Tuesday, November 11, 2008

Atmosfear Daredevil


Sewaktu berkunjung ke Jakarta beberapa bulan yang lalu, aku adalah salah satu dari sekian orang yang berkesempatan mencoba wahana di FX Mall Sudirman, yaitu Atmosfear. Atmosfear adalah dry-slider setinggi 28 meter atau 7 lantai dengan panjang lintasan 72 meter yang konon diklaim sebagai dry-slider terpanjang di Asia Tenggara. Sejujurnya waktu itu aku tidak begitu niat untuk mencoba, melihat orang yang udah mencoba saja bikin merinding. Tapi ternyata temanku yang mendapat undian tiket Atmosfear memutuskan untuk menyerahkan tiket ini pada pemenang hom-pim-pah. Apesnya (atau untungnya ya?) aku yang dpaet tiket itu. Akhirnya dengan sedikit bergidik dan deg-degan aku coba juga untuk segera naik ke lantai F7 dan mulai mengantri.

Ternyata disana sudah lumayan banyak orang yang ingin menantang keberaniannya juga. Namanya juga Atmosfear, suasana mencekam dan mendebarkan disuguhkan bagi para penantang nyali. Aku itu termasuk orang yang nggak bandel-bandel amat, tapi juga bukan penakut. Tapi melihat orang-orang yang udah duluan coba bikin aku gentar juga. Di kamera CCTV dilihatin proses merosotnya yang walaupun lintasannya cukup panjang hanya berlangsung selama beberapa detik saja. Bagi para penantang nyali sejati mungkin ini nggak seberapa. Namun ini adalah pengalamanku pertama kali mencoba wahana mengerikan seperti ini.


Akhirnya tiba juga giliran aku yang unjuk gigi. Seperti orang Asia pada umumnya, aku termasuk sedikit takut ketinggian. Pemandu di belakangku memasangkan alat pengaman dan berteriak "SIAP!!" dan tanpa menunggu jawabanku mulai mendorong dan akhirnya aku merosot dengan kecepatan tinggi di dalam tabung aneh itu. Rasanya udah bikin jantung copot dan di dalam aku teriak sekencang-kencangnya. Sebelum meluncur dengan isengnya pemandu bercerita kalau udah pernah ada yang patah tulang rusuknya, apa nggak tambah bikin ngeri tuh? Sepanjang lintasan aku harap-harap cemas dan berdoa agar tulang rusukku nggak kenapa-napa. Untungnya aku sukses pula sampai di F1 dengan kepayahan. Tapi ada kepuasan dan euforia tersendiri setelah mencoba wahana ini, mungkin inilah yang disebut ego untuk menahlukkan. Aku jadi mengerti apa yang dirasakan penikmat olahraga ekstrim seperti bungee jumping, sky diving, paralayang, dll.

Lain kali mungkin aku akan coba olahraga ekstrim lainnya. Segala sesuatu kalau memang belum dicoba nggak akan tahu rasanya. Olahraga ekstrim banyak memberikan pengalaman tak terlupakan bagi yang melakukannya. Tapi tentunya keselamatan harus tetap jadi yang utama. Jangan sampai ketika melakukannya itu adalah kali terakhir. Intinya harus bisa mengukur diri sendiri. Mengenali phobia yang diidap itu penting, jangan sampai orang yang takut ketinggian memaksa untuk sky diving atau orang yang takut tempat tertutup memaksa untuk menyelam. Bagi sodara-sodara yang udah pernah melakukan olahraga ekstrim ceritain pengalaman dan pendapat kalian dunk!

Gambar diambil dari sini
Video dari sini

STMIK Achmad Yani, Bukan Lagi AMIK


Hari ini mungkin adalah yang bersejarah untuk kampusku. Sebab tepat pada 11 November ini, secara resmi kampus AMIK Kartika Yani berganti nama menjadi STMIK Jendral Achmad Yani. Pergantian nama ini juga disertai dengan penambahan jurusan baru yaitu S1 Teknik Informatika. Ini tentunya adalah suatu kemajuan yang cukup signifikan bagi kampusku yang selama ini tidak begitu dikenal walaupun udah pasang spanduk dimana-mana. Peresmiannya sendiri dihadiri oleh pemimpin Yayasan Kartika Eka Paksi, direktur AMIK Kayani, tamu undangan dan beberapa mahasiswa AMIK.

Peresmian diselenggarakan di lingkungan kampus AMIK Kartika Yani dan diadakan secara sederhana. Sepintas saat menghadirinya serasa sedang berada dalam resepsi pernikahan seseorang. Namun bedanya, tidak tampak bunga dimana-mana seperti layaknya resepsi pernikahan. Bunga hanya disematkan pada jas dan baju dosen maupun karyawan AMIK, hehehe. Acaranya dimulai sekitar jam 8.00 pagi, tapi tamu undangan baru lengkap datang sekitar pukul 10.00 pagi. Maklum lah, ini masih di Indonesia, negara yang kental sekali dengan budaya jam karet. Aku sendiri waktu itu duduk pada barisan tempat duduk yang mayoritas perempuan penghuninya. Tapi demi semangat kesetaraan gender, aku nggak peduli. Toh setelah itu ada beberapa juga mahasiswa yang ikut-ikutan duduk di barisan mahasiswi.

Acara kali ini harus disertai dengan hawa panas dan gerah yang nggak biasa di musim penghujan ini. Mungkin penyelenggaranya menyewa pawang hujan agar acaranya dapat berlangsung lancar. Tapi efeknya beberapa tamu undangan, khususnya yang berada di barisan mahasiswa-mahasiswi merasa begitu kegerahan. AC blower dan kipas angin hanya disediakan untuk tamu kehormatan, mahasiswa dibiarkan menderita. Namun yang penting kami semua berbahagia, selain bisa nyuri-nyuri waktu untuk ngobrol, juga merasa bangga akan kemajuan kampus kami tercinta ini. Waktu 4 jam jadi tidak terasa karena saking asyiknya.


Paduan suara mengiringi prosesi peresmian AMIK, Acacia choir namanya. Tapi apa mungkin karena kekurangan lagu atau maunya memang begitu, banyak lagu yang berulang-ulang kali disajikan. Empat buah TV layar datar dan lebar juga menghiasi panggung utama acara ini. Melalui alat itu ditampilkan animasi dan slide-slide yang cukup menarik tentang kampus AMIK Kartika Yani dan pergantian namanya. Animatornya memang handal dan tidak membuat malu predikat AMIK sebagai kampus ilmu komputer. Inilah yang harusnya dijadikan cerminan civitas akademia kampus AMIK.

Prosesi acara dimulai dari pelantunan lagu Indonesia Raya dan mengheningkan cipta yang selanjutnya diisi oleh pembacaan surat keputusan Dinas Pendidikan yang menyetujui pengajuan perubahan jenjang pendidikan kampus AMIK. Kemudian peresmiannya ditandai dengan penyarungan bendera logo AMIK dan pembukaan sarung yang menutupi bendera logo STMIK, cukup simbolis memang. Lalu direktur AMIK dilantik kembali menjadi direktur STMIK yang disertai dengan pembacaan janji kepemimpinan. Acara itu dirampungkan dengan pelantunan Mars dan Hymne STMIK Achmad Yani yang baru pertama kali ini kudengar. Singkat namun terasa padat juga.

Acara ramah tamah diwarnai dengan gosip menggosip oleh rombongan mahasiswi yang membahas satu persatu dosen dan mahasiswa yang lalu lalang. Cukup seru untuk disimak namun akhirnya membuat perut terasa keroncongan. Karena perut sudah tidak bisa ditolerir, akhirnya kami semua dipersilahkan untuk mengambil jatah makan siang yang dipersiapkan bagi tamu mahasiswa. Berbeda dengan tamu kehormatan yang menikmati hidangan prasmanan, kami semua boleh puas dengan menikmati nasi gudeg dalam kardus. Gudegnya lumayan enak (tapi aku cukup bosan dengan makanan ini!) dan yang lebih enaknya lagi, semua mahasiswa makan bersama-sama dalam gasebo, jarang-jarang ada momen seperti ini. Secara keseluruhan acara ini termasuk menyenangkan, selain gratis juga meriah. Musik techno dan trance ala dugem sempat pula menambah keramaiannya, entah apa maksudnya?

Semoga saja peresmian STMIK Achmad Yani kali ini disertai pula dengan peningkatan kualitas dan mutu akademiknya. Sehingga pergantian nama tidak hanya dimaknai secara simbolis tapi juga dapat diaplikasikan dalam kenyataannya. Pembangunan gedung baru turut juga menyertai acara ganti nama ini. Rencananya kompleks kampus akan dibangun lebih luas untuk mengakomodir kebutuhan jurusan baru maupun mahasiswa pada umumnya. Website AMIK Kayani pun rencananya akan berganti dari alamat www.kyani.ac.id menjadi www.stmikayani.ac.id. Cuma sementara ini belum online. Yah sukses deh buat kampusku!

I Miss Library...


Waktu udah menunjukkan petang, dan kakikku terasa pegel-pegel dan kesemutan akibat berjam-jam berada di Amplaz (Ambarrukmo Plaza). Bukan shopping atau melototin mahluk-mahluk seksi dan menarik disana yang aku lakukan, tapi adalah menyambangi toko buku merangkap perpustakaan tidak resmi (setidaknya bagiku), Gramedia. Berjam-jam baca sambil berdiri, jongkok, senderan, ngesot, dll. Membaca buku kadang bisa jadi sebuah candu bagiku, dan ketika asyik dengan sebuah bacaan rasa kesemutan dan pegel-pegel ini bisa terkamuflase dengan baik. Sampe akhirnya yang jadi korban adalah sepatu Airwalk yang lumayan mahal ini jadi ketekuk-tekuk dan berubah bentuk. Tapi tak apalah.

Buku yang aku baca kali ini adalah mengenai travelling. Hobi yang menarik nan menantang ini terpaksa tidak sering kulakukan karena faktor "U" (bukan Umur tapi Uang). Se-backpacker-backpacker-nya apapun tetep aja hobi ini terasa mahal bagiku yang sementara ini masih jadi pengangguran, hiks. Tapi aku berjanji jika ada kesempatan dan "U" aku akan menunaikan hobi ini dan membaginya kepada siapapun yang mau diajak berbagi. Namun kali ini aku nggak akan bercerita banyak tentang buku yang aku baca hari ini. Jika sodara-sodara pengen tau mending buka aja sinopsis buku "Naked Traveler" yang informatif dan sangat lucu ini.


