu merupakan hal yang benar karena agama memperbolehkannya. Waduh kacau berat nih.

Syekh Puji merupakan pengusaha kaya raya dan tokoh rohani yang terpandang di Semarang. Mobilnya saja sudah puluhan belum lagi propertinya. Selain itu dia juga sudah punya istri yang katanya lebih mengutamakan urusan agama dan sedang fokus mengurus pondok pesantren. Alasan inilah yang membuat beliau ini nekat melakukan audisi mencari bakat-bakat gadis muda untuk dinikahi. Tidak hanya muda, kyai paedofil ini mencari anak dibawah umur untuk dinikahi. Menurut beliau, setelah dinikahi, maka anak kecil itu akan dididik untuk mengurus perusahaan besarnya. Sepertinya alasan ekonomi memang menjadi faktor yang mendorong terjadinya pernikahan paedofil ini.


Tapi menurut orang tua anak dibawah umur tersebut, pernikahan itu terjadi semata-mata atas keinginan si anak sendiri. Masalah ekonomi menurutnya sama sekali bukan faktor yang menjadi dasar keputusan. Oleh sang orang tua, Kyai Paedofil itu dianggap sebagai pendidik spiritual dan pengusaha sukses yang mampu membahagiakan Ulfa, anak berumur 12 tahun itu. Setelah dinikahi, katanya Ulfa akan disekolahkan manajemen dan seluruh kebutuhannya akan dipenuhi. Padahal Syekh Puji sendiri berkomentar bahwa untuk menjadi istrinya, Ulfa tidak perlu sekolah lagi karena beliau nggak perlu ijazah. Satu lagi hak anak untuk memperoleh pendidikan dicederai. Parah bener nih orang!

Menurut Syekh Puji, nikah di bawah umur tidak dilarang oleh agama. "Nabi Muhammad sendiri menikahi Siti Aisyah sewaktu berumur 9 tahun" alasannya. Tapi MUI sendiri mengatakan bahwa tindakan Rasulullah tidak bisa sembarangan ditiru oleh manusia biasa, apalagi yang merasa sudah banyak tahu tentang agama. Untuk bisa menikah dibawah umur harus diputuskan oleh pengadilan. Syekh Puji menantang bagi siapun yang menentangnya untuk menunjukkan dalil hukum syariah Islam yang tidak membenarkan tindakannya, sekali lagi terlihat wujud kesombongannya yang merasa hidup di negara Islam dan tidak menghormati hukum yang berlaku di Indonesia yang jelas-jelas menentang seorang wanita untuk menikah dibawah umur 16 tahun.

BKKBN sendiri menganjurkan bagi wanita untuk menikah diatas umur 20 tahun. Sebab sebelum umur 20 tahun, organ reproduksi wanita belum terbentuk dengan matang. Selaput pada mulut rahim yang masih tipis akan sangat rentan untuk menimbulkan penyakit kanker mulut rahim. Kemungkinan timbulnya penyakit kanker mulut rahim akan semakin besar jika dilakukan hubungan intim sebelum umur 20 tahun. Peradangan pada selaput di mulut rahim akan memicu sel-sel kanker untuk terbentuk. Dan siapa lagi yang akan menderita selain anak-anak lugu yang menjadi korban para paedofil ini. Sungguh malang memang nasib mereka.

Untuk itulah para orangtua seharusnya mampu melindungi anak-anak gadisnya agar tidak menjadi korban praktek paedofil. Janganlah menjadikan agama sebagai payung hukum. Sebab saya rasa Islam sendiri mengajarkan untuk tidak melakukan sesuatu yang sebenarnya dapat untuk dihindari dan bukan sesuatu yang darurat seperti pernikahan paedofil misalnya. Jika memang tujuan Syekh Puji adalah untuk menjadikan istri pilihannya sebagai pemimpin perusahaan, mengapa tidak memilih istri muda yang telah cukup umur saja. Beliau memang sudah benar-benar gendeng, melihatnya saja aku sudah gedeg. Kabarnya kyai paedofil ini akan menikahi anak-anak dibawah umur lainnya. Sebaiknya memang pemerintah dan masyarakat lebih tegas untuk bertindak. Jangan sampai hal ini sampai terulang lagi. Hormatilah hak anak dan wanita, jangan jadikan kekuasaan, harkat dan martabat sebagai sarana untuk menindas orang lain.

