Showing posts with label cool stuff. Show all posts
Showing posts with label cool stuff. Show all posts

Tuesday, November 11, 2008

Atmosfear Daredevil


Sewaktu berkunjung ke Jakarta beberapa bulan yang lalu, aku adalah salah satu dari sekian orang yang berkesempatan mencoba wahana di FX Mall Sudirman, yaitu Atmosfear. Atmosfear adalah dry-slider setinggi 28 meter atau 7 lantai dengan panjang lintasan 72 meter yang konon diklaim sebagai dry-slider terpanjang di Asia Tenggara. Sejujurnya waktu itu aku tidak begitu niat untuk mencoba, melihat orang yang udah mencoba saja bikin merinding. Tapi ternyata temanku yang mendapat undian tiket Atmosfear memutuskan untuk menyerahkan tiket ini pada pemenang hom-pim-pah. Apesnya (atau untungnya ya?) aku yang dpaet tiket itu. Akhirnya dengan sedikit bergidik dan deg-degan aku coba juga untuk segera naik ke lantai F7 dan mulai mengantri.

Ternyata disana sudah lumayan banyak orang yang ingin menantang keberaniannya juga. Namanya juga Atmosfear, suasana mencekam dan mendebarkan disuguhkan bagi para penantang nyali. Aku itu termasuk orang yang nggak bandel-bandel amat, tapi juga bukan penakut. Tapi melihat orang-orang yang udah duluan coba bikin aku gentar juga. Di kamera CCTV dilihatin proses merosotnya yang walaupun lintasannya cukup panjang hanya berlangsung selama beberapa detik saja. Bagi para penantang nyali sejati mungkin ini nggak seberapa. Namun ini adalah pengalamanku pertama kali mencoba wahana mengerikan seperti ini.


Akhirnya tiba juga giliran aku yang unjuk gigi. Seperti orang Asia pada umumnya, aku termasuk sedikit takut ketinggian. Pemandu di belakangku memasangkan alat pengaman dan berteriak "SIAP!!" dan tanpa menunggu jawabanku mulai mendorong dan akhirnya aku merosot dengan kecepatan tinggi di dalam tabung aneh itu. Rasanya udah bikin jantung copot dan di dalam aku teriak sekencang-kencangnya. Sebelum meluncur dengan isengnya pemandu bercerita kalau udah pernah ada yang patah tulang rusuknya, apa nggak tambah bikin ngeri tuh? Sepanjang lintasan aku harap-harap cemas dan berdoa agar tulang rusukku nggak kenapa-napa. Untungnya aku sukses pula sampai di F1 dengan kepayahan. Tapi ada kepuasan dan euforia tersendiri setelah mencoba wahana ini, mungkin inilah yang disebut ego untuk menahlukkan. Aku jadi mengerti apa yang dirasakan penikmat olahraga ekstrim seperti bungee jumping, sky diving, paralayang, dll.

Lain kali mungkin aku akan coba olahraga ekstrim lainnya. Segala sesuatu kalau memang belum dicoba nggak akan tahu rasanya. Olahraga ekstrim banyak memberikan pengalaman tak terlupakan bagi yang melakukannya. Tapi tentunya keselamatan harus tetap jadi yang utama. Jangan sampai ketika melakukannya itu adalah kali terakhir. Intinya harus bisa mengukur diri sendiri. Mengenali phobia yang diidap itu penting, jangan sampai orang yang takut ketinggian memaksa untuk sky diving atau orang yang takut tempat tertutup memaksa untuk menyelam. Bagi sodara-sodara yang udah pernah melakukan olahraga ekstrim ceritain pengalaman dan pendapat kalian dunk!

Gambar diambil dari sini
Video dari sini

Monday, November 03, 2008

Foods That Looks Bizarre


Terakhir kali aku nonton acara TV yang menarik, kebetulan sewaktu aku nonton channel Discovery Channel Travel & Living lewat Indovision. Acara itu judulnya "Bizarre Foods with Andrew Zimmern" dan ditayangin sekitar jam 19.00 WIB. Asli, acara itu benar-benar menarik buatku, seorang bule keliling-keliling negara Asia Tenggara buat cobain bizarre exotic foods mereka. Sekilas memang mirip dengan "Wisata Kuliner"-nya Bondan Winarno, tapi yang ini lebih unik dengan kuliner ajaib dari masing-masing negara. Nilai lebih dari acara ini adalah format penyajiannya. Melihat episode Bizarre Foods aku tidak merasa melihat sesuatu yang menjijikkan, bahkan malah terlihat menarik. Pemandu acara sukses membawa penontonnya dalam pengalaman kuliner yang luar biasa dan menantang. Kebetulan waktu itu aku pas kebagian episode di Philipina dan Vietnam. Episode itu bener-bener breath-taking deh buat aku. Sayang nggak setiap saat aku bisa lihat, sebab waktu itu cuma numpang nonton di rumah temen. Hiks.


Kuliner di Philipina pada dasarnya nggak begitu aneh-aneh. Mungkin yang agak menarik adalah waktu si bule (Andrew Zimmern) mencoba es krim aneh yang dimasukin dalam burger bun. Atau sewaktu dia mencoba makan cacing kayu yang disajikan mentah. Ada juga yang unik dari kuliner Philipina yaitu salah satunya mereka menyajikan masakan unggas dan turunannya dengan cara berbeda. Di Philipina anak ayam (yang masih kecil sekali) biasa disajikan marinated (diasinkan/diungkep) dan digoreng untuk kemudian dimakan beserta tulang-tulangnya. Selain itu juga jangan kaget ketika mencoba fertilized duck egg alias telur bebek yang didalamnya ada anak bebeknya, ngeri banget deh. Kayaknya kejam ya, tapi itulah bagian dari budaya kuliner Philipina. Kuliner Philipina pada dasarnya dipengaruhi oleh budaya Spanyol dan Amerika

Untuk Vietnam akan lebih ekstrim lagi. Vietnam, negara republik sosialis bekas jajahan Perancis ini memiliki caranya sendiri untuk menyajikan kuliner mereka. Varian kulinernya adalah perpaduan dari kuliner Cina dan Perancis. Mulai dari restoran serba ular, speciality salad dan spring roll yang bisa ditemui di pasar, dan juga pilihan aneka seafood mereka yang beragam. Untuk masalah seafood, Vietnam adalah negara eksportir kecap spesial yang namanya fish sauce (kecap ikan). Kecap yang dibuat layaknya wine ini adalah kecap yang enak banget. Fish sauce adalah ikan yang difermentasikan dengan garam, konon mencapai waktu 1 tahun. Setiap pabrik fish sauce di Vietnam punya kecap ikan jenis mereka masing-masing, yang rasanya lain-lain. Harga fish sauce rata-rata adalah $1. Di Vietnam kecap ini dikenal sebagai nước mắm. Indonesia memiliki jenis makanan agak mirip, yaitu terasi kita yang juga tersohor.