Yang pengen aku bagi kali ini adalah mengenai perpusatakaan alias library. Nasib aku yang nggak berada di kalangan the have much tapi cuma berada di kalangan the have not too enough kadang begitu menyusahkanku untuk menuntaskan gairah membaca. Tipikal kota-kota kebanyakan di Indonesia, Yogyakarta kurang begitu memfasilitasi warganya dengan perpusatakaan. Sekarang spot favoritku untuk membaca buku hanyalah Toga Mas atau Gramedia yang terkadang bikin nggak enak hati karena dipelototin (diliatin sembari dibatin aja ding) penjaganya karena baca tanpa beli. Bersyukurlah karena aku tinggal di Indonesia, bukan di Jepang atau Cina yang penjual bukunya dengan kejam mengusir orang-orang macam aku ini dengan kemoceng atau sapu lidi. Sialnya baca gratis ini tidak menyediakan tempat duduk layaknya perpustakaan, jadinya relakan saja kaki keram dan snut-snut.

Seumur hidup aku belum pernah nemu perpustakaan yang nyaman dan komplit di Jogja maupun tempat-tempat lain yang pernah kukunjungi. Aku nggak tau apa mungkin aku yang kurang gaul atau apa. Yang jelas situasi ini sedikit banyak mencerminkan sikap warga masyarakat maupun pemerintah Indonesia yang tidak memperhatikan kepentingan membaca sebagai kepentingan publik yang perlu difasilitasi. Perpustakaan kampusku sendiri hanya berada pada ruangan seluar kamar kos dengan koleksi buku-buku yang nggak bisa diandalkan, karena saking tuanya atau kurang bermutu. Hal yang sama juga terjadi pada perpustakaan SMA, SMP, dan lebih parah lagi SD. Perpustakaan umum daerah juga tidak banyak membantu. Yang disimpan disana kebanyakan buku-buku tua, dan tempatnya juga minim cahaya juga berbau aneh dengan nuansa angker. Ini jelas-jelas bukan tempat yang menjadi pilihanku untuk menghabiskan berjam-jam waktu untuk membaca. Yang sedikit lebih mending mungkin perpusatakaan di LIP, meskipun kebanyakan bukunya berbahasa Prancis maupun Inggris tapi koleksinya lengkap dan tempatnya nyaman, bersih, juga tidak berisik. Tapi sayangnya perpustakaan ini khusus untuk anggota LIP, berbayar, dan birokrasinya (untuk meminjam) kadang-kadang sulit. Parah banget memang nasib perpustakaan di Indonesia.


Perpustakaan pada dasarnya adalah wadah bagi masyarakat untuk membaca dan memperoleh informasi. Aku yakin semangat ini ada pada setiap diri manusia, namun kadang redup ketika tidak terfasilitasi. Yang perlu digarisbawahi adalah tidak semua orang bisa membeli buku atau bahan bacaan untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Keadaan perpustakaan di Indonesia yang jarang dan tidak nyaman hanya akan menambah kelesuan budaya membaca, sehingga masyarakat menjadi semakin ketinggalan ilmu pengetahuan. Merosotnya ilmu pengetahuan hanya akan memicu keterpurukan suatu bangsa dalam segala bidang. Jadinya orang yang terlahir cerdas dapat tidak tahu apa-apa dan terjebak dalam kegelapan ilmu.

Oh, aku rindu sekali pada perpustakaan. Dulu aku punya banyak buku di rumah peninggalan paman, tante, nenek, ayah, dll. Tapi kini berangsur-angsur buku itu mulai rusak, hilang dan lenyap. Aku sih berusaha setiap kali punya anggaran lebih untuk membeli buku baru. Tapi lama-lama begah juga, kadang suka nyesek kalo lihat buku bagus di Gramedia/Toga Mas disegel dan nggak kebeli. Suka kadang pengen balas dendam, borong buku habis-habisan (sampe duit habis maksudnya, bukan stok habis) dan baca semuanya lalu ditata rapi di lemari. Beberapa kali aku sempat sih balas dendam, cuma kadang kecewa karena salah beli buku. Masalahnya ada beberapa buku yang cara penulisannya atau materinya kurang baik. Coba ada perpustakaan, kan nggak perlu beli. Membeli buku hanya membatasi hak seseorang untuk memperoleh informasi, seolah-olah hanya yang berduit saja yang berhak dapat informasi. Sungguh kenyataan yang sangat miris.


Sebenarnya sumber pengetahuan nggak hanya berasal dari buku. Bisa saja ilmu itu didapat dari obrolan ringan maupun browsing di internet. Namun obrolan ringan kadang memberikan ilmu yang lebih tidak relevan dan tidak terpercaya dibanding buku. Internet juga, meskipun banyak hal yang bisa didapat didalamnya, membaca teks di layar monitor tidak begitu baik untuk kesehatan mata. Internet juga sampai saat ini belum bisa diakses semua orang. Koneksi internet masih relatif mahal bagi sebagian orang, belum lagi fenomena gaptek yang masih mewarnai masyarakat Indonesia. Buku adalah satu-satunya penyelamat yang efektif. Aku sih berharap saja keadaan perpustakaan Indonesia di masa mendatang bisa sedikit menyejukkan. Tapi untuk bergerak sebenarnya kita semua bisa mulai dari sekarang. Percuma saja no action talk only, kalo emang belum bisa beli buku bisa usaha untuk patungan maupun menjadi anggota perpustakaan berbayar. Ilmu itu memang kadang mahal, tapi nantinya dapat menjadi dewa penolong di kemudian hari. Duh jadi inget ceramah subuh di radio tadi pagi.

Cultural Study


Baru-baru ini aku nonton pertunjukan orkestra simphoni anak-anak ISI di Societeit alias Taman Budaya Yogyakarta. Konser orkestra itu ternyata sukses menarik animo warga Yogyakarta untuk berpartisipasi, jadinya ketika aku datang tiket sudah terjual habis. Untung saja temanku kenal orang dalam di ISI sehingga malah bisa masuk secara gratis. Sejujurnya (kebangetannya aku!) ini baru pertama kalinya aku ke Societeit yang dulunya bioskop tua itu. Dan pengalaman ini benar-benar membuatku merasa bangga menjadi bagian dari Yogyakarta. Konser orkestra ini membuktikan bahwa Yogyakarta adalah benar-benar kota yang menghargai dan memfasilitasi segala kegiatan yang berhubungan dengan pelestarian budaya. Konser malam itu sangat bagus dan tetata apik, meskipun ada juga yang berkomentar masalah gedung pertunjukkannya yang ini lah itu lah, but leave it!

Orkestra simphoni sepertinya adalah budaya yang tidak "Indonesia" banget, tapi ternyata malam itu juga ada pertunjukkan tari Jawa yang dibawakan oleh anak-anak. Jadi bisa dibuktikan bahwa Societiet bisa mensinkronkan kedua kubu budaya ini menjadi suatu perpaduan yang malah jadi semakin meramaikan tempat itu. Mempertahankan budaya asli bukan berarti menanamkan sikap apatis terhadap budaya luar kan? Sebab semua itu akhirnya akan menciptakan nuansa pluralisme yang akan mempersatukan segala komponen masyarakat dari berbagai bangsa, suku atau latar belakang budaya.


Societeit sendiri merupakan bagian dari kompleks nol kilometer yang dulunya adalah pusat pedagang buku kaki lima (semacam Kwitang, Jakarta) yang kurang tertata dan kawasan kurang terurus. Namun saat ini kawasan itu telah menjadi pusat pendidikan dan kebudayaan Yogyakarta. Di kawasan itu dapat ditemui Taman Pintar (fasilitas pendidikan dan bermain anak-anak), Taman Budaya alias Societeit (tempat digelarnya berbagai seni pertunjukkan juga pameran), Benteng Vredeburg (berfungsi ganda, museum dan ruang pamer publik, seringkali juga dijadikan tempat berlangsungnya event khusus), dan Monumen Serangan Umum 1 Maret (yang dijadikan tempat pertunjukkan outdoor).

Fasilitas-fasilitas pendukukung pada kawasan itu diantaranya adalah Toko buku murah "Shopping" yang didalamnya terdapat kios-kios pedagang buku dengan harga terjangkau. Tempat ini adalah kompensasi pemerintah Yogya yang diberikan kepada para pedagang buku yang dulunya menghuni kawasan kaki lima "Shopping". Selain itu disepanjang kawasan nol kilometer disediakan ruang duduk publik yang dapat digunakan sekedar menikmati suasana kota Yogyakarta dengan penduduknya yang beragam. Di tempat ini berbagai orang berkumpul untuk berbincang-bincang, mempertunjukkan ketrampilannya (ngamen, break-dance, skater, orasi, dll), juga untuk saling berkenalan. Di dekat tempat ini ada juga Pasar Sore yang menjual barang-barang dengan harga murah dan buka sampai malam. Kawasan Nol Kilometer memang strategis, letaknya berdekatan dengan area Malioboro, Pasar Beringharjo, Istana Negara (Gedung Agung) dan Alun-alun Utara Yogyakarta. Sehingga dengan sedikit perbaikan disana-sini, di masa mendatang kawasan Nol Kilometer akan menjadi magnet pariwisata Yogyakarta.

Part of writer's block series

Sumber gambar dari sini dan sini

Monday, November 10, 2008

Rien à écrire [part deux]


Tengah malam ini seperti biasanya masih berkutat dengan warnet. Tapi warnet yang dikunjungi kali ini lain, sebab menyediakan asap rokok pekat, asbak kotor dan sampah berceceran di kompie sebagai ekstra pelayanannya. Sebenernya aku sudah tahu tentang pelayanan prima ini sejak dulu kala, namun hari ini aku memutuskan untuk menikmati pelayanannya tidak lain dan tidak bukan adalah dalam rangka (rangkanya siapa?) penghematan. Yups, di warnet ini menyediakan koneksi cepat namun dengan harga Rp.500 rupiah lebih murah pada happy hournya dibanding warnet kesayanganku itu.

Tapi ternyata it's not a brilliant choice by the way. Sebab ternyata pelayanan prima itu sukses bikin otakku tercuci dan nggak tau lagi harus nulis apa-apa yang bermanfaat. Tampaknya racun nikotin sudah menguasai setiap jengkal area dalam otakku dan membuatnya semakin bebal. Tapi tak apalah, toh aku masih bisa ber-YM ria dan bersua dengan kawan-kawan lamaku di berbagai penjuru dunia (berapa penjuru?). Dan sejujurnya aku cukup gembira karenanya. Ya, daripada bete mending gembira kan...