Update:
Dikabarkan Syekh Puji membatalkan (atau menceraikan sih?) pernikahannya dengan Luthfiana Ulfa setelah mendapat kecaman keras dari komnas perlindungan anak dan dilaporkan perbuatannya ke kantor polisi. Kuasa hukum dari Syekh Puji meminta agar setelah Ulfa diceraikan, maka tidak ada lagi tuntutan hukum yang dialamatkan pada Syekh Puji (duh, enak banget ya!). Namun beberapa pihak menuntut agar Syekh Puji memberikan ganti rugi atas derita psikologis Ulfa paska diceraikan. Lebih menggembirakan lagi, sekolah Ulfa dengan senang hati menerima kembali gadis itu untuk kembali bersekolah. Di sekolah Ulfa termasuk anak yang berprestasi dan cerdas, begitu menurut pengakuan salah seorang temannya. Yah, semoga kasus yang super ribet ini nggak terjadi lagi deh.

Thursday, October 23, 2008

Alter Egos


Me, at my home sweet home. I need to go out, somewhere far from home
Me, somewhere far from home. I need to back home, I feel insecure
Me, alone and feel lonely. I need to be around with somebodies who love me
Me, around with somebodies who love me. I need to take a break and be alone
Me, finally I know that I am restless. I have no place to stay

Sepenggal kalimat ini adalah apa yang aku rasain tadi. Lucu juga ya, aku sekarang nggak inget lagi apa maksud kalimat itu. Jadinya sulit mau nulis apa dan menjelaskan apa. Entahlah, kadang ngeri juga kalo menyadari bahwa terkadang aku seperti bukan aku. Penyakit pikunku ini kadang berkembang menjadi ketidaksadaran. I have no place to stay, even in my mind. Gagasan, pikiran, penyataan-pernyataan terkadang hilang seperti kabut. Keinginan, ketakutanku adalah sesuatu yang tidak terdefinisikan. Aku adalah manusia amoeba.

Tapi lupakanlah, hidupku mungkin hanyalah kumpulan dari mozaic-mozaic tak beraturan dan beraneka warna. Sepintas tampak semrawut dan tidak harmonis, namun itu adalah suatu kesatuan. Keberanekaragaman membuat hidup menjadi dinamis dan fleksibel. Mungkin suatu saat aku mampu menerima semuanya. Jika bumi menyediakan susu, maka aku bisa menjadikannya yogurt atau keju. Apapun yang bumi sediakan, aku harus mampu menjadikannya baik. Bumi telah menyediakan segalanya untuk memenuhi segala kebutuhanku. Tapi bumi tidak menyediakan apapun untuk segala kerakusanku.

Dimanapun aku berada, selalu ada cara untuk menjadikannya seperti di rumah. Rumah yang sebenarnya ada dalam pikiranku. Semua yang tersaji secara visual mungkin adalah semu. Nikmatilah segala kebosanan yang ada. Janganlah mempersalahkan keadaan. Terimalah keadaan apapun yang mungkin akan dialami. Tidak akan pernah ada habisnya sesuatu untuk disesali. Pilihan selalu ada di tanganku, untuk menikmatinya atau menjadikannya siksaan.

Monday, October 06, 2008

Mudik Lebaran


Lebaran memang selalu menjadi saat yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga. Pada momen ini keluarga berkumpul untuk saling memaafkan dan mendekatkan silaturahmi. Seperti layaknya perayaan Thanksgiving yang lazim dirayakan di Amerika Serikat, perayaan lebaran rasanya memang tidak afdol jika tidak berkumpul dengan keluarga. Ada energi tersendiri ketika kembali pulang ke kampung halaman setelah berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun merantau di kota orang. Beberapa kerabatku, diantaranya tante dan pak'deku sendiri menceritakan bagaimana nikmatnya mudik ke kampung halaman. Rasanya seperti menemukan oase di padang pasir.