Kalau dilihat dan dirasa-rasain, memang kuliner itu membawa pengaruh budaya yang kuat. Bisa jadi kuliner yang menurut bangsa lain bizarre, jadi biasa-biasa aja untuk bangsa pencipta kuliner itu. Sekali lagi, bicara masalah kuliner adalah masalah pembiasaan. Di Vietnam memakan ular atau meminum wine ular adalah biasa, di Philipina memakan cacing kayu mangrove bukan sesuatu yang harus dianggap aneh untuk penduduk pesisir atau mungkin di Indonesia memakan buah durian bisa dianggap lezat. Andrew Zimmern sendiri berkata pada setiap akhir acaranya "If It Looks Good, Eat It", alias "Kalau misalnya kelihatan menarik, makan saja". Tapi tentunya yang dimaksud menarik itu berbada pada masing-masing individu. Jargon acara ini memang dimaksudkan agar penontonnya lebih bisa melakukan revolusi dalam pola kuliner mereka, tinggalkan McDonald dan coba jenis makanan baru. Bila kuliner lebih ditelusuri secara mendalam, maka akan ditemukan berbagai manfaat di dalamnya. Sumber gizi yang dibutuhkan tubuh sehari-harinya dapat terpenuhi oleh makanan yang mungkin terasa asing dan aneh.


Aku sendiri selalu tidak segan untuk mencoba-coba kuliner baru yang menurutku Looks Good. Karena aku muslim maka aku menghindari makanan yang tidak halal. Tapi toh masih banyak makanan lainnya yang halal. Contohnya adalah sewaktu aku ke Kedai Nusantara, disana ada speciality food "Nila Roro Jonggrang". Rasanya jangan tanya, it looks and tastes good, nilanya begitu crispy dan bumbunya spicy. Kalo aku berkesempatan dan ada duit, tentunya nggak sayang untuk nyoba kuliner lainnya. Sementara coba untuk menelusuri kuliner Jogja, disana masih banyak kuliner spesial yang belum pernah aku coba. Tinggal tunggu saja tanggal mainnya.

Pranala luar:
Bizarre Foods with Andrew Zimmern - TV Show -Travel Channel
Fish Sauce - Wikipedia, the free encyclopedia

Sumber gambar dari sini dan koleksi pribadi

Saturday, November 01, 2008

Railfan : The Iron Horses Lover


Beberapa waktu yang lalu aku sempat posting tulisan mengenai sepasang railfan yang menikah diatas lokomotif yang berjalan lambat dari Stasiun Tugu ke Stasiun Lumpayangan di Yogyakarta. Komunitas railfan memang begitu eksentrik dan unik dalam mengekspresikan kecintaan mereka terhadap kereta api. Bahkan ada yang berjam-jam menunggu kereta api lewat di perlintasan rel hanya untuk mengagumi keberadaannya. Untuk yang satu ini aku memang pernah mengalaminya. Waktu kecil dulu, aku adalah seorang railfan sejati. Setiap pagi buta aku selalu merenget pada kakekku tercinta untuk diantar melihat kereta api melintas di bawah fly-over Lempuyangan.

Sejak mesin uap pertama kali ditemukan oleh James Watt dan lokomotif bermesin uap ditemuka oleh George Stephenson, kereta api telah menjadi sarana transportasi masal yang menyita perhatian. Alat transportasi yang terdiri dari lokomotif berserta rangkaian gerbong dan berjalan pada jalur rel ini langsung menjadi sarana yang efektif pada awal kemunculannya. Kereta api bahkan merupakan sarana yang membantu mobilitas bangsa Belanda untuk menaklukan tanah jajahannya, termasuk Indonesia ini. Seringkali aku memperhatikan banyak bekas jalur kereta yang nggak dipakai lagi di Jogja ini. Itu adalah bukti bahwa jaman dulu, kereta api itu fungsi dan perannya sangat besar.


Para pecinta kereta api biasanya memiliki alasanya sendiri-sendiri untuk hobinya ini. Secara gamblang, kecintaan mereka ini dapat diungkapkan melalui kegemaran memotret kereta api, melihat kereta api dan membuat model miniatur kereta api. Mereka sering juga mengunjungi bekas-bekas jalur kereta, menonton lokomotif bekas, dan ada pula yang gemar mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan kereta api, misalnya sejarah dan konstruksinya untuk kemudian didiskusikan bersama. Ferroequinology (ferro: besi, equino: kuda, logy: ilmu) adalah istilah yang merujuk pada ilmu yang mempelajari perkeretaapian, khususnya lokomotif, para pembelajarnya disebut ferroequinologist. Di Indonesia sendiri Museum Kereta Api Ambarrawa merupakan surga bagi para railfan. Cukup unik memang melihat tingkah para railfan, kadang terkesan childish. Salah satu varian railfan adalah metrophile yang secara spesifik lebih cenderung pada subway atau kereta api bawah tanah. Menurut Wikipedia, ada seseorang metrophile bernama Darius McCollum yang berani untuk menyamar menjadi pegawai subway New York hanya untuk bisa mengemudikan kereta, memperbaikinya, dan membantu pekerja subway lain. Karena melanggar hukum akhirnya dia dipenjarakan.


Bagaimanapun juga hobi ini perlu mendapatkan aprsiasi. Menurutku orang yang dapat mengekspresikan ketertarikan dan minatnya adalah orang yang paling bahagia. Dan menjadi railfan aku rasa akan sangat seru dan menyenangkan. Railfan tidak berbeda dengan para pendaki gunung yang mencintai alam pegunungan. Mereka sama-sama memiliki ketertarikan yang sulit dipahami oleh pandangan awam. Apalagi jika mereka sampai mau mengeluarka berpuluh-puluh bahkan ratusan juta untuk membeli dan menyusun model kereta api yang mereka gemari. Tapi menurutku ini wajar saja kok, bila bicara masalah hobi, tidak ada hal yang terasa kelewatan. Vive Ferroequinophile!

Sumber gambar Corbis dan koleksi pribadi

Friday, October 31, 2008

Berbagi Tutorial Joomla!


Perkembangan dunia blog dan website telah begitu pesat. Dulu kalo aku mau bikin website aku masih pake program FrontPage atau Dreamweaver yang biarpun instan tapi nggak dinamis. Untuk belajar PHP, ASP, ataupun pemrograman web terstuktur lainnya, rasanya ruang otak udah nggak cukup. Kaget juga baru-baru ini denger ada Content Management System (CMS) yang udah canggih, gratis pula. CMS sendiri bagiku adalah mainan baru yang menyenangkan. Dengan CMS membuat blog dan website seperti menjentikkan jari saja. Pengolahannya dan pengelolaannya sepenuhnya sangat user-friendly dan lengkap. Salah satu CMS yang udah aku pelajari adalah mesin Wordpress yang sangat terkenal sebagai pengelola blog.