Karena bebalnya otak dan sempitnya pikiran pada malam ini. Maka kuputuskan saja untuk blogwalking, yang kali ini walking-walking banget. Acara blogwalking memang menjadikan banyak manfaat. Selain termotivasi menjadi blogger yang baik, aktif dan produktif, juga menambah teman blogger (meskipun sampai saat ini belum terlalu banyak *hiks). Aku sadar nggak ada sesuatu yang langsung tumplek menjadi sempurna, pasti selalu ada penyempurnaan. Jadinya aku berharap semoga sepinya blogku ini tidak mengurangi semangatku untuk menulis setiap harinya.

Dari acara blogwalking ini kuamati banyak juga blogger yang berkomentar seputar eksekusi mati pelaku bom bali beberapa waktu yang lalu. Komentar mereka diantaranya beragam, ada yang pro, sangat kontra dan netral. Kalo aku sendiri sih masuk ke kategori netral-netral kontra lah (gimana ya?), tapi memilih untuk nggak mendedikasikan posting untuk mereka. Masih banyak masalah yang perlu di share dalam postingan sih :P. Selain itu SMS-SMS bertebaran dimana-mana (yang kudengar sih). Tapi herannya SMS itu nggak mampir di hapeku, mungkin karena nomer ini masih untuk kalangan terbatas yah.. hehehee. SMS itu diantaranya berisi untuk mendoakan para mujahid (mujahid ya?) agar nyawanya diterima dan agar para pembaca SMS meneruskan perjuangannya (ngebom orang tak berdosa dimana-mana?). Segala hal yang diputer balik kayak gini termasuk tim sukses dalam penghancuran mood-ku untuk menulis hari ini.


Tiga hari yang lalu juga ada puting beliung (angin typhoon) di Yogyakarta. Tepatnya di seputar kawasan kampus UGM Yogyakarta. Angin itu sukses memporak-porandakan segala sesuatu disana. Gerobak-gerobak para PKL (pedagang kaki lima, bukan praktek kerja lapangan - some indonesian abbreviation error), motor-mobil mahasiswa, genting-genting bangunan UGM, juga pohon-pohon yang tumbang. Ketika kejadian itu aku nggak termasuk saksi mata, sebab aku sedang window shopping di Amplaz (*hehehe). Mungkin inilah yang tampak di depan mata sebagai bahaya dari efek perubahan iklim. Tingkatkan saja kesadaran kita semua agar bumi menjadi semakin ramah dan nyaman untuk ditinggali. Pokoknya stop Global Warming bersama-sama!

Kiranya itu saja hasil dari begadang hari ini. Kuputuskan untuk segera pulang ke rumah biar badan bugar di pagi harinya (bukannya sekarang udah pagi ya?). Moga-moga lain waktu aku nggak semakin bosen untuk posting. Komentar, saran, pendapat, makian, dan hujatan ditunggu-tunggu selalu kehadirannya lho. Tetep semangat nge-blog dan selamat Hari Blogger Indonesia! Tapi kayaknya aku nggak ikutan PestaBlogger, sebab kondisi pekenomian sedang resesi habis, doain tahun depan bisa ikut.

Sunday, November 09, 2008

Aerial View


Masalah terbesar bagi manusia kadang-kadang adalah masalah kurang bersyukur. Sifat manusia yang nggak ada puasnya seringkali mendorong seseorang untuk berperilaku tamak dan mengejar sesuatu yang nggak ada habisnya. Padahal kenikmatan hidup yang diperolehnya sudah lebih dari rata-rata. Mungkin satu-satunya hal yang membuat manusia sadar adalah ketika melihat semua yang dimilikinya tiba-tiba sirna. Saat itulah dia baru menyadari bahwa sesuatu yang dulu dia miliki dan kurang disyukuri sangatlah berharga.

Aku sendiri merupakan orang yang terjebak dalam permasalahan klasik seperti ini. Keinginanku 5 tahun yang lalu dengan keinginanku saat ini telah sangat berbeda. Dulu aku orang yang sederhana, bisa main internet 1 jam , dibeliin kue, atau bebas dari tugas kasih makan bebek dan ayam peliharaan saja udah seneng banget. Nah, sekarang di saat aku udah nggak lagi kesulitan untuk menggapai keinginan-keinginan sederhana seperti itu, bukannya bersyukur tapi malah menginginkan lebih. Di atas langit selalu ada langit, dan berada di atas bukan berarti jaminan kebahagiaan. Jaminan kebahagiaan adalah bebas dari perasaan gelisah dan menjalani hidup dengan hati tenteram. Percuma saja kalau yang dikejar hanyalah materi saja. Untuk bisa bahagia itu mampu dilakukan oleh setiap orang.


Janganlah terlalu silau melihat rumput tetangga yang lebih hijau. Nggak tahu kan darimana asalnya kenapa rumput itu bisa lebih hijau? Yang jelas rawatlah rumput sendiri supaya bisa tumbuh baik dan semakin hijau. Meningkatkan kualitas hidup bukan berarti memaksakan hidup seperti hidup yang dijalani orang lain. Percaya sajalah, setiap orang punya standar dan caranya masing-masing untuk menjalani hidup. Dan standar dirilah yang dipakai untuk menjalani hidup dengan lebih baik. Jagalah hati dan perasaan dari rasa iri, dengki dan tamak. Itu hanya akan menghancurkan diri.

Semua yang terlihat itu bukan selalu apa yang sebenarnya terjadi. Mata kadang-kadang hanya membirikan halusinasi visual yang bisa membutakan hati. Bercerminlah, pelajari dan renungkan hidup yang selama ini dijalani. Jagalah agar semua itu tidak hilang nantinya. Namun apabila itu harus hilang, percayalah Sang Pencipta selalu tahu yang terbaik bagi mahluknya. Manusia yang baik adalah mereka yang bisa memanfaatkan dengan maksimal setiap anugerah yang dikaruniakan kepadanya. Roda itu selalu berputar, persiapkan diri sebagai akrobatik yang baik.

Asal British

Pada suatu tayangan iklan produk seluler di televisi:
"Hallo mister... Agus!"
"Me? Good-good only"
"Talking-talking... You know, David Beckham?"
"Say hello from Agus ya!"
Budaya berbahasa Indonesia saat ini udah kacau banget. Penggunaan istilah asli bahasa Indonesia udah mulai ditinggalkan dan dianggap kuno. Masyarakat Indonesia saat ini lebih senang memakai kata "sharing" daripada "berbagi" atau "education" daripada "pendidikan". Sebagai blogger, aku kadang juga merasa bahwa aku ikut-ikutan budaya ini. Padahal itu sangat-sangat mengancam eksistensi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia. Punahnya Bahasa Indonesia berarti adalah punahnya kepribadian bangsa Indonesia. Apa lagi yang bisa dilakukan selain menyelamatkannya sebelum terlambat.

Badan Pengembangan Bahasa Indonesia sendiri telah setiap waktu berusaha untuk menemukan atau menciptakan padanan istilah asing yang masuk dalam budaya bangsa Indonesia. Misalnya adalah penemuan istilah "galat" untuk menggantikan istilah "error" yang saat ini sangat luas dipergunakan. Namun nampaknya itu hanya akan berakhir sebagai penemuan tak bermanfaat saja, karena kurangnya sosialisasi. Sosialisasi untuk menggunakan padanan kata Bahasa Indonesia sebenarnya ditujukan agar nantinya masyarakat lebih familiar dan akhirnya akan tercipta rasa bangga berbahasa Indonesia. Selain itu pemuktahiran Bahasa Indonesia dan penggunaannya secara luas akan mencegah kemungkinan bahasa ini akan punah di kemudian hari.


Sebagai contoh bisa dilihat dari langkah modernisasi bahasa yang disosialisasikan Mustafa Kemal Atatürk untuk bangsa Turki. Beliau mencoba memperkenalkan alfabet baru sebagai pengganti penggunaan abjad Arab dan memperkenalkan istilah baru yang lebih "Turki" untuk menggantikan istilah-istilah yang merupakan pinjaman dari bahasa lain. Sehingga sampai-sampai beliau dijuluki sebagai bapak Turki yang menjadikan Turki menjadi lebih modern dan nasionalis. Dan langkah beliau ini terbukti sukses membawa Turki menjadi bangsa dan negara yang maju dengan rakyat yang bangga menggunakan bahasa Turki meskipun tidak berada di negara Turki sekalipun. Hal inilah yang sebenarnya patut dicontoh oleh bangsa Indonesia. Sayang sekali sampai saat ini Mustafa Kemal Atatürk hanyalah satu-satunya dan hanyalah milik Turki. Semoga saja nantinya akan ada Mustafa Kemal Atatürk yang lainnya di Indonesia.

Keparahan dan kekacauan yang terjadi dalam ber-Bahasa Indonesia, yaitu dengan penyisipan istilah asing (atau lebih dikenal sebagai Gado-Gado bahasa) seringkali dibarengi oleh kesalahan penggunaannya. Bahkan pengejaannya dan lafalnya seringkali tidak beraturan dan tidak tertata. Ini akan menimbulkan kesan bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa yang tidak terstruktur dan memicu orang untuk terus salah menggunakannya. Akibatnya mungkin akhirnya Bahasa Indonesia hanya akan berakhir sebagai bahasa Kreol.

Saya sungguh benar-benar malu. Sedikit banyak budaya ini sudah mempengaruhi saya dalam menulis atau berbicara. Budaya salah ini pada dasarnya didasari oleh anggapan bahwa menggunakan istilah asing akan terasa selangkah lebih maju dibanding orang lain. Padahal belum tentu yang diajak berbahasa mengerti apa yang dimaksud. Dan saat sudah mengetahui artinya, akhirnya merekapun ikut-ikutan untuk menggunakannya. Oleh mereka istilah-istilah yang dulunya lazim digunakan, suatu saat menjadi istilah yang terasa aneh dan terlupakan. Akhirnya Bahasa Indonesia hanya akan dipenuhi istilah-istilah asing dan semakin berkurang kosa kata asalnya.


Sebenarnya artikel ini bukan ditujukan untuk menanamkan sikap anti bahasa asing. Namun lebih pada sosialisasi penggunaan bahasa yang baik dan benar. Jika memang berniat berbahasa Inggris, Spanyol atau yang lain, gunakan pada kalimat secara utuh dan berusaha mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Atau bisa juga mencoba langkah seperti dalam kalimat ini "Bahasa Jawa adalah bahasa yang lazim digunakan oleh suku Jawa, suku indigenous atau suku asli pulau Jawa bagian tengah dan timur. Kata indigenous disini disertai dengan padanan kata "asli" sehingga penggunaannya dapat sekalian dikenal dan disosialisasikan. Pengembang bahasa juga harus lebih aktif bekerja untuk mencari padanan kata istilah asing dalam Bahasa Indonesia, tentunya juga harus dibantu oleh seluruh bangsa Indonesia kan. Bagaimanapun ini adalah bahasa kita semua!