Memang rasanya begitu indah momen mudik dan lebaran ini ya? Namun jadi tidak indah lagi bila ternyata ini hanya membawa musibah. Sudah tak terhitung berapa banyak korban kecelakaan akibat fenomena mudik setiap tahunnya. Berbondong-bendong orang mudik tanpa mempedulikan keselamatan diri. Ketika terjadi kecelakaan lalu lintas yang fatal bahkan sampai merenggut jiwa. Bukan lagi kesempatan untuk bertemu keluarga yang diperoleh, namun musibah yang tentunya akan membuat keluarga di kampung halaman menjadi sedih dan terpukul.


Sore ini kebetulan aku menonton acara berita di televisi. Hampir kebanyakan membicarakan tentang korban mudik, entah itu kecelakaan atau kesedihan lainnya. Aku sendiri heran mengapa di momen lebaran yang harusnya diisi dengan semangat kemenangan dan kebahagiaan, jutru masih banyak orang yang tidak lepas dari belenggu kesedihan. Dari berita para TKI yang tenggelam di perairan Port Klang Selangor Malaysia yang disambut isak tangis kesedihan keluarga, nenek lanjut usia yang tewas setelah berdesak-desakan di stasiun kereta api yang ditayangkan di Reportase Trans TV, juga berbagai kecelakaan yang selalu membuat hati miris abis. Memang tidak bisa dipungkiri, kemiskinan selalu mendorong seseorang berbuat nekat. Namun menurutku, kemiskinan bukan menjadi alasan untuk mempertaruhkan nyawa demi sesuatu yang tidak lebih berharga dari itu.

Okelah, bagi sebagian orang, mudik itu sangat perlu dan wajib dilaksanakan tiap tahun. Mungkin aku kurang mengerti dan hanya bisa omong doang tentang bagaimana rasanya orang mudik (kuakui aku sendiri memang belum pernah mudik). Tapi apapun itu, jangan sampai acara mudik ini justru akan menimbulkan kerugian bagi diri sendiri, keluarga atau orang lain. Jika memang tidak memungkinkan untuk mudik, tentunya masih bisa lewat telepon atau mengambil cuti pulang di kesempatan lain. Kedekatan dengan keluarga sebetulnya kan bisa dilakukan kapanpun tanpa harus ada kewajiban untuk hanya dilakukan saat lebaran. Pertimbangkan untuk mudik dengan bijaksana, sehingga dapat sampai di kampung halaman dengan selamat dan bahagia.

Sumber gambar:
Wikipedia
Corbis

Wednesday, October 01, 2008

Membedah Mata


Mata itu cerminan hati, ungkapan ini memang aku akui kebenarannya. Melalui mata manusia mampu melihat apa yang ada dibalik hati seseorang. Hal ini mungkin akan menjadi mengerikan atau menguntungkan bagi sebagian orang. Mata memang sulit sekali berbohong. Untuk itu seringkali aku melihat di televisi para penjahat menutupi wajah atau matanya karena merasa takut untuk orang lain melihat suatu kebenaran yang terpancar melalui matanya. Kekuatan mata memang begitu fantastis, ia adalah pintu gerbang dari segala sesuatu yang bersifat visual, letaknyapun berada di area otak.

Beberapa orang mampu untuk melihat seseorang itu berbohong melalui gerak-gerik bola mata. Konon katanya orang yang berbohong bola matanya cenderung ke arah kanan. Bola mata ke arah kanan menunjukkan seseorang sedang berusaha untuk menciptakan atau memikirkan hal-hal yang baru, oleh karena itu banyak seniman maupun ilmuwan yang bola matanya condong ke kanan saat sedang berpikir. Sinar mata juga merupakan suatu sarana untuk melihat maksud dan niat dari seseorang. Konon ada semacam kekuatan dan energi yang terpancar dari sinar mata manusia. Energi ini dapat berupa energi positif maupun negatif, orang yang bermaksud untuk berbuat kejahatan biasanya pancaran sinar matanya negatif. Memang begitu hebat kekuatan dari mata itu.