Kebetulan aku dapat kesempatan untuk belajar CMS yang lebih canggih lagi. Hal ini bermula waktu dosenku yang tercinta (bohong!) memberi tugas untuk bikin paper sistem web framework. Karena tugas ini sangat urgent untuk dikerjain ya terpaksalah aku coba untuk ngerjainnya. Soalnya kalo nggak bisa-bisa nilaiku anjlok, nih dosen killer banget sih. Buru-burulah aku ke perpus buat cari buku yang cocok. Bermenit-menit mencari akhirnya nemu juga buku yang bahas sistem framework PostNuke. Langsung tanpa basa-basi aku pinjem dan mulai untuk buka-buka. Beberapa waktu setelah puas buka-buka, aku ngerasa kalo baik PostNuke sendiri maupun buku yang ngebahasnya sama sekali nggak user-friendly. Kepalaku sampe berat dibuatnya.


Akhirnya aku lari ke Toga Mas buat cari referensi buku. Ternayata disana baru ada event diskon Joomla!. Semua buku yang ngebahas Joomla! didiskon habis. Harganya dibawah harga pasar man. Ya udah lah, terpaksa aku nodong ibu buat beliin ni buku. Setelah dibaca-baca, ternyata memang sistem framework yang bener-bener canggih. Pantes aja sistem ini jadi buah bibir. Tanpa banyak basa-basi aku mulai untuk nulis paper killer ini. Yap, nggak sampai sejam semua materi udah kekumpul. Aku bersyukur banget dapat koneksi internet gratis, yang akhirnya bisa dimanfaatin buat cari materi tambahan. Setelah beberapa jam paper selesai dan aku tambah pinter.

Kesimpulannya, Joomla! MEMANG CMS YANG PALING OKE baik buat bikin website atau weblog. Antarmuka penggunanya (user interface) bener-bener super friendly. Udah gitu banyak pula plugin yang bisa didownload dengan gratis di portalnya. CMS punya Wordpress lewat deh, Joomla! punya fitur yang super lengkap dan super canggih. Nggak perlu mikirin lisensi apalagi hak cipta. Joomla! adalah milik kita semua dan dapat digunakan, dikembangkan, diutak-atik ato diinstal oleh siapapun. Software kayak ginilah yang harusnya bertebaran dimana-mana. Karena software open-source adalah software baik hati yang bikin siapapun cerdas dibuatnya.


Paper udah selesai, rasanya lega banget. Bayangan nilai anjlok mendadak jadi sirna. Semuanya tampak indah dan menyenangkan. Berkali-kali baca paper hasil karyaku ini rasanya kok bangga ya. Nggak sia-sia berjam-jam dilakuin buat nyusun paper. Walaupun sempet terhambat masalah format, toh semuanya dapat diatasi dengan lancar. Tapi apa gunanya sih kebahagiaan ini disimpen sendiri. Toh ilmu itu bakal bertambah banyak kalo dibagi dengan orang lain. Untuk itulah aku mau berbagi tutorial Joomla! yang aku bikin dalam bentuk paper dengan format pdf. Untuk kamu semua yang tertarik dan pengen tau lebih jauh tentang Joomla! aku rasa sedikit banyak peper ini bisa membantu. Aku memang masih pemula untuk itu aku mohon bimbingannya pada yang udah lebih tau.

Kamu bisa download paperku disini
http://www.4shared.com/document/HrJ5KbOt/makalah_Joomla.html

Senangnya bisa berbagi.... :)

Wednesday, October 29, 2008

My Favourite Asparagus


Kali ini aku akan menulis tentang sayuran favorit aku, apalagi kalo bukan Asparagus. Asparagus memiliki nama latin Asparagus officinalis adalah tanaman yang aslinya tumbuh di sebagian besar wilayah Eropa, Afrika Utara dan Asia Timur yang memang tidak begitu dikenal di Indonesia. Hal ini terbukti waktu aku berdebat dengan temanku yang ngotot ngomong kalo Asparagus itu sejenis jamur, padahal aku tau kalo Asparagus adalah jenis tumbuhan berbunga yaitu angiospermae. Dari kingdomnya aja udah beda, Asparagus masuk plantae, bukan fungi. Nama asparagus sendiri asalnya dari bahasa Persia yaitu asparag yang berarti tunas atau bertunas. Untuk itu marilah mencoba untuk lebih tau tentang Asparagus.


Sejak lama asparagus telah dikenal sebagai tanaman obat dan sayuran oleh penduduk Mesir kuno, Romawi dan Yunani. Tumbuhan ini mengandung kalori dan sodium yang rendah juga bebas lemak dan kolestrol. Selain itu asparagus juga merupakan sumber asam folat, potasium, serat dan asam amino yang dikenal sebagai asam amino asparagin. Hal itu membuat asparagus dikenal sebagai tanaman berkhasiat dan memberikan banyak manfaat ketika dikonsumsi. Sebagai tanaman obat misalnya, akar rhizoma asparagus berkhasiat untuk pengobatan infeksi saluran kemih dan batu ginjal secara tradisional. Dengan kandungan rutin-nya, asparagus juga mampu mengurangi gejala yang ditimbulkan oleh penyakit haemofilia. Selain itu asparagus juga mengandung aprodisiak, zat untuk merangsang organ seksual dan mengobati nyeri menstruasi. Akan tetapi konsumsi asparagus secara berlebihan akan menimbulkan serangan penyakit encok akibat kandungan purin yang tinggi. Nah lho!

Penggunaan asparagus sebagai bahan masakan kuliner juga cukup populer di berbagai belahan dunia. Di Asia, tanaman ini sering disajikan dengan cara ditumis bersama daging ayam, sapi, udang, bahkan babi. Selain ditumis, asparagus dapat pula dipanggang atau direbus dalam sup (inilah makanan favoritku :)). Orang Eropa seringkali memasak asparagus dengan cara dikukus dan disajikan bersama saus, minyak zaitun atau lelehan mentega. Masakan perancis memiliki cara untuk menyajikan kukusan asparagus dengan saus hollandais yang tentunya sengat lezat (walaupun aku belum pernah menikmatinya). Nilai lebih dari tumbuhan ini adalah dapat diawetkan dan disimpan selama beberapa tahun dengan cara diasinkan.


Asparagus tumbuh dengan subur di daerah laut yang memiliki tanah dengan tingkat salinitas (keasinan) tinggi. Saat ini asparagus berkualitas utamanya diproduksi oleh Peru, namun produsen terbesar adalah RRC yang mencapai 5 juta ton setiap tahunnya. Di Indonesia sendiri asparagus hanya mampu diprosuksi 16ribu ton setiap tahunnya. Produsen terbesarnya adalah PT. Asparagus Nusantara yang memproduksi sekitar 40% dari total produksi Indonesia. Sebenarnya budidaya asparagus sangat potensial dilakukan di Indonesia. Pulau Jawa memiliki iklimnya yang begitu ideal untuk pembudidayaan asparagus. Oleh karena itu sebaiknya pembudidayaan asparagus mulai disosialisasikan dari sekarang.