Intinya boleh saja menggunakan bahasa gaul atau gado-gado, tapi sebagai orang Indonesia yang baik, bahasa formal tetap harus selalu dipelajari dan dipahami. Sehingga berbahasa Indonesia itu tidak asal british dan ngawur-ngawuran. Berbahasa Indonesia yang baik dan benar niscaya lebih dihormati oleh bangsa asing. Sebab itu akan menunjukkan pribadi bangsa Indonesia yang bangga karena memiliki bahasa Indonesia. Marilah berbahasa Indonesia yang baik dan benar!

NB : Jujur, artikel ini nampar banget ketika sedang kupikirkan dan akhirnya kutulis. Semoga dengan artikel ini, pembaca maupun aku sendiri bisa semakin memahami dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik. Komentar, saran dan sudut pandang lain dibuka lho untuk disampaikan oleh semua pembaca!

Saturday, November 08, 2008

Mister Insomnia


Insomnia, kebiasaan burukku yang lama-lama jadi aku benci. Aku itu manusia, dan manusia itu seharusnya adalah mahluk diurnal yang beraktivitas di siang hari. Tapi anehnya lama-lama aku jadi mahluk nocturnal yang betah melek di waktu malam ketika semua orang sedang tidur. Yang aku bisa lakuin paling cuma nonton TV, baca buku, dengerin radio, ke burjo, atau ke warnet. Aktivitas itu lama-lama membosankan dan membuat aku nggak bisa prima dalam menjalani aktivitas siang hari yang mau nggak mau tetep harus ada.

Aku udah mencoba untuk tidur pada waktu ideal. Hari ini aku tidur jam 9 malam, tapi menyebalkannya aku bangun tepat pas Cinderella berubah wujud, alias jam 12 malam. Kayaknya waktu bilogisku udah kacau banget. Abis bangun itu mau tidur udah susahnya minta ampun. Bolak-balik posisi tidur, gonta-ganti bantal sama sekali nggak membantu. Mata masih tetap saja terpejam. Pikiran berkelana kemana-mana, apa aja jadi perhatian. Bahkan suara cicitan tikus yang biasanya emang selalu ada terasa sangat mengganggu. Dengerin radio, lagunya udah bukan selera semua. Mau ke burjo duit kok udah abis, dan hari ini udah makan 2 mie instan. Mau baca buku, kok mata lelah banget. Liatin TV kok udah banyak yang nggak siaran, yang tersisa cuma kuis SMS yang nggak jelas. Pilihan satu-satunya hanya ke warnet, dan itu artinya aku harus nodong ibuku yang malang lagi.


Sebenernya rutinitas ke warnet pada tengah malam terasa sangat menjemukan bagiku. Yang kulakukan di warnet kalo nggak ngeblog, ya facebook-an atau browsing wikipedia dan artikel-artikel lainnya. Kadang aku merasa waktu paling produktifku itu di malam hari. Tapi sebagai mahasiswa yang baik, aku nggak selamanya bisa menjalani kehidupan sebagai mahluk nocturnal. Itu antara lain karena kuliah, belajar kelompok, bikin tugas, dll dilakukan di siang hari. Kalau aku nggak tidur malam hari itu sama aja bunuh diri. Karena nanti siangnya pasti aku udah kayak kehabisa batere dan susah nyambung. Saat seperti itu yang bikin aku ingin sekali menyudahi kehidupan nocturnal ini.

Mungkin pikiran yang berkelana kemana-mana ini yang jadi biang masalahnya. Ketika akan tidur sharusnya pikiran dibuat menjadi rileks dan tenang. Aktivitas otak yang berat hanya akan membebani organ ini sehingga susah sekali untuk merilekskannya dan mengistirahatkannya. Apa inilah yang disebut masalah psikologis yang kudengar banyak dialami oleh pekerja kantoran yang banyak beban pikiran? Tapi aku kan bukan pekerja kantoran dan idealnya beban hidupku nggak banyak. Wah, apa ini berarti aku punya masalah yang serupa tapi tak sama dengan pekerja kantoran? Yang jelas aku merasa bahwa diriku ini orang yang ribet dan suka memikirkan banyak hal-hal yang nggak penting. Sesegera mungkin aku harus melakukan clean-up pada otaku ini. Jangan samapai hal ini berlarut-larut.


Inilah kiat-kiat yang aku rencanakan:
  • Untuk memperbaiki siklus biologisku, aku akan menghindari tidur siang terlalu lama (yang biasanya dilakukan untuk balas dendam karena begadang).
  • Jangan minum kopi, energi drink atau minuman lainnya yang mengandung kafein di sore atau malam hari.
  • Coba untuk minum teh atau susu dan jangan biarkan perut kosong ketika akan tidur.
  • Bisa juga ditambah dengan ritual mandi sebelum tidur, yang akan menciptakan perasaan bersih dan nyaman. (hiks, aku tuh kan jarang mandi)
  • Ketika akan tidur di malam hari aku coba untuk mendengarkan musik yang menenangkan, bisa dari radio atau MP3 player (hiks MP3 Playerku rusak, HP multimedia udah dijual, cuma tinggal radio).
  • Mencoba memeluk guling atau bantal dan mengkosongkan pikiran sewaktu akan tidur di malam hari.
  • Siang hari coba untuk mengikuti aktivitas yang bisa menarik perhatianku, sehingga nggak kepikiran untuk tidur siang (ke mall, ke toko buku, ke cafe atau warnet) kalo bisa jangan sendirian.
  • Mencoba untuk melatih untuk mengendalikan emosi, sehingga nantinya dapat mengontrol pikiran dilematis, melankolis, emosional, dll.
  • Mencoba berdoa sebelum tidur, berdoa bisa menciptakan perasaan aman, terlindungi, tenang, dan rileks.
  • Jangan pusatkan perhatian pada indera pendengar dan indera penglihat. Gunakan selalu indera pencium untuk menikmati udara segar atau wangi yang bisa menambah ketenangan tidur (bisa gunakan wangi-wangian alami atau buatan).
  • Hindari pikiran yang bisa mengacaukan suasana nyaman saat tidur, seperti lupa mengunci pintu, lupa ganti baju, lupa naruh ini naruh itu. Lakukan semua yang dapat menggangu pikiran itu sebelum mulai untuk tidur.
Yah, moga-moga nantinya ini dapat membantuku untuk tidur. Dan semoga pikiran mengganggu itu segera lenyap. Biarkan saja, apa yang terjadi pasti akan terjadi. Jalani hidup seperti adanya saja, jangan terlalu memaksakan diri. Toh hidup itu hanya sebentar, sayang sekali jika nggak dijalani dengan kegembiraan.

Friday, November 07, 2008

Hak untuk TIDAK Menghirup Asap Rokok


Merokok mungkin mengasyikkan bagi sebagian orang. Di Indonesia sendiri, rokok telah menjadi candu bagi banyak orang. Rokok yang sebenarnya merupakan racun ini kadang menimbulkan masalah tersendiri bagi orang-orang yang bukan perokok. Di dalam asap rokok terdapat utamanya terdapat gas karbon monoksida dan zat nikotin yang otomatis akan meracuni orang yang menghirupnya meskipun bukan perokok. Oleh karena itu sebenarnya adalah suatu hal yang wajar bagi orang-orang "bukan perokok" memperjuangkan hak-haknya untuk hidup sehat tanpa asap rokok. Dan mestinya hak itu dihormati oleh para "perokok".

Aku sendiri termasuk orang yang "bukan perokok" dan setiap hari musti menghadapi hidup tanpa bebas dari asap rokok. Ketika di bus, di jalan umum, bahkan dirumahku sendiri. Dulu aku begitu jengkel ketika ayahku dengan seenaknya merokok di dalam rumah dan mencemari udara yang harusnya segar. Kini sepeninggalnya beliau, masih ada saja orang yang suka nongkrong di dekat rumah dan membawa asap rokok masuk ke rumah. Sungguh merupakan keprihatinan yang besar bagiku. Saat ini seluruh keluargaku di dalam rumah tidak ada yang merokok, tapi harus menghadapi ancaman kesehatan yang ditimbulkan dari racun asap rokok. Padahal penyakit yang bisa ditimbulkan oleh asap rokok sangat banyak, diantaranya angina, asma dan alergi. Kalo udah sakit siapa yang harus tanggung jawab coba~


Aku sadar dengan sepenuhnya bahwa merokok adalah hak asasi setiap orang. Tidak ada satupun hak yang diberikan padaku atau orang-orang "bukan perokok" lainnya untuk memaksa seorang "perokok" tidak merokok atau berhenti merokok. Tapi kesehatan juga adalah bagian dari hak asasi manusia. Mustinya kedua hak ini tidak saling berbenturan dengan saling menghargai dan menjunjung tinggi hak masing-masing. Untuk itu aku berusaha netral dalam mengutarakan pendapatku tentang masalah ini. Yaitu dengan mengambil sudut pandang tengah yang bersifat adil satu sama lain.

Sebagai "perokok" sebaiknya membiasakan sikap-sikap seperti ini:
  • Tidak merokok di ruang publik yang didalamnya terdapat anak-anak, maupun orang yang bukan perokok.
  • Menggunakan fasilitas ruang merokok yang disediakan.
  • Tidak merokok di tempat yang menjadi fasilitas umum.
  • Tidak merokok didalam rumah yang didalamnya biasa menjadi tempat keluarga berkumpul.
  • Menyiapkan asbak setiap kali merokok agar tidak mengotori lingkungan.
  • Menghormati "bukan perokok" dengan bersikap sopan dan meminta diri ketika akan merokok.
  • Menghormati peraturan pada tempat yang didalamnya terdapat larangan untuk tidak merokok.
  • Tidak merokok di ruang tertutup tanpa ventilasi udara.