Mata juga merupakan alat komunikasi non-verbal yang efektif. Melalui kontak mata seseorang akan mampu menyampaikan maksud dan tujuannya kepada orang lain. Tidak ada bahasa yang secara spesifik menjelaskan bagaimana suatu kontak mata dapat menjelaskan sesuatu. Segalanya terjadi secara naluriah dan tanpa disadari, seperti ada kamus yang telah terekam di dalam otak manusia. Aku mengalaminya sendiri, saat sedang berkomunikasi dengan seseorang, ia mampu mengerti maksudku dengan jelas melalui kontak mata.

Banyak orang menganggap, memiliki organ penglihatan berupa mata adalah sebuah anugerah terbesar dari Sang Pencipta. Begitu banyak hal yang mampu dilakukan dengan bantuan penglihatan mata, bahkan hampir seluruh aktivitas manusia bergantung pada penghlihatan. Namun tak sedikit pula yang menganggap ini sebuah kutukan. Melalui mata terkadang manusia melihat suatu keburukan, pornografi misalnya. Orang yang buta semenjak lahir mungkin tidak akan pernah bisa membayangkan tubuh molek telanjang seorang wanita atau tubuh kekar seorang lelaki yang tanpa busana. Ya, itu hanya salah satu sisi saja, masih banyak keburukan-keburukan lain yang bisa dilihat melalui mata.

Pada salah satu episode "Para Pencari Tuhan Jilid 2" aku teringat ketika ada seorang buta ditanyai oleh dua orang wanita, "Bagaimana sih rasanya menjadi buta?". Dengan bangganya seorang buta menjawab, "Saya merasa begitu bersyukur menjadi buta, karena dengan itu saya telah terhindar dari segala macam dosa yang berhubungan dengan mata, saya telah terhindar dari tanggung jawab manusia untuk memiliki suatu penglihatan". Sungguh memang segala sesuatu itu memiliki tanggung jawab. Untuk itu pergunakanlah apa yang menjadi tanggung jawab itu dengan sebaik-baiknya.

Sumber Gambar:
DeviantArt
Corbis

Tuesday, September 30, 2008

Idul Fitri Coming Soon


Rasanya mellow sekali, nggak kerasa Ramadhan cepat sekali berakhir. 30 hari telah berlalu untuk menjalani ibadah puasa, menahan hawa nafsu dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Waktu memang kadang berlalu begitu cepat hingga tidak disadari. Malam ini adalah sahur terakhir dan tentunya juga puasa terakhir. Aku merasa sampai saat ini aku belum menjadi hambaNya yang baik namun tentunya aku selalu berusaha menjadi lebih baik. Untuk menjadi lebih baik, kuharap itu bukan omong kosong belaka.

Hari ini hampir semua orang sedang sibuk mudik untuk bertemu orang tua ataupun kerabatnya. Jogja lumayan sepi, walaupun banyak juga yang mudik disini. Teman-teman kuliah udah pada mudik juga, begitu juga kebanyakan teman-teman lain. Mudik memang selalu menjadi tradisi yang ditunggu-tunggu. Aku sendiri nggak mudik, karena memang masih tinggal di kampung halaman. Seumur-umur aku memang belum pernah mudik. Kadang ingin juga merasakan sensasi mudik. Sensasi untuk melampiaskan rasa rindu kepada keluarga.