Sumber bacaan : Asparagus Wikipedia, Allbusiness Asparagus
Sumber foto : Corbis

Tuesday, October 28, 2008

Netbook, Solusi One Laptop Per Child


Perkembangan teknologi mau tak mau menjadikan laptop atau notebook sebagai kebutuhan dasar dari kegiatan pendidikan dasar. Laptop saat ini bukan hanya monopoli kebutuhan para pebisnis atau mahasiswa saja. Mau tak mau, anak-anak juga memerlukan notebook sebagai alat penunjang pendidikan. Sudah bukan jamannya lagi pendidikan dasar hanya disampaikan melalui papan tulis atau pekerjaan rumah yang ditulis lewat buku catatan konvensional. Teknologi komputer dan internet sudah saatnya utuk diperkenalkan mulai dari usia dini.

Pentingnya laptop bagi anak-anak sudah mulai dikemukakan oleh sebuah organisasi nirlaba sejak lama melalui program OLPC (One Laptop Per Child), atau satu laptop untuk tiap anak. Jika program ini berhasil, maka selanjutnya pengenalan teknologi komputer dan internet akan dapat dengan mudah diaplikasikan pada pendidikan dasar. Melalui email misalnya, anak-anak dapat mengumpulkan pekerjaan rumahnya dan memperoleh pekerjaan rumah baru. Di sekolah laptop masing-masing anak dapat terhubung melalui jaringan wireless dan guru dapat memberikan materi dengan mudah dan jelas, sambil menerangkannya secara lisan. Selain itu daya kreativitas anak-anak dapat terbentuk dan mampu untuk mengeksplorasi komputer dan internet lebih dalam. Selanjutnya maka tidak ada lagi istilah gaptek alias gagap teknologi bagi generasi muda suatu bangsa.


Perkembangan teknologi laptop telah melahirkan terobosan baru platform laptop netbook, atau yang sering disebut subnotebook alias notebook mini. Selain menawarkan harga yang lebih ekonomis, netbook juga menawarkan performa komputer yang standar dan memadahi. Saat ini telah beredar netbook dengan berbagai merk, diantaranya MSI Wind, Acer Aspire One, Asus EeePC, Axioo Pico, dll. Kisaran harga yang ditawarkan saat ini mulai dari $450-$600. Menurut pendapatku, harga tersebut sudah termasuk murah namun masih belum terjangkau untuk mendukung program OLPC ini. Akan tetapi diperkirakan dalam satu tahun ke depan harga netbook akan mencapai kisara $200 bahkan lebih. Semoga hal ini dapat segera terealisasi.

Performa netbook yang tidak bisa dibilang minim ini salah satunya didukung oleh tertanamnya prosesor Intel Atom. Prosesor mikro dengan konsumsi daya rendah tersebut saat ini paling tinggi berjalan pada frekuensi 1,6 Ghz dengan memori cache 512KB atau sekitar 1/4 dari cache Inter Core 2 Duo pada umumnya. Dapat disimpulkan performa netbook dengan Intel Atom dapat dibandingkan dengan komputer konvensional dan sangat efektif untuk kegiatan komputasi dasar. Ada salah satu komentar yang menyatakan bahwa netbook dengan Intel Atom adalah notebook standar tapi berbentuk mini, atau dapat dikatakan tidak ada yang berbeda. Generasi selanjutnya dari Intel Atom sedang dikembangkan, yaitu Inter Atom Duo. Kabarnya AMD juga sedang mengembangkan prosesor serupa yang dikhususkan untuk netbook.


Hard disk yang tertanam pada netbook ada dua macam, yaitu HDD dan SSD. HDD merupakan hard disk yang lazim dijumpai pada notebook atau PC pada umumnya. Kelebihannya adalah kapasitasnya yang besar, harganya yang terjangkau, juga write dan read speed yang cukup cepat. Namun hard disk jenis HDD sangat boros dalam konsumsi daya, suara yang bising dan memeliki beban yang cukup berat untuk netbook. Pilihan kedua adalah SSD, storage device jenis baru yang diklaim lebih ringan, hemat daya, tidak bising akan tetapi cukup mahal harganya untuk kapasitas yang lebih tinggi, juga read dan write speed yang lambat. Tentunya kedua tipe hard disk ini memiliki penggemarnya masing-masing.

Ukuran netbook yang mini dengan layar 7 inchi hingga 10 inchi dan beban yang beratnya sekitar 1 kg memiliki keuntungan dari segi mobilitas. Ukuran yang mini memungkinkan anak-anak untuk membawanya dengan mudah kemana-mana. Selain itu netbook juga rata-rata tidak cepat panas dengan daya baterai yang mendukung pemakaian 2-3 jam untuk baterai 3 cell dan 5-6 jam untuk baterai 6 cell. Sesuatu yang mini dan ringkas memang selalu dibutuhkan untuk mobilitas yang tinggi. Oleh karena itu saat ini netbook begitu laris di pasaran. Akan tetapi ukuran layar yang kecil kadang menjadi masalah bagi yang memiliki keterbatasan penglihatan. Tentunya hal ini perlu dipikirkan solusinya.

Pengembangan dan inovasi netbook pada masa mendatang tentunya menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu. Suatu saat bukan tidak mungkin bahwa netbook mampu menggeser notebook dengan penawaran harga dan kepraktisannya. Pemerintah Indonesia juga perlu untuk merealisasikan program OLPC dengan memanfaatkan keberadaan netbook ini. Anggaran dana pendidikan pendidikan yang mencapai Rp 200-300 triliun, paling tidak mampu memberikan gratis netbook seharga Rp 3 juta saja. Dengan dana Rp 3 triliun akan dapat mengakomodasi kebutuhan 1 juta anak sekolah. Apalagi bila di masa datang harga netbook turun menjadi sekitar Rp 2 juta. Yah, semoga saja ini mampu terealisasi suatu saat nanti. Bagaimanapun juga generasi muda yang berkualitas mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang terbaik suatu saat kelak.