Sebagai "bukan perokok" mustinya juga melakukan hal seperti ini:
  • Tidak mendeskriminasikan para "perokok" dan memberikan penghakiman.
  • Tidak menunjukkan sikap kurang sopan ketika bertemu "perokok" yang merokok sembarangan.
  • Mampu menegur dengan halus dan tidak menyinggung perasaan ketika hak untuk sehatnya dilanggar.
  • Berusaha menciptakan suasana yang mendukung bagi "perokok" yang ingin berhenti merokok.
  • Memberikan dukungan dan motivasi bagi "perokok" untuk menghentikan kebiasaan merokok.
Selain itu pemerintah juga harus:
  • Menyediakan ruang merokok di fasilitas publik sehingga para "perokok" dapat dengan bebas menggunakan haknya untuk merokok.
  • Membuat undang-undang yang mampu melindungi hak warganya yang "bukan perokok" untuk hidup sehat tanpa asap rokok.
  • Menciptakan suasana kondusif bagi sosialisasi kampanye anti-merokok.
  • Memberikan peraturan lebih ketat bagi produsen rokok untuk mencantumkan bahaya merokok yang lebih informatif.
  • Melindungi anak-anak usia dini untuk tidak merokok dengan memberlakukan inspeksi dan peraturan ketat di sekolah maupun ruang publik.
  • Mensosialisasikan budaya anti-rokok.

Child Trafficking


Masih berhubungan dengan kasus pernikahan Ulfa. Aku begitu miris ketika menyadari bahwa perdagangan anak masih marak di negeri ini. Anak yang seharusnya dapat dengan bahagia menjalani masa kecilnya, harus dihadapkan pada kenyataan hidup mereka yang gelap. Mereka (para anak-anak di bawah umur) dipaksa untuk bekerja paksa, menjadi budak, bahkan menjadi pemuas nafsu seksual para hidung belang (pria atau wanta). Sungguh mengerikan memang praktek trafficking alias perdagangan manusia ini. Apalagi jika yang jadi korbannya adalah anak-anak.

Dulu aku pernah baca di koran (lupa nama, judul, maupun tanggalnya) bahwa di Cina ada sekelompok anak-anak yang dipaksa bekerja di pabrik keramik dan genting bahkan hingga usianya mencapai 30 tahun lebih. Ketika diketemukan, kondisi mereka sudah kurus kering dan sakit-sakitan karena puluhan tahun bekerja paksa. Sungguh tidak terpikirkan kalo ini harus dihadapi oleh anak-anak Indonesia. Tetapi inilah kenyataan yang benar-benar terjadi di Indonesia. Banyak anak yang harus putus sekolah karena dipaksa bekerja, bahkan oleh orangtua kandung mereka sendiri. Alasannya apa lagi kalo bukan masalah ekonomi. Karena perekonomian keluarga yang buruk anaklah yang harus menanggung semua.


Pada Undang-undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang Pelindungan Anak pasal 4 jelas-jelas disebutkan bahwa "Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi". Undang-undang Republik Indonesia nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 1 juga menyatakan bahwa Anak adalah setiap orang yang berumur dibawah 18 (delapan belas) tahun", artinya sebelum umur 18 tahun (berarti aku bukan anak-anak lagi ya! pake nanya lagi) mereka belum diperbolehkan untuk bekerja. Namun kenyataannya undang-undang ini hanyalah berakhir sebagai kertas bisu yang tidak berfungsi apa-apa. Pemerintah belum mampu melindungi warga-warganya dibawah umur untuk tidak memperoleh kekerasan dan diskriminasi. Padahal kenyataan itu terpampang jelas di dalam kehidupan sehari-hari. Di perempatan jalan dapat dilihat anak-anak usia sekolah bahkan bayi yang dipaksa ikut mengemis atau mengamen. Sungguh sebuah kenyataan yang pedih dan menyayat hati, di jaman kemerdekaan ini beberapa anak-anak masih belum menikmati kemerdekaan.


Berbicara masalah gepeng (gelandangan dan pengamen) anak-anak, aku pernah mendengar bahwa ada beberapa pihak yang memanfaatkan mereka untuk transplantasi organ. Ya, transplantasi organ, anda tidak salah dengar. Anak-anak tersebut dipaksa untuk diambil ginjal, kornea, dan organ-organ mereka yang lain untuk dimanfaatkan sebagai transplant organ. Beberapa dari anak-anak itu terpaksa menjalani hidup mereka dengan kondisi catat, juga ada pula yang terenggut jiwanya. Memang sadis sekali pihak yang mempraktekkan hal ini. Akan tetapi sayangnya nasib mereka kadang terabaikan dan hanya berakhir sebagai buah bibir.

Tidak hanya gepeng, ada pula anak-anak dari keluarga bahagia yang diculik dan dieksploitasi. Mereka direnggut dari keluarganya dan dijadikan budak untuk pekerjaan kasar. Ada pula yang dipaksa menjadi pekerja seksual di bawah umur. Akhirnya yang terjadi adalah mereka tumbuh menjadi pribadi liar dan menjalani kehidupan yang gelap. Sudah terampas seluruh hak-hak asasi mereka sebagai manusia dan anak-anak. Kemalangan ini harus dialami oleh banyak anak-anak di Indonesia yang harusnya hidup bahagia dan tumbuh bersama keluarga mereka.

Menyadari kenyataan tersebut seharusnya pemerintah dan masyarakat harus mulai bertindak. Tidak ada yang lebih penting selain melindungi generasi muda bangsa Indonesia. Merekalah yang akan menentukan masa depan Indonesia. Bentuklah organisasi yang mampu menjamin pendidikan anak-anak dan kesejahteraan mereka. Kumpulkanlah anak-anak yatim piatu untuk ditampung di tempat yang benar, seperti pesantren atau asrama misalnya. Dan bagi orang tua, luangkanlah waktu untuk lebih mempedulikan anak-anak. Jangan sampai ada lagi anak yang menjadi korban trafficking kelak, marilah kita bertindak sekarang.

Baca Undang-undangnya di:
Undang-undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang Pelindungan Anak
Undang-undang Republik Indonesia nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Beca tentang human trafficking di:
Human Trafficking - Wikipedia, the free encyclopedia

My Name Is...


Barusan iseng-iseng mampir ke blognya Ivana dan nemuin kuis yang seru banget di Blogthings.com. Kuis itu tentang maksud tersembunyi dari namamu. Iseng-iseng saja aku masukin nama asliku (yang tentunya bukan Ramon Belloua). Dan keluarlah hasil yang nggak bisa langsung aku pahami (karena masih dalam bahasa Inggris. Berkat bantuan dari Sederet.com dan Urban Dictionary, akhirnya bisa juga aku terjemahkan. Ketika baca hasilnya aku benar-benar terkejut! Kenapa? Simak aja arti dari namaku ini:
Kamu berjiwa bebas dan merasa jengkel ketika seseorang mencoba membatasimu. Kamu tidak bisa ditebak, petualang, dan selalu memiliki sedikit kejutan. Kamu tertinggal bukan karena berdiam diri, tetapi karena terlalu sibuk untuk bersenang-senang.

Kamu adalah orang yang begitu beruntung. Sesuatu selalu berjalan sesuai maumu. Dan karena kamu sangat beruntung, kamu tidak punya banyak kecemasan. Kamu hanya berharap yang terbaik dalam hidup. Kadang kamu sedikit merasa bersalah karena serakah. Oleh karena itu sebarkan keberuntunganmu pada orang-orang yang membutuhkannya.

Kamu seimbang, tertatur dan tertata. Kamu ingin bebek-bebekmu tetap pada barisan. Kamu berenegi dan kompeten, khususnya di tempat kerja. Orang-orang akan merasa kamu itu keras kepala dan berkepala batu. Itu karena kamu punya kepribadian dominan.

Kamu benar-benar orang yang orisinil. Kamu punya ide menakjubkan dan kekuatan untuk mewujudkannya. Kesuksesan datang agak mudah bagimu khususnya dalam bisnis dan akademis. Beberapa orang berpikir kamu mementingkan diri sendiri dan sedikit suka menguasai. Itu karena kamu orang yang keras.

Kamu cenderung sedikit latah. Mudah sekali membuatmu bergairah... yang bisa jadi hal yang baik atau buruk. Kamu punya antusias yang tinggi, tapi dapat luntur dengan cepat. Kamu nggak bisa bertahan pada satu hal untuk waktu yang lama. Kamu punya dorongan untuk menyelesaikan banyak hal dalam waktu singkat. Masalah terbesarmu adalah memastikanmu untuk menyelesaikan rencana yang kamu mulai.

Kamu ada dalam satu kemasan; ramah, menggairahkan, cerdas dan keras. Kamu ingin dunia ada dalam kendalimu, dan kamu bisa mempengaruhi hampir setiap orang yang kamu kenal. Kamu nggak selalu bisa menahan naluri untuk menindas yang lemah. Cuma ingatlah saja, mereka nggak punya cukup banyak hal untuk diri mereka seperti yang kamu punya.

Kamu adalah seorang pencari. Kamu selalu merasa gelisah dan punya banyak pertanyaan tentang hidup. Kamu cenderung gemar bepergian ke tempat-tempat secara acak. Kamu paling merasa nyaman ketika jauh dari rumah. Kamu sangat bernafsu dan mudah sekali tergoda. Dorongan-doronganmu kadang membawamu dalam masalah.

Kamu liar, gila dan pemberontak besar. Kamu selalu merasa berkuasa atas sesuatu. Kamu punya berton-ton energi, dan kebanyakan orang tidak bisa menanganimu. Kamu sangat bersemangat. Kamu benar-benar tidak bisa dikendalikan, dan cenderung terjebak dalam masalah. Tapi jenis masalah yang kamu hadapi penuh dengan keasyikan.

Biasanya kamu selalu hebat dalam segala hal... kamu selalu berusaha menjadi sempurna. Kamu percatya diri, otoriter dan agresif. Kamu punya kepribadian klasik "Tipe A".

Kamu orang yang percaya diri, punya keyakinan diri dan cakap. Kamu tidak mudah digertak. Kamu dapat dengan mudah menguasai banyak ketrampilan. Kamu nggak perlu banyak bekerja keras atas apa yang kamu inginkan. Kamu membuat hidupmu seperti apa yang kamu inginkan. Dan kamu akan menghalau setiap orang yang berusaha menghalangimu!

Kamu sangat intuitif dan bijak. Kamu memahami dunia lebih baik dari kebanyakan orang. Kamu juga punya imajinasi yang begitu aktif. Kamu sering terbuai dalam pikiranmu. Kamu cenderung paranoid dan pencemburu. Kamu kadang terlalu jauh untuk menafsirkan pertanda-pertanda.