Aku masih terus posting biarpun dunia blog sedang sepi. Postinganku sudah tidak sering dikomentari, mungkin banyak yang sedang sibuk lebaran. It's okay, aku akan terus posting, mungkin suatu saat akan dibaca. Blog adalah salah satu saranaku untuk mengekspresikan diri, dan seharusnya itu tanpa pamrih. Blogging forever, thinking forever. Buat semua blogger SELAMAT MUDIK YA (tentunya untuk yang mudik)

Sudah menjadi kodratnya, manusia memang sulalu menjadi tempat dari kesalahan dan ketidaksempurnaan. Bertepatan moment Lebaran yang akan tiba sebentar lagi, aku bermaksud untuk mengucapkan "MOHON MAAF LAHIR BATIN" kepada semua reader blog aku. Sudah pastinya dalam setiap post atau komentar aku ada salah, maka sudah sepantasnya aku memohon maaf. Kini saatnya kita semua memulai dari awal, menjadi bersih dan suci dengan saling maaf memaafkan.

Sekali lagi...
Selamat Idul Fitri 1429H, Mohon Maaf Lahir Batin.

Sumber gambar : Wikipedia

Friday, July 11, 2008

Hidup Begitu Adil


Sebenarnya di dunia tidak ada ketidakadilan yang terjadi. Bila seseorang mencoba untuk berpikir lebih dalam dan kritis, maka dia akan dapat memahami bahwa semua hal yang terjadi dalam hidup ini adalah sesuatu yang sebenarnya harus dan pantas untuk terjadi. Kadang manusia menangis atau mengeluh oleh perlakuan yang tidak menguntungkan sama sekali karena keegoisan dan sifat kekanakan yang dia miliki.

Sifat egois memang bakat alami manusia. Manusia rela bertarung untuk hidup dan eksis di dunia ini. Kadang mereka mampu menghalalkan segala cara untuk memperoleh apa yang dimilikinya, termasuk merugikan orang lain. Namun setelah itu mereka lupa akan dosa yang telah mereka lakukan. Padahal dosa itu akan selalu menghantui hidup mereka dan menuntut untuk dibayar dengan tuntas. Dosa sudah ada sejak awal manusia diciptakan untuk hidup di muka bumi ini. Semenjak itu, bagaikan reaksi berantai dosa terus menurus menghinggapi keturunan-keturunan umat manusia.

Tuhan begitu Maha Pengasih. Dia tidak akan begitu saja membiarkan suatu perlakuan yang tidak adil pada diri makhluk ciptaannya. Hanya kadang manusia tidak begitu mengerti dan memahami kata "ADIL" dalam padangan Tuhan. Dosa tidak begitu saja terjadi dan secara gratis bebas dari hukuman, sekali lagi Tuhan itu adil. Untuk itulah Tuhan selalu meminta manusia untuk bersabar dan intropeksi diri.


God always give more when He take something, He is so rich and never give less. Jika manusia mampu untuk memahami ungkapan diatas maka kita akan menjadi hambanya yang begitu bersyukur. Bila seseorang benar-benar memahami dan melihat dirinya di dalam cermin, tampaklah karunia dan anugerah yang dilimpahkan begitu banyak pada diri kita terlepas dari segala kekurangan yang mungkin ada. Manusia kadang selalu bimbang dalam menentukan kemana arah pandangan mereka. Mereka harus melihat ke atas sebagai motivasi untuk terus berkembang dan maju. Namun mereka perlu juga untuk melihat ke bawah untuk terus mensyukuri apa yang telah mereka miliki dan selalu menjaganya.

Dunia ini penuh dengan keseimbangan. Dosa selalu diciptakan berdampingan dengan pahala. Pria diciptakan berdampingan dengan wanita. Segalanya bertujuan untuk saling melengkapi. Dunia ini tidak tercipta untuk menjadi hitam atau putih, karena Tuhan tidak pernah menciptakan kedua warna itu.

Manusia yang bijaksana selayaknya harus selalu bercermin untuk intropeksi diri. Tidak ada hal yang seharusnya untuk disesali. Segalanya adalah suatu resiko yang patut untuk dijalani. Hidup merupakan tanggung jawab dan tugas yang harus dijalani oleh seluruh makhluk Tuhan.