Sekedar latihan untuk menulis serius, hehehe
sumber gambar dari sini, sini dan sini

Update:


Sebenarnya organisasi OLPC (One Laptop Per Child) telah lama meliris OLPC XO-1 Laptop yang tiap unitnya seharga $100 dan berplatform netbook UMPC. Laptop yang dipersenjatai AMD Geode LX-700 433Mhz ini diberikan secara gratis oleh OLPC bagi anak-anak di berbagai belahan dunia setiap ada donatur yang memberikan sumbangan. Namun laptop ini begitu banyak memiliki keterbatasan diantaranya karena menggunakan sistem operasi Linux berbasis Fedora yang tidak begitu populer. Kabarnya akan diliris adaptasi Windows XP yang akan ditanamkan pada laptop ini. Kelengkapan OLPC XO-1 Laptop diantaranya adalah wireless connection (wifi), webcam, 256MB RAM, 7,5"display dan dukungan USB/SD Card. OLPC akan segera meliris OLPC XO-2 yang masih diproduksi oleh Quanta Computer. Ketika tulisan ini dibuat Indonesia belum termasuk negara yang mendapatkan dukungan dari OLPC, padahal hal ini begitu dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia. Untuk itu salah satu solusinya adalah pemerintah berusaha mengadakan alternatif netbook lain sebagai adaptasi dari program OLPC atau berusaha membeli OLPC.

Monday, October 27, 2008

Nongkrong di Toga Mas Jogja


Sebelum pamitan untuk balik ke rumah aku memang berniat untuk posting paling tidak satu judul buat hari ini. Happy hour yang dimulai jam 12 malam memang menyulitkan dan memaksa untuk tetap berkeliaran di tengah malam. Tapi malam kadang memberikan banyak inspirasi dan perenungan yang nggak bisa dijumpai di waktu lain. Untuk masalah inspirasi, aku rasa Toga Mas adalah tempat yang banyak menyediakan inspirasi bagiku.

Terletak di sebelah tenggara perempatan Ring Road Utara Condongcatur, Toga Mas memang telah lama menjadi tempat nognkrong favorit aku. Sebelumnya Toga Mas yang merupakan toko buku murah ini berlokasi tidak begitu jauh dari lokasi barunya sekarang, yaitu lokasi yang sekarang dipakai oleh Contempo Interior Designer. Lokasi baru Toga Mas rasanya lebih menyediakan pengalaman berada di toko buku dengan nuansa berbeda. Bangunan yang didominasi oleh kayu dan terkesan tidak permanen ini memberikan kesan Toga Mas sebagai toko buku merakyat dan down to earth. Di tingkat atas dipakai sebagai Djendelo Cafe, yang bernuansa oldies. Bangunan ini sedikit bocor di musim hujan seperti sekarang, tentunya perlu perbaikan untuk lebih memberikan kenyamanan.

Koleksi buku Toga Mas sendiri cukup lengkap dan bervariasi. Mulai dari novel, majalah, buku materi, komik dan lain-lain. Sayang sekali penataannya kurang begitu rapi sehingga agak kesulitan ketika mencari judul buku. Meskipun telah disediakan komputer untuk menunjukkan letak buku yang dicari, hasil komputer sering kali tidak akurat. Meskipun begitu, Toga Mas menyediakan diskon yang lumayan (sekitar 10%) untuk setiap buku yang dijualnya. Motto mereka adalah tidak ada buku yang tak berdiskon, karena mereka memang toko buku diskon. Selain itu ada fasilitas penyampulan gratis yang memberikan banyak nilai tambah. Bila terburu-buru sampul bisa dibawa pulang atau disampul lain hari dengan menunjukkan nota pembelian.


Toga Mas juga sering menyelenggarakan talk show, bedah buku, dan pameran lukisan yang diadakan di Djendelo Cafe lantai atas. Seringkali jika beruntung dapat bertemu dengan pengarang terkenal atau seniman lainnya. Toga Mas tampaknya memang begitu aktif untuk menyelenggarakan kegiatan bermanfaat ini untuk memberikan nilai tambah bagi para pengunjungnya. Sudah berkali-kali aku mengikuti acara-acara yang diselenggarakan Toga Mas, dan semuanya gratis. Bahkan aku pernah mendapatkan novel gratis yang ditandatangani oleh pengarangnya. Sunggu luar biasa bukan.

Untuk semakin memberikan nilai tambah bagi pengunjungnya, Toga Mas menyediakan buku tidak bersegel untuk dibaca. Beberapa buku memang tidak disegel sehingga jika ingin dibaca tanpa membeli tinggal dicomot saja. Tapi tentunya sebaiknya membeli, agar tidak merugikan Toga Mas. Beberapa buku dan majalah tidak bersegel ini seringkali lusuh dan rusak karena sering dibaca. Kadang miris juga sih melihatnya, karena tentunya mereka merugi. Tapi apa daya, motif ekonomi kadang memaksa untuk merugikan orang lain. Namun toh mereka tetap mempersilahkan pelanggannya membaca-baca buku tak bersegel.


Yang bikin aku lebih terkesan lagi sewaktu kemarin aku iseng mencari buku tentang wordpress. Petugas Toga Mas dengan setia membantuku mencari buku itu selama hampir 30 menit. Aku sendiri sampai tidak enak melihatnya. Padahal aku hanya iseng, tanpa bermaksud membeli saat itu juga. Semoga mereka memaafkan perbuatanku ini ya. Aku memang kadang nggak kira-kira.

Secara keseluruhan Toga Mas memang sudah klop buat aku. Memang tidak semewah Gramedia atau TGA, tapi ada nilai plus tersendiri buat toko buku ini. Suasana bangunannya yang berventilasi baik, jadi tak terasa gerah walaupun tanpa AC. Meskipun ada pula yang bilang bangunan Toga Mas seperti kandang ayam. Mungkin dengan kritikan itu Toga Mas Jogja perlu lebih berbenah memperbaiki kekurangannya agar semakin dicintai orang Jogja. Menurut kisana sendiri, Toga Mas Jogja seperti apa?

tambahan: Oh iya, di Djendelo Cafe disediakan pula fasilitas Hotspot bagi pengunjungnya. Selain itu di Jogja juga ada Toga Mas Galleria Mall yang sejujurnya belum pernah saya kunjungi, karena memang jarang pergi ke Galleria. hehehe

TOGAMAS YOGYAKARTA
Jl. Affandi 5, Condong Catur, Depok-Sleman
Telp. (0274) 7470446, fax. (0274) 544626
website Toga Mas
Toga Mas Jogja at Gudegnet

Sumber Gambar : website Toga Mas
PS : Perasaan kok di foto Toga Mas jadi kelihatan super keren ya, memang fotografernya hebat.

Thursday, October 23, 2008

Another Award

Sebagai blogger yang terbilang baru mengerti seluk beluk blogging, meskipun udah lama aku buat blog di friendster. Aku merasa tersanjung sekali dapet dua award baru-baru ini. Yang terbaru dapat dari Antown, Amazing Blog Award. Penghargaan blog ini diberikan kepada situs yang:
  • menginspirasimu
  • membuatmu tersenyum dan tertawa
  • atau mungkin memberimu informasi mengagumkan
  • bacaan hebat
  • mempunyai desain yang menakjubkan
  • and any other reasons you can think of that makes them uber amazing!
The rules of this award are:
  • Put the logo on your blog or post.
  • Nominate at least 5 blogs (can be more) that for you are Uber Amazing!
  • Let them know that they have received this Uber Amazing award by commenting on their blog.
  • Share the love and link to this post and to the person you received your award from
Oke deh, yang jelas makasih buat yang ngasih award, Antown. Sekarang aku malah jadi bingung mau nerusin award ini buat siapa. Oke, sementara aku terusin buat mbak Astrid aja ya, yang lainnya nyusul. See you on the next post.