Ngeri juga sih baca penjelasan lengkap yang mengandung makna tersembunyi dari namaku. Entah program maupun algoritma apa yang dirancang untuk nampilin hasil ini. Yang jelas, percaya atau nggak 90% dari pernyataan-pernyataan ini benar adanya terjadi padaku. Coba saja kamu baca postingan-postinganku, sedikit banyak mungkin kamu akan setuju. Semakin lama aku jadi semakin sadar kalo aku udah kayak monster. Seperti Hitler model baru, ngeri kan. Meskipun begitu aku merasa banyak hal dalam hasil ini yang dilebih-lebihkan. Tapi tetap aja aku percaya kalo 90% adalah benar. hebat ya yang buat program. Aku nggak usah bikin autobiografi udah dibikinin. Hehehe.

Kalo kalian juga mau coba silahkan saja masuk ke link ini.
Lihat hasil aslinya dalam bahasa Inggris disini.

Thursday, November 06, 2008

Rien à écrire...


Ketika nulis postingan ini aku bingung banget mau nulis apa. Mood aku baru nggak cocok buat nulis. Kayaknya perasaan baru campur aduk dan susah untuk dideskripsikan. Begitu banyak hal yang kurindukan. Begitu ingin aku lebih nyaman menjalani hidup. Tapi entah kenapa kok semakin hari rasanya semakin gelap saja. Padahal di luar sana banyak hal yang berkilauan dan menyilaukan. Entah apa namanya rasa ini. Yang jelas rasanya aneh dan menyebalkan.

Aku sadar aku bukanlah satu-satunya yang merasakannya. Mungkin begitu banyak orang-orang yang bahkan setiap hari merasakannya. Sampai akhirnya semuanya semakin terpuruk di dalam lubang tak berdasar. Dan ketika menyadarinya, terasa sulit lagi untuk merangkak naik. Bahkan lebih parahnya lagi, bisa saja aku akan terbiasa menjalaninya. Kegelapan total dalam hati dan pikiran yang hanya menambah hidup semakin kelabu.


Tidak ada gunanya mengeluh. Semakin sering mengeluh, maka kekuatan akan semakin lemah. Padahal untuk menggapai permukaan butuh usaha dan tenaga yang maksimal. Kilau cahaya yang memendar di atas sedang menunggu untuk melenyapkan segala kegelapan dalam hati dan pikiran. Tapi itu sangatlah tidak mudah dan nyaris mustahil. Untuk itulah perlu keyakinan bahwa suatu saat aku akan mampu untuk mengakhiri segala kegelapan ini. Bila semua sudah dilakukan lalu yang bisa kulakukan hanyalah menunggu bagaimana waktu akan menjawabnya. Aku sadar bahwa aku ini lemah, tapi aku harus kuat.

Di akhir tulisan aku hanya bisa berharap untuk tidak terlalu terlena dalam perasaan ini. Aku harus segera sadar secepat mungkin. Waktu berlalu begitu cepat. Bila yang kulakukan hanyalah meratap dan meratap, maka semuanya hanyalah akan berlalu tanpa arti. Tidak ada gunanya mengasihani diri. Dunia ini kejam, jika aku berhenti maka sesuatu di belakang akan menelindasku. Siapa yang kuat dia yang menang.

Aku harus kuat

Wednesday, November 05, 2008

Album Baru Anggun, Elevation


Setelah sukses dengan album Luminescense-nya, Anggun, penyanyi internasional dari Indonesia yang mengharumkan nama tanah air ini meluncurkan album terbarunya yang bertajuk Elevation tanggal 20 Oktober lalu. Album ini mengusung jenis musik yang tidak dipersembahkan Anggun sebelumnya. Sentuhan RNB, techno, dan hip hop mewarnai album yang diliris dalam versi bahasa Inggris dan Perancis ini. Sepertinya ini memang momen yang begitu membahagiakan bagi Anggun, Wikipedia menyebutnya sebagai Elevation Era. Setelah sebelumnya melahirkan anaknya yang bernama Kirana 8 November 2007 lalu, suasana mellow dan sedih tidak lagi mewarnai album ini seperti album-album sebelumnya. Bahkan pada album Elevation versi bahasa Perancis, Anggun menyertakan track interlude "Selamat Tidur" yang didedikasikan untuk anaknya, Kirana.

Sebelumnya Anggun sempat pula meliris album BestOf-nya untuk pasar Indonesia dan Italia. Dia juga meliris single berjudul "Tonight" kolaborasi dengan band Jerman, Reamonn. Selain itu diliris pula "Pour Que Tu Sois Libre" yang merupakan proyek amal bersama beberapa musisi wanita Perancis. Sedangkan album baru Anggun ini telah lama menjadi buah bibir dan didiskusikan pada forum Internasional penggemar Anggun, Anggunworld. Judul pastinya sendiri baru diumumkan beberapa waktu sebelum peluncuran resminya. Single "Si Tu l'Avoues/Crazy" diluncurkan 2 bulan sebelum Elevation diedarkan.


Aku sendiri saat ini baru berkesempatan untuk menikmati lagu-lagu pada album Elevation setelah mendapatkan filenya dari Rapidshare. Maaf karena sudah membajak (tapi aku kan cuma download), tapi ini semata-mata kulakukan karena sulit sekali untuk mendapatkan CD albumnya di Jogja entah kenapa. Sementara album bajakan ini aku gunakan untuk mereview album Anggun saja. Kualitas lagu download-an ini juga lumayan bahkan sangat bagus. Tetapi dibandingkan dengan CD tentunya sangat berbeda, untuk itu aku sarankan membeli album aslinya bila nantinya sudah tersedia ya. Selain kualitasnya lebih baik, juga menghargai hak cipta sang musisi sendiri.

Nikmati track akustik yang begitu apik disajikan dalam "Eden In Her Eyes". Dalam track yang begitu easy listineng ini Anggun mengisahkan begitu bahagianya dirinya menatap mata anaknya yang tercinta. Untuk pop etnik khas Anggun dapat ditemui di track "Hymne à la vie / Seize The Moment", lagu ini adalah lagu favoritku selain "Eden In Her Eyes". Pop RnB dan Hiphop disajikan Anggun diantaranya pada track "J'ignorais tout / A Change", "Si je t'emmène / My Man", dan "Le Temps Perdu /Divine" . Track melankolis ada pada "Rien à écrire / No Song". Sedangkan single andalannya "Si tu l'avoues /Crazy" lebih pada genre techno disco ala "Crush"nya Jennifer Paige.


Secara keseluruhan album ini adalah album yang manis dan terlihat dewasa. Nuansa melankolis yang lebih dikurangi sebenarnya malah menghilangkan ciri khas Anggun yang terkenal dengan pop romantic-nya. Sejujurnya album ini lebih terasa komersil dan ada sedikit Rihanna dan Britney Spears-fascia didalamnya. Mungkin di album berikutnya, Anggun bisa lebih mempertahankan ciri khasnya. Sebagian besar tema album ini kurang cocok dengan pembawaan vokal dan karakter Anggun. Menurut saya 3 album terdahulu lebih memiliki karakter Anggun, apalagi album "Au Nom De La Lune / Snow On The Sahara".

Elévation (French Edition) track list
  1. J'ignorais tout (feat. SINIK)
  2. Si tu l'avoues
  3. Hymne à la vie
  4. Rien à écrire
  5. Le bluffeur (interlude)
  6. Si je t'emmène
  7. Plus forte
  8. Cette nuit
  9. Tentation
  10. Le temps perdu
  11. Est ce un hasard
  12. Selamat tidur (interlude)
  13. Eden in her eyes
  14. Un jour sur terre (OST Un Jour Sur Terre documentary)
Elevation (English Edition) track list
  1. A Change
  2. Crazy
  3. Seize The Moment
  4. No Song
  5. My Man
  6. Stronger
  7. Give It To Love
  8. Hide & Run
  9. Divine
  10. Is It A Sign ?
  11. World (OST World documentary)
  12. Si Tu L’Avoues (Laurent Wolf Radio Edit)
  13. Si Tu L’Avoues (Tomer G & Roi Tochner Radio)

Sumber gambar: Anggun Official Site

If The World Could Vote


Baru saja seluruh warga negara Amerika Serikat dari berbagai negara bagian melaksanakan pemilihan presiden mereka yang ke-56. Pemilihan presiden Amerika Serikat telah lama menjadi buah bibir oleh banyak negara di penjuru dunia. Memang tidak ada yang lebih menghebohkan selain pemilihan presiden Amerika Serikat. Sebab Amerika Serikat dan presidennya memiliki peran besar terhadap percaturan politik dunia dan banyak bidang lain yang juga terpengaruh. Sejak lama prediksi, debat capres, juga opini masyarakat Amerika Serikat dipantau oleh banyak stasiun TV dunia. Pemilihan itu berkaitan dengan calon presiden dari dua partai berpengaruh di Amerika Serikat, yaitu partai Republik dan partai Demokrat.

Dalam pemilihan presiden Amerika Serikat kali ini ada sesuatu yang berbeda. Untuk pertama kalinya, seorang kulit hitam mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat. Calon presiden itu bernama Barrack Obama, seorang blasteran kulit hitam yang memiliki keterkaitan dengan Islam, Indonesia dan bangsa kulit putih. Dilahirkan di Hawaii oleh ayah keturunan Kenya dan ibu orang kulit putih Amerika, Obama sempat pula dibesarkan di Indonesia, meskipun sebagian besar pendidikannya ditempuh di Amerika Serikat. Sejak lama pencalonan diri Obama telah mengundang kontroversi, diantaranya adalah banyak orang mempertanyakan latar belakang agamanya dan keterkaitannya dengan Islam. Isu rasis juga menyertai pencalonan diri Obama, yang berdarah campuran dan berkulit hitam.


Namun belakangan banyak orang yang memprediksikan Obama sebagai calon kuat presiden Amerika Serikat. Krisis global yang turut membawa nama buruk bagi pemerintahan Bush dan partai Republik memberikan keuntungan tersendiri bagi Obama. Prediksi suara yang akan didapat Obama meningkat pesat. Aspirasi masyarakat untuk memilih Obama menjadi semakin tinggi. Tidak hanya di Amerika Serikat, popularitas Obama telah melanglang buana di seluruh belahan dunia. Dengan itu, peluang Obama untuk duduk sebagai presiden Amerika terbuka semakin lebar.

Belakangan banyak media Internet yang ikut mempromosikan Obama. Setelah Plurk yang memberikan layanan Plurk The Vote-nya. Kali ini aku menemukan lagi portal yang memfasilitasi seluruh warga dunia untuk ikut memilih presiden Amerika Serikat. Portal itu bernama If the world could vote?. Tentu saja seluruh warga dunia tidak benar-benar ikut memilih. Namun melalui situ ini dapat dilihat bagaimana antusias warga dunia terhadap pemilihan presiden Amerika Serikat juga untuk memilih calonnya sendiri. Melalui situs tersebut terlihat bahwa Obama mendapatkan suara terbesar oleh setiap negara di dunia. Apakah ini berarti Obama akan menang? Bisa jadi iya, apalagi jika seluruh dunia dapat benar-benar ikut memilih. Siapa tahu suatu saat Amerika Serikat mengijinkan setiap warga dunia ikut memilih.