Wednesday, October 22, 2008

Tetraphobia, Sebuah Tahayul


Sebagai warga Jogja aku memang sudah terlalu lama tinggal di Jogja. Suatu ketika aku dapat kesempatan berkunjung ke Jakarta dan diajak berkeliling melihat gedung-gedungnya yang tinggi. Saat memasuki salah satu gedung apartemen di kawasan Jakarta Barat aku agak terheran-heran melihat angka-angka lantai pada elevatornya. Pada elevator itu angka 4, mengandung angka 4 dan kelipatannya juga angka 13 hilang. Kemanakah raibnya angka-angka ini. Selama ini seumur-umur di Jogja aku hanya menemui elevator dengan angka lantai B, LG, G, 1, 2, dan 3, tidak pernah sampai angka empat. Aku akui memang aku itu ndeso. Heheheh

"Kok aneh sih, elevator ini tidak ada tombol untuk menuju lantai 4 dan kelipatannya" tanyaku heran.
"Angka empat itu menurut kebudayaan Cina berarti mati, jadinya seluruh bangunan tinggi di Asia menghindari penamaan lantai yang mengandung angka empat" jelas seorang wanita Tionghoa disamping aku.
"Oh gitu"

Karena masih saja penasaran aku coba tanya mbak Wikipedia, dan pernyataan itu dibenarkan oleh beliau. Menurut mbak Wikipedia, hal itu disebut Tetraphobia alias ketakutan terhadap angka 4. Kepercayaan tahayul ini banyak muncul di negara-negara Asia Timur seperti Cina, Jepang, Korea dan Taiwan. Tetraphobia dipicu oleh kesamaan bunyi bahasa Mandarin dari kata "empat" (四, pinyin: sì) dengan kata "mati" (死, pinyin: sǐ). Begitu pula dengan bahasa-bahasa Asia Timur lainnya, kata "empat" selalu berbunyi mirip kata "mati".


Memang yang namanya phobia apalagi tahayul itu sulit untuk dipikir secara logis. Bagaimana mungkin sebuah angka dapat menentukan nasib buruk atau bahkan kematian seseorang? Rasanya memang tidak masuk diakal. Tapi bagi yang mempercayainya, hal (tahayul) itu dapat dengan mudah untuk dibuktikan kebenarannya. Aku jadi inget waktu nonton The Skeleton Key ada tag yang lumayan kena banget yaitu "Fearing is Believing". Ketakutan itu akan selalui menghantui ketika seseorang mempercayainya. Mungkin itulah yang disebut sugesti alam bawah sadar kali ya.

Ada juga cerita lain waktu ibuku memutuskan hari untuk pulang setelah satu minggu lebih dirawat di RS akibat Typus. Beliau bilang kalo sebaiknya jangan pulang hari (Selasa ato Rabu ya?) sebab bisa bikin bala. Aku belum pernah denger tahayul itu sih cuek aja. Menurut aku tidak ada hubungannya dan tidak ada alasan rasional untuk menjelaskan tahayul itu. Apa yang membuat hari yang disebutkan beliau itu mampu mendatangkan musibah? Ya balik lagi sih, percaya nggak percaya aja.


Di jaman serba modern ini memang makin banyak aja orang yang tidak percaya tahayul seperti aku ini (ato makin berkurang ya?). Boleh aja sih nggak percaya, tapi bukan berarti bertindak gegabah. Tahayul aku rasa adalah bagian dari suatu budaya. Dan menghormati budaya lebih banyak mendatangkan manfaat dibanding kerugian. Jangan mentang-mentang nggak percaya tahayul terus cuek aja gitu pipis di Lawang Sewu. Wah, kalo kesambet nggak nanggung ya. Hehehehe

Oh iya, selain Tetraphobia ada juga Triskaidekaphobia yaitu takut terhadap angka 13. Ketakutan ini berkaitan dengan Jumat ke-13 (Friday 13th) dan lantai ke-13 (13th Floor). Tahayul memang tidak ada habisnya di dalam hiruk pikuk kehidupan di dunia ini. Mengenai Tetraphobia atau Triskaidekaphobia hanyalah secuil dari berbagai jenis phobia dan tahayul yang dialami manusia. Menurut mbak Wikipedia masih ada 90-an lebih jenis phobia dan mungkin ribuan lagi jenis tahayul. Wow!

Tuesday, October 14, 2008

Womanizer, An Irresistable Hit Single


Britney Spears will have the video for her new song, Womanizer, premiere during the Friday, October 10 episode of 20/20 on ABC

Akhirnya music video "Womanizer" resmi diliris juga. Malam ini pas sedang suntuk-suntuknya nyoba-nyoba browsing Youtube dan nemuin video klip ini. Cukup keren dan kontroversial juga sih. Mengingat Undang-Undang Anti-Pornografi yang segera disahkan, rasa-rasanya video klip ini bakal dicekal ato disensor abis di Indonesia. ABC News sendiri mengatakan "This video may not suitable for some viewers". At brief memang ekspose porno gitu. Tapi kalo dilihat dari seni, video klip ini superb lho.

Tidak seglamor "Toxic" video sebelumnya, kali ini aku ngrasa videonya lebih simple dan dewasa. Gerakan dancenya terlihat patah-patah dan cepat. Nggak terlihat bekas-bekas kegemukan, bipolar, ato segala penyakit-penyakit Britney kali ini. Sepintas mirip video klip Madonna ato Kyle Minogue. Tapi tentu saja tetap dengan ciri khas Britney. Untuk tema lagu dan video sebenarnya tidak jauh-jauh dari Toxic yang mengungkapkan kebencian seorang wanita kepada pria hidung belang. It's about girl power by the way.


Dalam video ini, Britney tampil dalam berbagai versi. Versi pertama adalah seorang housewive super sexy, lalu sekretaris kinky, red hot mama girl (mirip toxic), dan tight taxi driver. kebayang kan gilanya gimana video ini. Untuk merepresentasikan lagu terbarunya, video klip kali ini bisa dibilang sukses. Adegannya juga tidak dimonopoli oleh gerakan dance. Sayangnya banyak hal di video klip "Womanizer" yang mengingatkan dan menimbulkan sensasi dejavu atas video "Toxic", sama halnya seperti "Break the Ice". Entahlah, mungkin tema itu yang paling cocok dengan keadaan Britney kali ini.

Secara kesuluruhan video ini cukup dinamis dan enerjik. The viewers can dance or close their eye on it. Apapun itu, rasanya karya Britney ini cukup layak untuk diapresiasi. Kalo mau nunggu nongol di TV Indonesia kelamaan, mending klik aja disini. Siap-siap aja menikmati tampilan nudist Britney Spears. Look it as art, unless you're horny.

PS: Anak-anak nggak boleh nonton ah...

Pranala luar:
Music Video
Review

Sumber gambar dari sini dan dari sini

Thursday, October 09, 2008

Wikipedia dalam Parodi


Aku masih disini, menikmati suasana jogja sehabis hujan yang jauh berbeda sekali dari situasi perekonomian Amerika dan dunia yang saling berimplikasi kecarut-marutannya. Tapi lupakanlah itu sejenak, biarlah untuk sementara blog-blog, tv-tv, koran-koran, bencong-bencong kurang kerjaan yang membahasnya. Mari tengok sesuatu yang bikin segar pikiran. Wikipedia? Kusarankan jangan dulu deh. Sudah banyak korban pingsan disana gara-gara memori otak yang terlalu penuh berisi ilmu-ilmu berguna dari para praktisi (seperti Roy Suryo misalnya? weleh). Baru-baru ini iseng baca artikel dari blog orang, jadi terinsipirasi untuk nulis artikel serupa. Kadang-kadang plagiat (bahasa halusnya: terinspirasi) itu indah kok. Pembenaran juga indah, apalagi dilakukan oleh orang pinter kayak saya (hueek!)

Segala kekonyolan, kegeblekan, kengawuran dan kepunjulan memang selalu nyaman untuk disimak. Ada serial Scary Movie yang heboh memparodikan film-film dan sukses besar sebelum produsernya take it for granted. Ada juga fenomena Project Pop yang suskes memparodikan musisi lewat lagu teranyarnya "Bukan Superstar". Balik lagi ke Wikipedia, aku yang memang sok-pinter ini girang betul nemuin parodinya di Uncyclopedia.org. Informasi ini tentunya bagaikan oase bagi diriku yang tersesat di padang gersang keseriusan ini. Wikipedia telah lama menjadi teman setiaku dan mendidikku untuk menjadi akademisi terpelajar. Dan mungkin melalui Uncyclopedia ini aku akan terdidik menjadi blogger terkurangajar.


Uncyclopedia menyediakan berbagai artikel plesetan yang nggak penting dari Wikipedia. Bahasa yang sangat lucu, kasar, kurang ajar, dan nggak relevan menjadi landasan ideologi portal ini. Sangat tidak dianjurkan bagi tukang serius, tukang tersinggung, akademisi, dan praktisi untuk mencari sumber dari portal ini. Tapi tentunya Uncyclopedia akan sangat berharga bagi para tukang nyablak, blogger iseng kurang kerjaan dan pornomatika. Dari situ bisa dilihat Uncyclopedia adalah portal penting-penting nggak penting. Ya, terserah kisana saja lah gimana enaknya. Untuk pertimbangan tilik aja artikel ini

Tulisan maupun artikel di Uncyclopedia ini penuh dengan SARA namun kadang-kadang ada benarnya juga. Bila belum siap mental untuk bisa berpikiran terbuka dan liberal disarankan untuk segera menutup portal ini rapat-rapat. Tapi bila siap menjadi reflektif dan haus akan humor, segeralah kunjungi dan nikmati klimaksnya. Humor yang ditulis dalam artikel merupakan pengembangan dari apa yang sesungguhnya terjadi dan ditutup-tutupi. Jadi akan banyak ditemukan sindiran-sindiran satir yang menarik namun menusuk.

Sudah cukup omong kosongku tentang Uncyclopedia. i'm not in the mood of wiriting by the way. Jadi keputusan ditangan kisana, segera kunjungi atau segera tutup artikel ini. Ada juga versi bahasa Indonesianya disini.

MENERTAWAKAN DIRI SENDIRI ITU KADANG INDAH DAN MENYEJUKKAN

Sumber gambar dari sini dan dari sini

PS: Tumben nieh, upload gambar susah banget, bete.. bete
Update:
Coba deh tilik artikel nggak meaning ini

Friday, October 03, 2008

Womanizer, Single terbaru Spears


Lagi-lagi Britney Spears membuat suatu gebrakan baru di blantika musik Hollywood. Penyanyi bermasalah ini akan meluncurkan album barunya yang menjadi albumnya yang ke-6 bertepatan dengan hari ulangtahunnya yang ke-27 tanggal 3 Desember mendatang. Album yang diberi judul "Circus" ini mengandalkan "Womanizer" sebagai single perdananya. Womanizer lagu yang disebut-sebut sebagai karya kontemporer Britney Spears ini mengusung style musik retro-futurism yang menjadi terobosan baru dalam industri musik dunia.

Single "Womanizer" pertama kali diliris di stasiun radio Z100 tanggal 26 September 2008. Beberapa waktu sebelum diliris lirik lagu "Womanizer" telah diperkenalkan pada website resmi Britney Spears oleh Jive Records. Begitu banyak reaksi positif atas single ini baik dari para penggemar maupun kritikus. Salah satunya oleh Jonathon Newan dari Billboards yang menulis bahwa 'Womanizer' adalah lagu yang up-beat, penuh candu, bernada progresif, dan pastinya akan mampu bersaing pada kompetisi Top 10 Billboard. Hal itu terbukti atas kesuksesan dari pemutaran radio single ini yang telah mampu menembus chart Billboard Hot 100 Airplay hanya dalam waktu 3 hari.

"Womanizer" mengkisahkan tentang sifat playboy dari laki-laki yang gemar berselingkuh yang dikatakan oleh Spears akan menjadi lagu kebangsaan kaum hawa. Video klip dari "Womanizer" rencananya akan disutradarai oleh Joseph Kahn yang telah mensutradarai video klip "Toxic" dan "Stronger". Kabarnya video klip ini akan menampilkan koreografi erotis dari Britney Spears dan adegan-adegan heboh ala "Toxic". MTV sendiri belom mengkonfirmasi pastinya tanggal peluncuran video klip ini. Namun pengambilan gambar telah dilakukan sejak tanggal 25 September yang melibatkan penari latar berseragam pelayan.

Kesuksesan beruntun dari penyanyi ini ironisnya diimbangi dengan kehidupan pribadinya yang berantakan. Setalah divonis mengidap penyakit bipolar, banyak sekali tingkah aneh yang dilakukan oleh penyanyi ini. Namun semenjak kesuksesan dari album comebacknya "Blackout" kehidupan penyanyi berusia 26 tahun ini dilaporkan telah membaik. Melihat dari kesuksesan single "Womanizer" ini, diramalkan album terbarunya akan memperoleh hasil yang serupa.