Waktu tulisan ini dibuat, mungkin panitia pemilu sedang menghitung jumlah suara Obama dan McCain. Seluruh warga Amerika Serikat sedang berharap-harap cemas apakah calon presiden pilihannya dapat menang. Aku sendiri juga ikut cemas, tapi aku lebih cemas lagi atas nasib dunia saat ini. Semoga saja siapapun presiden Amerika Serikat yang terpilih dapat memberikan perubahan positif bagi Amerika Serikat maupun dunia. Jika memang benar Barrack Obama yang terpilih maka ia akan didampingi oleh Joe Biden dalam memimpin gedung putih. Ya semoga saja lah!

Sumber foto: Corbis dan IfTheWorldCouldVote.com


Udah Bokek Apa-apa Naek bikin Hoek


Krisis global yang dialami oleh sebagian besar negara di dunia memang dampaknya sangat menjengkelkan dan menyedihkan. Begitu juga di Jogja kampung halamanku yang tercinta ini. Sekarang untuk beli segala sesuatu musti merogoh kocek yang lebih dalam. Aku yang saat ini jadi pengangguran (kuliah aja nggak pake part time) jadi kalang kabut. Sumber dana harian hanya dari ibu dan sumbangan sukarela temen-temen yang aku bantuin sesuatu. Padahal kebutuhanku nggak bisa dibilang sedikit (walaupun nggak bisa dibilang banyak). Walhasil sekarang aku jadi lebih banyak gigit jari.

Nilai tukar dollar terhadap rupiah saat tulisan ini ditulis mencapai Rp.11.102/$1 (sumber: Bank Indonesia). Akibat angka keramat itu, seluruh barang-barang naik harganya secara berjamaah. Telur yang dulu sebutir cuma Rp.1000 sekarang mencapai Rp.1300. Angkot yang dulunya cuma Rp.2000 sekarang Rp.2500. Dan yang lebih parah lagi, warnet Groovy Concat yang dulu happy hournya cuma Rp.1000 per jam, sekarang naik 150% alias jadi Rp.2500 per jam. Semua ini benar-benar menyengsarakanku yang biarpun bukan anak kost tapi kondisi dompetnya seperti anak kost pada umumnya.


Akibat tarif warnet yang naik, aku jadi perlu pikir-pikir 2 sampai 10 kali. Tapi toh akhirnya dengan susah payah aku memaksakan untuk ngenet juga. Ngenet adalah kebutuhan mendasarku selain makan dan minum (duh lebay banget). Tanpa ngenet badanku bisa gatel-gatel dan meriang. Daripada lebih menderita jadinya aku tetep ngenet dengan harga yang aduhai itu. Selain itu tetep aku harus melek tengah malam biar tetep dapat tarif yang katanya murah (padahal mahal). Semoga aja perjuangan ini ada artinya. I'm blogging for living.

Krisis global, bagaimanapun harus dihadapi. Manusia itu tidak selamanya berada di comfortable zone, sehingga manusia yang beruntung adalah yang mampu mempersiapkan apapun yang terjadi. Tuhan kalau memberikan cobaan itu nggak akan lebih dari kemampuan ciptaannya. Jadi kalo sekarang aku diuji harus menghadapi harga-harga yang naik, maka Dia tahu bahwa aku itu orang yang kuat dan mampu mengatasinya. Yang bisa aku lakuin sekarang cuma berdoa agar nantinya krisis mereda dan semua kembali normal. Juga agar aku bisa cepet lulus dengan nilai baik dan dapat kerjaan layak. Jadi mahasiswa itu semacam tekanan batin, di satu sisi aku bukan lagi anak-anak, tapi di sisi lain kadang aku masih merasa seperti anak-anak. Remaja nanggung seperti aku dituntut untuk bisa mempersiapkan hidup layaknya manusia dewasa.


Lupakanlah krisis global, yang bisa dilakuin adalah berpikir kreatif. Misalnya bener-bener bokek, aku bisa nebeng laptop temen untuk bisa wifi gratis di kampus. Atau misalnya bener-bener nggak ada motor dan naik angkot mahal, aku harus bisa jalan kaki misalnya ke kampus (dengan resiko betis bengkak). Pokoknya harus seperti bunglon yang dapat menyesuaikan diri pada kondisi apapun. Semakin bisa menyesuaikan diri maka akan semakin bisa fleksibel bahkan dalam kondisi ekstrim seperti apapun. Kemauan itu harusnya berbanding lurus dengan kemampuan. Bila saat ini memang belum mampu, maka tabahkan hati jika hanya harus memimpikannya. Namun jangan jadikan mimpi itu menyakiti hati dan membuat putus asa. Tapi jadikanlah mimpi sebagai pemacu diri untuk berusaha meraihnya. Mau krisis global atau krisis moneter, yang jelas dunia nggak pernah menyediakan sesuatu bagi penghuninya dengan mudah. It's not a first class hotel, it's a wild jungle.

Another post of Kyai Djarkoni (iso ujar ra iso nglakoni)

Sumber foto: Corbis and [modified from] MyGroovy

Tuesday, November 04, 2008

Global Warming, Global Warning!!


Ngelihat film "The Day After Tomorrow" (yang sebenernya udah sering aku tonton) aku jadi keinget masalah global warming yang harusnya diinget terus untuk kemudian dilakukan tindakan. Bumi saat ini udah semakin panas, panas disini bukan maksudnya tambah keren tapi bener-bener panas. Lapisan Ozon di atmosfir udah semakin tipis dan efek rumah kaca semakin dirasakan. Diramalkan pada beberapa tahun ke depan kejadian yang ada di film "The Day After Tomorrow" bakalan bener-bener terjadi. So, this movie is no longer science fiction.

Beberapa waktu yang lalu aku sempet pula menonton film dokumenter Al Gore tentang bahaya Global Warming, "An Inconvinient Truth". Dari film itu maka bulu kuduk penontonnya akan dibuat bergidik oleh kenyataan-kenyataan yang dipaparkan mengenai kondisi bumi kita saat ini. Berbeda dengan "The Day After Tomorrow" film ini bukan fiksi ilmiah, tapi adalah fakta ilmiah. Al Gore menyatakan bahwa bumi saat ini sudah rusak, penampakan bumi pada tahun 80an bahkan tidak sama lagi seperti saat ini. Begitu banyak es kutub yang mencair, spesies yang punah, dan pencemaran lingkungan yang terjadi. Hal-hal itu memacu perubahan iklim yang perlahan-lahan mulai terasa. Al Gore mengibaratkan perubahan iklim itu dirasakan manusia seperti katak yang direbus di dalam tungku yang dipanaskan perlahan-lahan. Pada awalnya perubahan iklim ini tidak dirasakan sampai akhirnya sudah terlambat untuk menyadarinya.


Global warming (pemanasan global) pada dasarnya adalah peningkatan suhu rata-rata dari atmosfer, laut dan dataran bumi. Fenomena ini terjadi akibat meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca (Uap air, karbon dioksida, metana, nitrogen oksida, dll) di atmosfer. Meningkatnya gas-gas tersebut menimbulkan efek yang disebut efek rumah kaca, yaitu proses dimana atmosfer memanaskan sebuah planet. Prosesnya adalah ketika radiasi panas matahari memasuki permukaan bumi melalui atmosfer, oleh permukaan bumi dipantulkan kembali ke luar angkasa. Namun tidak semua radiasi ini dikembalikan ke luar angkasa, akan tetapi atmosfer menghambat sebagian radiasi sehingga tertahan diantara atmosfer dan permukaan. Pada keadaan normal, efek rumah kaca dibutuhkan bumi agar temperatur bumi tetap terjaga pada malam hari ketika matahari tidak lagi menyinari bumi. Akan tetapi meningkatnya efek rumah kaca menimbulkan akibat yang parah, yaitu bumi menjadi semakin panas.

Begitu banyak kegiatan manusia yang tidak ramah lingkungan. Membuang emisi gas yang beracun (gas rumah kaca), menebang pohon-pohon (yang sebenarnya dapat menetralisir emisi gas beracun) di hutan-hutan seluruh penjuru dunia dan penggunaan bahan-bahan yang mampu meracuni bumi (laut, tanah, dan udara). Peningkatan panas bumi saat ini mencapai 0,1-0,7 derajat celsius dalam 100 tahun terakhir. Bagi orang yang optimis mungkin angka ini terlihat kecil, tapi dampaknya sangat mengerikan. Cuaca yang berubah-ubah secara ekstrim, bencana alam yang sering terjadi, pulau-pulau yang mulai tenggelam karena naiknya permukaan laut, juga curah hujan yang tinggi. Keadaan ini akan semakin parah dari tahun ke tahun, sehingga suatu saat bumi tidak lagi menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali. Nasib manusia dan mahluk bumi lainnya telah ada di ujung tanduk karena sementara ini hanya ada satu bumi untuk ditinggali.


Banyak reaksi yang dialamatkan untuk mencegah efek dari pemanasan global untuk tidak menjadi semakin parah. Salah satunya adalah Protokol Kyoto yang disetujui oleh sebagian besar negara di dunia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu ada juga Konfrensi Pemanasan Global di Bali bulan Desember 2007 lalu. Akan tetapi semua ini hanya akan berakhir sebagai perjanjian konyol saja bila tidak ada tindakan lebih lanjut untuk menyelamatkan bumi dari masing-masing individu. Oleh karena itu sebaiknya setiap individu menyadari dengan sungguh-sungguh untuk bahwa bumi sedang dalam bahaya dan memerlukan perawatan. Salah satunya yang bisa dilakukan adalah:

  1. Menghemat kertas - Selembar kertas mungkin mewakili sebatang pohon yang ditebang di hutan-hutan penjuru dunia. Semakin sedikit pohon yang tersisa maka penetralisir gas rumah kaca semakin hilang, akibatnya atmosfer bumi akan semakin tebal oleh gas tersebut.
  2. Mengurangi emisi gas rumah kaca - Jangan gunakan mobil maupun kendaraan bermotor lainnya bila memungkinkan, budayakan bersepeda yang selain lebih sehat juga ramah lingkungan. Sementara ini bahan bakar kendaraan bermotor masih menghasilkan buangan gas yang beracun bagi bumi.
  3. Hemat listrik, dengan menghemat listrik maka akan semakin sedikit bahan bakar yang diperlukan untuk menghidupkan generator pembangkit listik. Beberapa pembangkit listik masih menggunakan bahan bakar fosil sebagai tenaga pembangkitnya.