Listen on Youtube
Official Website

Monday, September 29, 2008

Resensi Film Laskar Pelangi


Tanggal 25 September kemarin, aku termasuk dari sedikit orang yang beruntung mendapatkan kesempatan untuk menonton premiere Laskar Pelangi. Tentunya seneng banget rasanya, karena buat aku novel Laskar Pelangi memang sudah begitu spesial. Film yang diangkat dari bagian pertama novel tetralogi dengan judul yang sama ini memang begitu fenomenal. Pada postingan sebelumnya udah aku ceritain gimana menggebu-gebunya antusias dari warga Jogja untuk berebutan nonton film yang disutradarai oleh Riri Riza dan diproduseri Mira Lesmana ini.

Film berdurasi sekitar 2 jam ini menceritakan kehidupan 10 anak untuk mendapatkan pendidikan di salah satu pulau terkaya Indonesia, Belitong (bagian dari Provinsi Bangka Belitung). Bersama dua guru terkasih mereka, Ibu Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara) mereka berhasil membuktikan bahwa keterbatasan tidak mampu untuk menghambat semangat mereka untuk berprestasi dalam pendidikan.


Ikal, Lintang dan Mahar adalah salah satu dari murid-murid spesial di SD Muhammadiyah Gantong, bersama ketujuh teman mereka yang lain mereka tergabung dalam Laskar Pelangi. Mahar dengan cita rasa seninya yang tinggi berhasil membuat SD Muhammadiyah berprestasi pada Lomba Karnaval 17-an. Juga Lintang yang cerdas mampu menjadikan SD Muhammadiyah memenangkan perlombaan cerdas cermat, meskipun akhirnya nasib buruk menimpanya. Sementara Ikal yang terlibat asmara dengan seorang putri tionghoa. Keseluruhan kisah mampu terjamu secara apik dan mengharukan. Sinopsis selengkapnya, lihat disini..

Secara umum film ini memang mendidik sekaligus menghibur. Namun durasi film yang cukup singkat untuk sebuah adaptasi dari banyak kisah dalam buku Laskar Pelangi cukup banyak memangkas banyak cerita aslinya (sesuai dalam buku). Aku sedikit kecewa, pemangkasan cerita itu malah dibumbui oleh beberapa kisah yang tidak terdapat dalam buku. Mungkin itulah yang dinamakan adaptasi, tidak selalu berpatokan pada cerita asalnya.


Andrea Hirata sendiri mengatakan "Film Laskar Pelangi merupakan karya sineas film, bukan karya saya, sehingga saya tidak akan banyak ikut campur dalam pembuatannya". Anjuran aku, bila ingin lebih puas memaknai kisah Laskar Pelangi, lebih baik sebelum atau sesudah melihat film untuk membaca bukunya. Sejujurnya kisah Laskar Pelangi memang begitu panjang dan bermakna untuk diwujudkan dalam sebuah film.

Senada dengan Andrea Hirata, aku kini mulai memandang film dan buku Laskar Pelangi sebagai dua karya dari dua bidang seni yang berbeda. Baik film maupun bovel mempunyai kelebihan masing-masing, juga penggemar tersendiri. Dibanding film-film Indonesia lainnya yang bertebaran di bioskop saat ini, Laskar Pelangi mampu menyuguhkan tontonan yang lebih bermutu sekaligus mendidik. Ayo rame-rame tonton film ini di bioskop terdekat, tapi harus cepat-cepat karena tiketnya terbatas dan laku keras, hehehe.



Link:


Thursday, September 25, 2008

Laskar Pelangi : Siapa Cepat Dia Dapat


Finally malam ini aku bisa nonton premiere film Laskar Pelangi. Perjuangannya lumayan mendebarkan dan seru lho. Aku harus lari-lari kayak waria dikejar aparat bersama ratusan orang yang berbutan untuk beli tiket Laskar Pelangi. Well, film ini memang begitu amazing hingga banyak yang menantikan pemutaran perdananya dan rela menunggu dari pagi bahkan sebelum Amplaz (Ambarrukmo Plaza), tempat pemutaran film itu buka. Aku sendiri berangkat sejak jam 8 dan sempat kesel karena busway tidak datang-datang, tapi akhirnya aku sampai juga di Amplaz jam 9.30, tepat sebelum mal buka.

Kaget juga sesampainya disana ternyata udah ada ratusan orang di depan pintu Amplaz, sadis banget deh. It's just far from my expectation, walaupun aku udah nyangka atrinya bakal banyak. Begitu menginjakkan kaki ke Amplaz aku langsung dapat info kalo pintu samping udah buka, langsung deh lari kesana beserta puluha orang. Suasana benar-benar kayak acara Benteng Takesi, apalagi ketika di eskalator. Eskalator yang masih dirantai udah disesaki banyak orang. Sempat khawatir juga kalo itu lantai bakal ambruk apalagi kalo sampai terinjek-injek. Sialnya lagi aku kebagian eskalator untuk turun, so perjuangan harus lebih heboh lagi.



Begitu eskalator dibuka, suasana semakin menggila. Orang-orang seperti sedang kerasukan kuntilanak, dempet sana dempet sini. Tubuhku yang kecil bahkan sampai didorong di pegangan eskalator. Untungnya aku termasuk orang yang beruntung bisa naik sampai lantai paling atas tempat Studio 21 berada. Ternyata oh ternyata disana sudah banyak orang yang mengantri, dan aku berada di antrian paling tengah. Tak berapa lama antrian udah sampai ujung eskalator, gile banget. Aku sampai pusing melihat begitu banyaknya orang.

Setelah mengantri selama sekitar 1 jam, akhirnya aku dapat juga tiket pemutaran film Laskar Pelangi secara perdana. Sempat miris juga ketika lihat orang yang antri di depanku memborong tiket seenaknya, aku curiga dia calo. Bakalan kecewa berat kalo sampai kehabisan tiket, tapi aku akhirnya dapat pemutaran jam 21.30 kursi A10 paling atas. Gpp lah, yang penting hari ini bisa nonton. Lagi-lagi ini masalah kepuasan diri.



Kelar dapat tiket aku langsung turun, ternyata di hall Amplaz ada tanya jawab film bersama Riri Riza, Mira Lesmana, Andrea Hirata, Cut Mini, dan banyak pemeran pendukung Laskar Pelangi. How lucky I am, Jogja mendapat kunjungan kehormatan dari para sineas ini di hari pemutaran perdananya. Walaupun nggak sampai foto bareng, udah cukup seneng juga bisa lihat dari jauh dan menyimak tanya jawab itu. Aku ambil beberapa foto dan langsung pulang untuk nantinya ke Amplaz lagi, NONTON FILM LASKAR PELANGI PREMIERE.... (pengalaman nonton premiere pertama lho, setelah dulu nggak kebagian premiere GIE di bioskop Mataram)