Itu adalah contoh kecil dari usaha penyelamatan bumi. Semakin kita memikirkan dampak dari perbuatan yang kita lakukan bagi kesehatan bumi, maka kita akan semakin sadar untuk lebih menyayangi bumi. Masih banyak lagi yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan bumi. Saat ini mungkin bumin telah sakit parah, akan tetapi kita masih bisa mencegah untuk tidak semakin parah. Yang aku lakukan saat ini hanyalah menjadi penyambung lidah para penyelamat bumi. Mungkin beberapa pembaca sudah bosan atas pesan-pesan anti global warming. Tapi hanya itulah yang bisa manusia lakukan untuk tetap bisa tinggal di bumi yang memang hanya satu-satunya ini. Menyelamatkan bumi harus dimulai dari diri sendiri.

Sebagai bahan renungan saksikan juga film dokumenter terbaru "Earth" yang soundtracknya dibawakan dengan apik oleh Anggun berjudul "World", dengerin sountracknya disini.

Lebih lanjutnya kunjungi:
Greenpeace Indonesia
ClimateCrisis.com

Sumber foto: Corbis & Wikipedia

Monday, November 03, 2008

Foods That Looks Bizarre


Terakhir kali aku nonton acara TV yang menarik, kebetulan sewaktu aku nonton channel Discovery Channel Travel & Living lewat Indovision. Acara itu judulnya "Bizarre Foods with Andrew Zimmern" dan ditayangin sekitar jam 19.00 WIB. Asli, acara itu benar-benar menarik buatku, seorang bule keliling-keliling negara Asia Tenggara buat cobain bizarre exotic foods mereka. Sekilas memang mirip dengan "Wisata Kuliner"-nya Bondan Winarno, tapi yang ini lebih unik dengan kuliner ajaib dari masing-masing negara. Nilai lebih dari acara ini adalah format penyajiannya. Melihat episode Bizarre Foods aku tidak merasa melihat sesuatu yang menjijikkan, bahkan malah terlihat menarik. Pemandu acara sukses membawa penontonnya dalam pengalaman kuliner yang luar biasa dan menantang. Kebetulan waktu itu aku pas kebagian episode di Philipina dan Vietnam. Episode itu bener-bener breath-taking deh buat aku. Sayang nggak setiap saat aku bisa lihat, sebab waktu itu cuma numpang nonton di rumah temen. Hiks.


Kuliner di Philipina pada dasarnya nggak begitu aneh-aneh. Mungkin yang agak menarik adalah waktu si bule (Andrew Zimmern) mencoba es krim aneh yang dimasukin dalam burger bun. Atau sewaktu dia mencoba makan cacing kayu yang disajikan mentah. Ada juga yang unik dari kuliner Philipina yaitu salah satunya mereka menyajikan masakan unggas dan turunannya dengan cara berbeda. Di Philipina anak ayam (yang masih kecil sekali) biasa disajikan marinated (diasinkan/diungkep) dan digoreng untuk kemudian dimakan beserta tulang-tulangnya. Selain itu juga jangan kaget ketika mencoba fertilized duck egg alias telur bebek yang didalamnya ada anak bebeknya, ngeri banget deh. Kayaknya kejam ya, tapi itulah bagian dari budaya kuliner Philipina. Kuliner Philipina pada dasarnya dipengaruhi oleh budaya Spanyol dan Amerika

Untuk Vietnam akan lebih ekstrim lagi. Vietnam, negara republik sosialis bekas jajahan Perancis ini memiliki caranya sendiri untuk menyajikan kuliner mereka. Varian kulinernya adalah perpaduan dari kuliner Cina dan Perancis. Mulai dari restoran serba ular, speciality salad dan spring roll yang bisa ditemui di pasar, dan juga pilihan aneka seafood mereka yang beragam. Untuk masalah seafood, Vietnam adalah negara eksportir kecap spesial yang namanya fish sauce (kecap ikan). Kecap yang dibuat layaknya wine ini adalah kecap yang enak banget. Fish sauce adalah ikan yang difermentasikan dengan garam, konon mencapai waktu 1 tahun. Setiap pabrik fish sauce di Vietnam punya kecap ikan jenis mereka masing-masing, yang rasanya lain-lain. Harga fish sauce rata-rata adalah $1. Di Vietnam kecap ini dikenal sebagai nước mắm. Indonesia memiliki jenis makanan agak mirip, yaitu terasi kita yang juga tersohor.

Kalau dilihat dan dirasa-rasain, memang kuliner itu membawa pengaruh budaya yang kuat. Bisa jadi kuliner yang menurut bangsa lain bizarre, jadi biasa-biasa aja untuk bangsa pencipta kuliner itu. Sekali lagi, bicara masalah kuliner adalah masalah pembiasaan. Di Vietnam memakan ular atau meminum wine ular adalah biasa, di Philipina memakan cacing kayu mangrove bukan sesuatu yang harus dianggap aneh untuk penduduk pesisir atau mungkin di Indonesia memakan buah durian bisa dianggap lezat. Andrew Zimmern sendiri berkata pada setiap akhir acaranya "If It Looks Good, Eat It", alias "Kalau misalnya kelihatan menarik, makan saja". Tapi tentunya yang dimaksud menarik itu berbada pada masing-masing individu. Jargon acara ini memang dimaksudkan agar penontonnya lebih bisa melakukan revolusi dalam pola kuliner mereka, tinggalkan McDonald dan coba jenis makanan baru. Bila kuliner lebih ditelusuri secara mendalam, maka akan ditemukan berbagai manfaat di dalamnya. Sumber gizi yang dibutuhkan tubuh sehari-harinya dapat terpenuhi oleh makanan yang mungkin terasa asing dan aneh.


Aku sendiri selalu tidak segan untuk mencoba-coba kuliner baru yang menurutku Looks Good. Karena aku muslim maka aku menghindari makanan yang tidak halal. Tapi toh masih banyak makanan lainnya yang halal. Contohnya adalah sewaktu aku ke Kedai Nusantara, disana ada speciality food "Nila Roro Jonggrang". Rasanya jangan tanya, it looks and tastes good, nilanya begitu crispy dan bumbunya spicy. Kalo aku berkesempatan dan ada duit, tentunya nggak sayang untuk nyoba kuliner lainnya. Sementara coba untuk menelusuri kuliner Jogja, disana masih banyak kuliner spesial yang belum pernah aku coba. Tinggal tunggu saja tanggal mainnya.

Pranala luar:
Bizarre Foods with Andrew Zimmern - TV Show -Travel Channel
Fish Sauce - Wikipedia, the free encyclopedia

Sumber gambar dari sini dan koleksi pribadi

Saturday, November 01, 2008

Railfan : The Iron Horses Lover


Beberapa waktu yang lalu aku sempat posting tulisan mengenai sepasang railfan yang menikah diatas lokomotif yang berjalan lambat dari Stasiun Tugu ke Stasiun Lumpayangan di Yogyakarta. Komunitas railfan memang begitu eksentrik dan unik dalam mengekspresikan kecintaan mereka terhadap kereta api. Bahkan ada yang berjam-jam menunggu kereta api lewat di perlintasan rel hanya untuk mengagumi keberadaannya. Untuk yang satu ini aku memang pernah mengalaminya. Waktu kecil dulu, aku adalah seorang railfan sejati. Setiap pagi buta aku selalu merenget pada kakekku tercinta untuk diantar melihat kereta api melintas di bawah fly-over Lempuyangan.

Sejak mesin uap pertama kali ditemukan oleh James Watt dan lokomotif bermesin uap ditemuka oleh George Stephenson, kereta api telah menjadi sarana transportasi masal yang menyita perhatian. Alat transportasi yang terdiri dari lokomotif berserta rangkaian gerbong dan berjalan pada jalur rel ini langsung menjadi sarana yang efektif pada awal kemunculannya. Kereta api bahkan merupakan sarana yang membantu mobilitas bangsa Belanda untuk menaklukan tanah jajahannya, termasuk Indonesia ini. Seringkali aku memperhatikan banyak bekas jalur kereta yang nggak dipakai lagi di Jogja ini. Itu adalah bukti bahwa jaman dulu, kereta api itu fungsi dan perannya sangat besar.


Para pecinta kereta api biasanya memiliki alasanya sendiri-sendiri untuk hobinya ini. Secara gamblang, kecintaan mereka ini dapat diungkapkan melalui kegemaran memotret kereta api, melihat kereta api dan membuat model miniatur kereta api. Mereka sering juga mengunjungi bekas-bekas jalur kereta, menonton lokomotif bekas, dan ada pula yang gemar mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan kereta api, misalnya sejarah dan konstruksinya untuk kemudian didiskusikan bersama. Ferroequinology (ferro: besi, equino: kuda, logy: ilmu) adalah istilah yang merujuk pada ilmu yang mempelajari perkeretaapian, khususnya lokomotif, para pembelajarnya disebut ferroequinologist. Di Indonesia sendiri Museum Kereta Api Ambarrawa merupakan surga bagi para railfan. Cukup unik memang melihat tingkah para railfan, kadang terkesan childish. Salah satu varian railfan adalah metrophile yang secara spesifik lebih cenderung pada subway atau kereta api bawah tanah. Menurut Wikipedia, ada seseorang metrophile bernama Darius McCollum yang berani untuk menyamar menjadi pegawai subway New York hanya untuk bisa mengemudikan kereta, memperbaikinya, dan membantu pekerja subway lain. Karena melanggar hukum akhirnya dia dipenjarakan.


Bagaimanapun juga hobi ini perlu mendapatkan aprsiasi. Menurutku orang yang dapat mengekspresikan ketertarikan dan minatnya adalah orang yang paling bahagia. Dan menjadi railfan aku rasa akan sangat seru dan menyenangkan. Railfan tidak berbeda dengan para pendaki gunung yang mencintai alam pegunungan. Mereka sama-sama memiliki ketertarikan yang sulit dipahami oleh pandangan awam. Apalagi jika mereka sampai mau mengeluarka berpuluh-puluh bahkan ratusan juta untuk membeli dan menyusun model kereta api yang mereka gemari. Tapi menurutku ini wajar saja kok, bila bicara masalah hobi, tidak ada hal yang terasa kelewatan. Vive Ferroequinophile!

Sumber gambar Corbis dan koleksi pribadi